Rabu, 23 Mei 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Jumlah TKI Bermasalah Meningkat

Posted: 23 May 2012 08:02 AM PDT

Jumlah TKI Bermasalah Meningkat

Agustinus Handoko | Agus Mulyadi | Rabu, 23 Mei 2012 | 15:02 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Jumlah tenaga kerja Indonesia yang dipulangkan dari Malaysia, karena berbagai persoalan melalui Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sepanjang 2011 sebanyak 103 orang.

Namun pada 2012 ini, hingga Mei, juga sudah 103 TKI yang dipulangkan, sehingga jumlah TKI bermasalah yang dipulangkan ke Indonesia diperkirakan meningkat pada 2012 ini.

Staf Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anak Bangsa, Nawara, di Pontianak, Rabu (23/5/2012),  mengatakan, para TKI yang dipulangkan melalui Entikong itu kebanyakan bekerja di Negara Bagian Sarawak dan Sabah (Malaysia), serta Brunei Darussalam.

"Sebagian menghadapi persoalan dengan majikan atau tempat kerjanya. Setelah ditelusuri, mereka juga bermasalah dengan dokumen keimigrasian yang mereka gunakan," kata Nawara.

LSM Anak Bangsa adalah lembaga bertugas memulangkan para TKI dari Malaysia melalui Entikong. Sebagian TKI ditangkap aparat setempat, karena pelanggaran dokumen keimigrasian. Sebagian lainnya melaporkan diri ke konsulat, karena mendapat perlakuan kasar, kekerasan fisik atau seksual dari majikan, atau gaji tidak dibayar.

Kapolresta Pekanbaru akan Panggil BEM

Posted: 23 May 2012 07:59 AM PDT

Sarana PON Riau

Kapolresta Pekanbaru akan Panggil BEM

| Agnes Swetta Pandia | Rabu, 23 Mei 2012 | 14:59 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Adang Ginanjar membantah polisi kecolongan dalam menangani aksi mahasiswa -yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau - merusak tugu perhitungan mundur PON Riau, kota Pekanbaru di Jalan Cut Nyak Din hari Rabu (23/5/2012).

Tidak sepantasnya mahasiswa melakukan aksi perusakan seperti itu. Saya akan memanggil seluruh pimpinan BEM yang melakukan aksi

-- Adang Ginanjar

Dia mengatakan, mahasiswa telah melanggar aturan dalam berunjuk rasa. "Kami tidak kecolongan. Kami menyangka mahasiswa telah membubarkan diri. Tidak sepantasnya mahasiswa melakukan aksi perusakan seperti itu. Saya akan memanggil seluruh pimpinan BEM yang melakukan aksi itu," kata Adang yang datang ke lokasi seusai aksi perusakan di Tugu PON hari Rabu siang.

Aksi BEM terdiri dari mahasiswa Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau dan Pimpinan Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Riau. Adang mengatakan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban BEM Riau atas aksi perusakan itu. Mahasiswa semestinya memahami aturan dan tidak boleh melakulan perusakan apapun pada bangunan milik publik.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan