Ahad, 21 Oktober 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Harga Karet Belum Beranjak Naik

Posted: 21 Oct 2012 08:10 AM PDT

Komoditas

Harga Karet Belum Beranjak Naik

Penulis : Agustinus Handoko | Minggu, 21 Oktober 2012 | 15:10 WIB

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ

Ilustrasi

TERKAIT:

PONTIANAK, KOMPAS.com -- Harga karet di tingkat petani di Kalimantan Barat belum juga beranjak naik setelah jatuh hingga Rp 8.000 per kg sejak dua bulan lalu. Para petani mengeluh karena harga jatuh cukup dalam dari Rp 18.000 per kg.

Sukarjo (58), petani di Sekayam, Kabupaten Sanggau, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan ini para petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup mereka. "Dengan harga hanya Rp 8.000 per kg, para petani dan buruh penyadap karet mendapat penghasilan sangat kecil sementara harga kebutuhan tetap tinggi," kata Sukarjo, Minggu (21/10/2012).

Di Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, harga karet masih bertahan pada kisaran Rp 9.000 per kg.

Lanang (40), pengumpul karet di Bunut Hulu mengungkapkan, pabrik juga belum menaikkan harga sehingga para pedagang juga tak berani membeli karet dengan harga tinggi.

Lagi, Daging Diselundupkan dari Malaysia

Posted: 21 Oct 2012 07:34 AM PDT

Lagi, Daging Diselundupkan dari Malaysia

Penulis : Agustinus Handoko | Minggu, 21 Oktober 2012 | 14:34 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat mengamankan daging selundupan dari Malaysia di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sebanyak dua ton lebih berbagai jenis daging selundupan yang diamankan oleh polisi dari sebuah gudang.

Polisi menetapkan tersangka JM yang diduga memiliki berbagai jenis daging itu. "Penyidik juga meminta keterangan tiga orang karyawan tersangka. Saat ini kasusnya masih terus dikembangkan oleh polisi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar, Minggu (21/10/2012) di Pontianak.

Tersangka diduga melanggar Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Daging itu dimasukkan dari Malaysia melalui Entikong dan disimpan di Sekayam. Kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalbar memang rawan penyelundupan berbagai barang. Selain daging, marak juga penyelundupan gula putih.

Tiada ulasan:

Catat Komen