Jumaat, 9 November 2012

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Komentar Rasis soal Obama, Denise Dipecat

Posted: 10 Nov 2012 04:04 AM PST

KOMPAS.com - Seorang perempuan berusia 22 tahun asal California, Denise Helms, dipecat dari pekerjaannya karena telah berkomentar rasis soal Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang baru terpilih untuk kedua kalinya. Helms, dalam status di akun Faceboook-nya, Selasa (6/11/2012) malam waktu setempat, menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan ras Obama.

"Another 4 years of this (N-word). Maybe he will get assassinated this term," demikian bunyi status Helms.

Statusnya ini menimbulkan kontroversi setelah diunggah ke Twitter. Fox 40 mewawancarainya. Bahkan, Helms juga dilaporkan ke Secret Service Amerika.

"Tidak terpikir oleh saya bahwa ini akan menjadi persoalan yang besar. Bagian soal 'pembunuhan' mungkin sesuatu yang keras. Saya tidak mengatakannya seolah-olah saya akan melakukannya. Dengan kata lain, kalau pun itu terjadi, saya tidak akan peduli," ujar Helms.

Dia kemudian melakukan pembelaan melalui akun Facebook-nya. "Jadi, postingan saya kemarin malam tentang Obama telah disebar di Twitter dan Fox 40 datang menginterview saya karena orang-orang di Sacramento berpikir saya gila dan rasis. WOW adalah hal yang saya katakan!! Saya tidak rasis dan saya tidak gila. Hanya menyampaikan pendapat saya," tulis Helms, seperti dikutip Huffington Post dari The Modesto Bee.

Sekarang, akun Facebook-nya telah dideaktivasi.

Dipecat

Helms tercatat bekerja di Cold Stone Creamery, Turlock. Manajer Cold Stone Creamery Turlock, Chris Kegle, mengatakan, dirinya terkejut saat membaca komentar yang dituliskan pekerjanya. Menurutnya, apa yang diungkapkan Helms tak sejalan dengan nilai-nilai perusahaan.

"Komentarnya sangat tidak pantas. Maka, kami memutuskan (memecatnya) karena komentarnya itu. Tetapi juga melihat tanggapan masyarakat. Kami bekerja di tengah masyarakat dan melakukan pelayanan kepada masyarakat. Jadi, ketika komunitas Anda tidak menyukai Anda karena seorang karyawan, itu hal yang sangat buruk. Kami punya bisnis yang harus berjalan," kata Chris Kegle.

Setelah adanya laporan Fox 40, agen Scott Gillingham dari Secret Service Sacramento mengatakan, pihaknya akan memeriksa postingan Helms.

Sementara itu, Biro Washington DC, kepada Fox 40 mengatakan, bahwa segala ancaman akan ditindaklanjuti dengan serius dan diselidiki. Jika Secret Service menilai bahwa ancaman Helms serius, maka ia bisa dijerat dengan tuduhan sengaja melontarkan ancaman, sesuai ketentuan US Code Section 871.

 

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

Obama Mulai Menggertak Republikan

Posted: 10 Nov 2012 03:07 AM PST

Defisit Anggaran AS

Obama Mulai Menggertak Republikan

Penulis : Simon Saragih | Sabtu, 10 November 2012 | 11:07 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Defisit besar anggaran negara Amerika Serikat (AS), tumpukan utang negara akibat menalangi korporasi-korporasi bangkrut warisan kebijakan ekonomi George W Bush, menjadi masalah besar. Ini harus segera diatasi dan bahkan urgen untuk diatasi segera oleh Presiden AS Barack Obama.

Obama dan kubu Partai Demokrat ingin perekonomian AS jalan lancar. Ini artinya, ekonomi AS terbebas dari resesi dan dunia pun terbebas dari resesi besar. Untuk itu Obama dan kubu Demokrat menginginkan kenaikan pajak untuk para warga terkaya AS. Ini akan dipakai untuk menghidupkan perekonomian yang masih tertatih-tatih menuju pemulihan.

Ketua DPR AS (House of Repsentatives), John Boehner (Republikan, Ohio), dan kubu Republik, menolak kenaikan pajak. Kubu ini malah mencecar agar Obama menekan pengeluaran untuk Obamacare.

Obama mengatakan, "Saya siap berkompromi. Akan tetapi saya tidak ingin sebuah rencana yang tidak berimbang. Penerimaan lebih besar harus datang dari para warga terkaya. Ini adalah isu sentral sepanjang pemilu. Warga AS setuju dengan rencana saya," kata Obama saat berpidato di Gedung Putih, Jumat (9/11/2012) waktu setempat.

"Inilah saatnya bertindak dan bukan terus bermain politik. Boehner sudah mengindikasikan soal pengejaran atas sumber-sumber baru baru penerimaan negara," kata Obama.

Inti yang diperjuangkan Obama, salah satunya penarikan pajak dari para warga kaya AS, yang secara empiris selalu ditolak Republikan, yang disebut sebagai pendukung fanatik Wall Street. (AP/AFP/REUTERS)

Tiada ulasan:

Catat Komen