Ahad, 11 November 2012

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


Aburizal: Belum Ada Partai Seusia Golkar

Posted: 11 Nov 2012 08:32 AM PST

Partai Politik

Aburizal: Belum Ada Partai Seusia Golkar

Penulis : Dwi Bayu Radius | Minggu, 11 November 2012 | 23:16 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -- Belum ada partai politik di Indonesia yang mampu bertahan selama Partai Golkar, sejak Orde Lama hingga saat ini. Partai Golkar akan berusia 50 tahun pada tahun 2014.

"Belum ada partai yang berusia hingga 50 tahun," ujar Ketua U mum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie, Minggu (11/11/2012) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Aburisal mengungkapkan, Partai Golkar akan memiliki dokumen lengkap mengenai visi 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045. "Belum ada juga partai yang punya dokumen lengkap tentang visi negara seperti itu. Kami akan menawarkan Catur Sukses Pembangunan Nasional," katanya.

Intinya, visi itu terdiri dari pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan pembangunan, stabilitas keamanan serta sosial politik, dan nasionalisme baru Indonesia.

Golkar akan menawarkan Catur Sukses Pembangunan Nasional untuk digunakan pada tahun 2014. Langkah itu seiring dengan keinginan Partai Golkar untuk memenangkan Pemilihan Umum Presiden. Aburizal yakin, visi tersebut dapat digunakan untuk masa 100 tahun.

Golkar Tak Ingin Hanya Merebut Kekuasaan

Posted: 11 Nov 2012 08:32 AM PST

Partai Politik

Golkar Tak Ingin Hanya Merebut Kekuasaan

Penulis : Dwi Bayu Radius | Minggu, 11 November 2012 | 23:20 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -- Dalam pemilihan umum presiden (pilpres) dan legislatif tahun 2014, Partai Golkar bertekad tidak hanya ingin merebut kekuasaan belaka. Partai Golkar ingin menggunakan kekuasaan itu untuk kepentingan rakyat.

"Kita ingin menggunakan kekuasaan itu untuk mengimplementasikan apa yang ada dalam benak kita," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie, Minggu (11/11/2012) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pada tahun 2014, menurut Aburizal, Golkar menetapkan dua tujuan, yakni memenangkan pilpres dan mendapatkan kursi legislatif sebanyak-banyaknya. Tujuan itu dicetuskan agar program-program presiden dapat dikawal DPR. Selain itu, sistem kepresidenan bisa dijalankan lebih baik dari saat ini.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan