Khamis, 17 Mei 2012

KOMPASentertainment

KOMPASentertainment


"Moonrise Kingdom", Pembuka Festival Film Cannes 2012

Posted: 17 May 2012 08:34 PM PDT

CANNES, KOMPAS.com -- Moonrise Kingdom (2012), arahan sutradara Wes Anderson dari AS, diputar pada Rabu (16/5/2012) pagi waktu setempat sebagai film pembuka Festival Film Cannes 2012. Film yang skenarionya digarap bersama oleh  Wes Anderson dan Roman Coppola itu berkisah tentang cinta dua anak berusia 12 tahun.

Film yang ikut kompetisi dalam kategori film feature tersebut dalam festival itu menggambarkan bagaimana sepasang ABG, Sam dan Suzy, di sebuah pulau dekat New England, dengan kekuatan cinta mereka, berusaha untuk bisa bersatu. Keduanya secara rahasia membuat perjanjian untuk kabur dari tempat tinggal mereka. Hal itu  membuat keluarga si cewek kalang kabut mencari. Sementara itu, kelompok pramuka di tempat si cowok berdiam juga ikut kewalahan. Pasangan tersebut harus bisa ditemukan lalu dipisahkan.

Para pemeran dua remaja dalam film itu adalah Jared Gilman (Sam) dan Kara Hayward (Suzy). Para bintang yang juga sangat menyentuh dengan permainan mereka adalah Bruce Willis, Bill Muray, Tilda Swinton, dan Edward Norton. Menurut Anderson, kekuatan filmnya tersebut memang terletak pada kekuatan peran dan emosi pada setiap pemainnya.  
 
Willis, yang berperan sebagai Kapten Sharp dan hadir dalam pemutaran film itu, mengaku sangat senang mendapat tawaran main dari Anderson. Perannya sebagai sosok pasif membuatnya merasa sangat berbeda. Menurutnya pula, tema film itu percintaan, namun olahan skenario oleh Anderson dan Coppola menjadikannya lain.
 
Muray, yang juga hadir, mengatakan, Anderson selalu menawarkan pekerjaan yang tak biasa. "Para pemain di tangan Anderson menjadi luar biasa," ujar pemeran Walt Bishop ini. "Kekuatan dialog dan gambar yang membedakan film Wes Anderson dari kebanyakan film lain," sambungnya.

Sementara itu, Hayward dan Gilman mengaku tak merasa canggung ketika harus beradegan berciuman layaknya pasangan dewasa. Padahal, sebelum menjalani shooting, mereka tidak pernah bertemu. Mereka berkomunikasi untuk mengenal satu sama lain melalui e-mail dan telepon. email dan telepon.

Dalam Festival Film Cannes 2012, Moonrise Kingdom, dijagokan menjadi pemenang kompetisi film feature. (Dini Kusmana Massabuau)

JKT48: Kami Berbeda dengan "Girlband" Lainnya

Posted: 17 May 2012 07:31 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — JKT48 mengukuhkan diri menjadi idol group yang berbeda dengan girlband pada umumnya. Konsep pertunjukan merupakan salah satu yang membedakan.

"Konsep kami berbeda dengan girlband yang sedang marak. Idol group bisa dilihat, kita di teater, mereka cuma di TV," ujar Melodi, salah satu personel JKT48, seusai menggelar konsernya di Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/5/2012).

Konsep dasar kelompok JKT48 memang mengikuti AKB48 Jepang, yang terlebih dahulu punya teater tetap di Jepang. Alasan JKT48 pun tak jauh berbeda dari AKB48, yakni idola yang dapat Anda jumpai setiap hari.

Idol group yang saat ini beranggotakan 24 gadis usia 12-21 tahun ini membuka pertunjukan teater live pertamanya di Jakarta, Kamis. Dalam pertunjukan yang berlangsung selama dua jam, JKT48 membawakan 16 lagu dengan tema "Pajama Drive".

Lagu-lagu mereka pun diambil dari yang pernah dibawakan tim B, AKB48 Jepang. Sepanjang pertunjukan, penonton akan dibuat terhibur oleh aksi panggung yang menarik, tarian yang lucu, hingga busana-busana yang kreatif, girly, dan seksi.

"Kenapa kita pilih 'Pajama Drive', di lagu pertama judulnya 'Sonichi'. Artinya, hari pertama, kita ingin menceritakan bagaimana kita latihan, kerja keras, sampai seperti ini," tutur Sania, anggota yang lainnya.

Pertunjukan mereka akan berlangsung dari tanggal 17-20 Mei 2012 dengan dua kali pertunjukan, yakni pukul 14.00 dan pukul 19.00. Panitia menyediakan 600 tiket di setiap pertunjukannya. Harga tiket hanya Rp 50.000. Pada hari pertama, 1.200 tiket ludes terjual.

Sayang, mereka belum punya gedung pertunjukan yang tetap layaknya AKB 48 di Jepang.

"Teater JKT48 seperti rumah kami dan tempat bertemu dengan penggemar-penggemar kami. Saat ini belum memiliki teater permanen, semoga punya teater yang permanen," harap Stella, salah satu anggota JKT 48.

Tiada ulasan:

Catat Komen