Ahad, 21 Oktober 2012

Republika Online

Republika Online


Football Jadi Aktivitas Penyeimbang Muslim di AS

Posted: 21 Oct 2012 11:16 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE -- Tidak mudah bagi pemain football Muslim menjalankan ajaran Islam ditengah gaya hidup AS. Keduanya sangat bertolak belakang.

"Tapi, ada cara ajaib untuk menangani itu," komentar Burden Adam, guru atlet football Muslim, Khalid Mohammed di Cleveland High School, Senin (22/10). Khalid merupakan satu contoh yang berhasil menemukan cara ajaib itu. 

Ketika berimigrasi dari Kenya ke AS pada Juli 2004, ia merasakan betul tantangan itu. Ia mengetahui akan menghadapi hal yang berbeda mengingat tempat tinggalnya yang baru adalah AS, negara dengan Musllim sebagai minoritas.

Fakta itulah yang membuat banyak anak-anak imigran merasa terkurung. Mereka mayoritas sulit mencari jalan keluar dari apa yang merasa rasakan. Beruntung bagi Khalid, ia berhasil menemukan caranya sendiri. Ia mulai bergabung ekstra kurikuler football di Cleveland High School.

Saat itu, pelatih tim football, Ronn Jackson menunjukanya untuk bergabung dengan tim pada masa orientasi siswa baru. Akantetapi, orang tua Khalid keberatan. "Kalau saja mereka katakan tidak. Maka saya tidak akan bermain," kata dia. Ternyata, Khalid sangat berbakat. Ia berhasil membawa timnya menjadi juara.

"Banyak anak-anak membutuhkan football atau olahraga lainnya untuk diakui," komentar Jackson.

Menjadi atlet football berprospek cerah, tidak membuat Khalid melupakan identitasnya.  Seperti diutarakan tadi, ada tips yang membuatnya mampu meyeimbangkan identitasnya sebagai Muslim dalam gaya hidup ala Amerika. Setiap hari, Khalid menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat lima waktu di sebuah ruangan yang tidak terpakai.

Ia percaya selalu ada waktu ketika ia harus melaksanakan kewajibannya sebagai Muslim, menjadi warga AS dan pemain football."Saya tidak ingin meyimpang dari agama. Saya tahu, tekanannya egitu besar. Sangat tipis, tapi anda jangan pernah menyentuh atau menyeberanginya," kata dia.

Marie Elka: 2014, Ada Delapan Pelabuhan untuk Kapal Pesiar

Posted: 21 Oct 2012 11:15 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga 2014, delapan pelabuhan di Indonesia akan direvitalisasi hingga mampu menjadi tempat bersandar kapal pesiar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, mengungkapkan pelabuhan tersebut ditargetkan mampu menarik minat kapal pesiar untuk berlabuh di Indonesia.

"Kita punya roadmap 2014 bakal ada delapan pelabuhan," ujar Marie disela diskusi Indonesia and APEC s Regional and Global Opportunities di Jakarta, Senin (22/10). Mantan menteri perdagangan tersebut menjelaskan proyek tersebut merupakan kerjasama antara kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif dengan kementerian perhubungan dan PT. Pelindo.

Delapan pelabuhan tersebut diantaranya yakni  Benoa (Bali),  Surabaya, Pekalongan, Semarang, Belawan (Medan), Labuhan Bajo, Tanjung Peting (Kalimantan).  "Pelabuhan-pelabuhan itu kita grading (gali) kedalamannya. Sehingga kapal pesiar itu bisa parkir, kemudian naik kapal yang lebih kecil,"jelasnya.
 
Proyek pertama yang sudah dilakukan adalah Pelabuhan Benoa, Bali.  Upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing lewat kapal pesiar dilakukan Pelindo III Benoa dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perhubungan dengan meneken MoU untuk pengembangan wisata kapal pesiar melalui Pelabuhan Benoa Bali.

Penandatanganan kerja sama dan sinergi antar ketiga instansi itu dilakukan di Kuta, Bali Sabtu (20/10), disaksikan pihak terkait seperti dari Bea Cukai, operator cruise, Adpel, dan Imigrasi.

Pada tahun ini, Marie menargetkan ada 120.000 kapal pesiar yang masuk ke perairan Indonesia. Akan tetapi, hingga 2016, volume kapal pesiar diharapkan bisa membengkak hingga 600.000. Menurut Marie, selesainya proyek perluasan dan pendalaman delapan pelabuhan tersebut bakal berpengaruh dengan peningkatan jumlah kunjungan kapal pesiar. "Kalau Karibia saja dengan 70 pulau bisa, kita yang punya ribuan pulau harus lebih," jelasnya.

Tiada ulasan:

Catat Komen