Ahad, 21 Oktober 2012

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Bambang Soesatyo Minta KPK Ungkap Dugaan Korupsi IT KPU

Posted: 21 Oct 2012 01:10 AM PDT

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan adanya mantan ketua KPK yang menjabat dibeberapa pemerintahan dinilainya sebagai ucapan terima kasih.  
"Saya khawatir pengangkatan Haryono dan Yasin bisa saja dinilai sebagai ucapan terima kasih dari pemerintahan," kata Bambang seperti dikutip dalam bukunya yang berjudul Republik Galau yang dibedah di gedung YLBHI Jakarta, Minggu (21/10/2012).
 
Menurutnya, banyak kasus yang sebelumnya ditangani KPK dimata Yasin dan Haryono tidak terdengar lagi kelanjutannya.
 
"Waluyo, mantan direktut dan pelaksana tugas pimpinan KPK sekarang menjadi Direktur Pertamina dan mantan Ketua KPK Taufiqurachman Ruki sempat lama menjadi Komisaris Utama PT Krakatau Steel," tandasnya.
 
Dia meminta KPK harus membuktikan dirinya bekerja serius dan warisan Antasari Azhar harus diungkap seperti dugaan korupsi di IT KPU yang ditemukan sejumlah indikasi penyimpangan. Tim Kajian KPK yang dipimpin Haryono Umar menemukan adanya dugaan pemborosan dalam proses pengadaan alat IT KPU sebesar Rp170 milliar.
 
"Selain itu juga ditemukan dugaan pengadaan alat yang terkesan terburu-buru yang mengakibatkan aplikasi di daerah tidak optimal," tandasnya.
 
Bambang menjelaskan, sebelumnya mantan Ketua KPK Antasari Azhar telah memegang data-data korupsi tentang IT KPU. Selain itu, Haryono Umar juga memegang dokumen lengkap dugaan korupsi IT KPU dan sejumlah dugaan korupsi lainnya.
 
"Walaupun polisi sudah menyita tiga dokumen di kantor Antasari, toh komisioner KPK lain juga memegang dokumen-dokumen tersebut, sehingga tidak perlu kasus itu masuk peti es," pungkasnya.

(ydh)

LP3ES: Posisi Golkar & PDI Perjuangan di Bawah Demokrat

Posted: 21 Oct 2012 12:27 AM PDT

JAKARTA- Kemenangan Joko Widodo dalam Pemilukada DKI Jakarta, ternyata tidak bisa mendongkrak suara PDI Perjuangan. Partai Demokrat dinilai masih unggul jika Pemilu Legislatif digelar saat ini.

Hal itu merupakan temuan survei yang dilaksanakan Prisma Resource Center-LP3ES selama Agustus 2012-September 2012, yang dirilis di Jakarta, Minggu (21/10/2012).

Responden survei itu menunjukkan bahwa Partai Demokrat berada di tempat teratas dengan raihan 12 persen, diikuti Partai Golkar dengan 10,8 persen, PDI Perjuangan 9,4 persen, lalu Partai Gerindra dengan 4,8 persen.

Lalu diikuti PKS dengan 4,5 persen suara, PKB dengan raihan suara 3,5 persen, Partai NasDem dengan 2,5 persen, lalu PAN dengan 1,6 persen.

"Jawaban dari mereka yang telah menetapkan pilihannya sebagian besar terdistribusi pada partai politik papan atas yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan," kata Peneliti Prisma Resource Center, Rahadi T Wiratama.

Sebanyak 22,2 persen responden masih merahasiakan pilihan, 20,2 persen tidak tahu atau tidak menjawab, dan 4 persen memilih tak ikut memilih.

"Jenis jawaban ini besarnya lebih dari 40 persen. Fenomena ini dapat dibaca sebagai swing voters. Perkembangan pilihan mereka tergantung dinamika politik ke depan," kata Rahadi.

Uniknya, saat para responden ditanyai soal kinerja kepemimpinan Presiden SBY, sebanyak 38,4 persen responden menjawab kinerjanya biasa saja, relatif sama dengan 38,5 persen responden lainnya yang menyatakan rasa tak puas dengan kinerja presiden.

Yang mengapresiasi positif kinerja kepemimpinan Presiden SBY hanya 18,3 persen saja.

"Kinerja Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Susilo ditanggapi dengan ekspresi keraguan," ujarnya.

Survei itu memiliki 2.300 responden yang tersebar di 33 provinsi. Penentuan jumlah responden adalah secara proporsional dengan mengacu pada jumlah penduduk dewasa di seluruh tanah air.

Penentuan wilayah pada masing-masing provinsi dilakukan dengan mengacu pada daerah pemilihan (dapil), lalu dilanjutkan pada pemilihan tingkat kelurahan/desa, RW, RT, hingga rumah tangga.

Proses penentuan dilakukan dengan memakai metoda acak bertingkat, atau multistage sampling, berusia di atas 17 tahun. Para responden terpilih diwawancara secara tatap muka, dimana 50 persen diantaranya adalah perempuan. Survei ini memiliki margin of error 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(kem)

Tiada ulasan:

Catat Komen