Khamis, 17 Mei 2012

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


BPK Minta Itjen Kementerian Laporkan Tiket Palsu

Posted: 17 May 2012 12:51 PM PDT

Korupsi

BPK Minta Itjen Kementerian Laporkan Tiket Palsu

Suhartono | Agus Mulyadi | Kamis, 17 Mei 2012 | 21:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta inspektorat jenderal (Itjen) di kementerian dan lembaga pemerintah untuk segera melaporkan aparat hukum jika menemukan indikasi pemborosan anggaran dari sisi manipulasi perjalanan dinas dengan cara pembuatan tiket, boarding pass, dan kuitansi palsu.

"Jangan ditahan-tahan, apalagi untuk membela korps dan koleganya. Laporkan segera agar praktik curang birokrasi kita bisa dikikis dan pemerintahan berjalan baik dan bersih," ucap Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri, saat dihubungi Kompas di Jakarta, Kamis (17/5/2012) malam ini.

Itjen adalah bagian dari struktur organisasi di kementerian dan lembaga pemerintah yang mengawasi dan melaporkan secara internal adanya penyimpangan dalam pelaksanaan anggaran di kementerian dan lembaga.

Menurut Hasan, jika pencegahan kecurangan dan penyimpangan anggaran bisa diterapkan secara dini oleh para Itjen kementerian dan lembaga, maka prinsip pelaksanaan anggaran yang bersih, transparan, serta akuntabel dapat dilaksanakan secara baik dan menyeluruh, termasuk ditiru dan diteladani di daerah.

Hasan menyebutkan, Itjen di kementerian dan lembaga pemerintah kerap kali menemukan adanya laporan perjalanan dinas yang fiktif atau digelembungkan (mark-up).

BPK memperkirakan, dalam setahun perjalanan dinas mencapai Rp 18 triliun. Jika terjadi manipulasi melalui tiket dan boarding pass serta kuitansi palsu hingga 40 persen, maka rata-rata penyimpangan anggaran sebesar lebih dari Rp 5,2 triliun.

Kopassus Tidak Pastikan Ada Jenazah di Parasut

Posted: 17 May 2012 12:36 PM PDT

BOGOR, KOMPAS.com — Benda diduga parasut yang ditemukan dekat puing pesawat Sukhoi Superjet 100 oleh anggota Kopassus di Gunung Salak telah diserahkan Kopassus kepada Basarnas, Kamis (17/5/2012) malam.

Menurut anggota Kopassus Lettu Inf Rizal yang menemukannya, barang tersebut ditemukan 100 meter di atas bongkahan badan pesawat, Minggu (13/5/2012).

"Benda ini ditemukan menyangkut di atas pohon," ucap Rizal di di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis malam.

Namun, saat dikejar lebih lanjut apakah di parasut tersebut ditemukan jenazah, hal tersebut tidak dijelaskan secara gamblang. Atasan Rizal, Letkol Sobri, langsung memotongnya.

"Kita hanya temukan itu. Selebihnya dilaporkan kepada komandan," ucapnya.

Benda tersebut diserahkan Kopassus kepada Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri Anton Mukti Putranto selaku pengendali operasi Tim SAR Gabungan.

Parasut tersebut berwarna oranye dan putih dengan bekas terbakar. Selain itu, benda tersebut ada tali-tali, kanopi, parasut, dan harnest.

"Karena saya pun pernah jadi penerjun, benda ini mirip payung terjun," kata Putranto.

Sebelumnya dilaporkan bahwa tim SAR menemukan jenazah yang diduga pilot Sukhoi di parasut yang ditemukan tim Kopassus. Namun, beberapa hari kemudian ditemukan tiga mayat yang diduga pilot, kopilot, dan juru kamera TransTV. Identifikasi seluruh jasad yang ditemukan saat ini masih dilakukan.

Tim KNKT Rusia menyatakan bahwa pesawat komersial tersebut memang dilengkapi parasut dan membantah adanya kursi pelontar seperti pesawat tempur. Namun, parasut itu untuk melindungi logistik yang digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan ketika pesawat harus mendarat darurat. (Adi Suhendi)

Tiada ulasan:

Catat Komen