Rabu, 25 April 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Dituduh Lecehkan ABG, Diplomat Iran Diperiksa

Posted: 25 Apr 2012 06:04 AM PDT

TEHERAN - Pemerintah Iran memerintahkan penyelidikan atas tuduhan Brasil, yang menyebutkan salah satu diplomat mereka melecehkan seorang gadis remaja di sebuah kolam renang di Negeri Samba. Diplomat itu dikabarkan sudah ditarik ke Iran.


"Diplomat yang dituduh melakukan pelecahan, sudah ditarik kembali ke Iran. Dirinya akan dihadapkan pada penyelidikan sesuai dengan aturan kedisiplinan Kementerian Luar Negeri Iran," ujar juru bicara Kemlu Iran Ramin Mehmanparast, seperti dikutip Emirates 24/7, Rabu (25/4/2012).


"Kejadian pada pertengan April itu, diputarbalikan faktanya oleh beberapa media Arab dan Barat, demi kepentingan politik melawan Iran," imbuhnya.


Menurut media Brasil, diplomat Iran itu dituduh melakukan pelecehan setidaknya terhadap empat orang remaja Brasil. Korban diketahui berusia antara sembilan hingga 15 tahun. 


Kejadian ini terjadi di kolam renang klub olahraga Brasilia. Keempat korban itu diketahui menangis usai diplomat tersebut melakukan aksinya.


"Warga ingin membunuhnya. Bila personel keamanan klub olahraga itu tidak turun tangan, mungkin saja diplomat itu menemui ajalnya," ucap ayah dari salah seorang korban.


Polisi Brasil sempat melakukan penangkapan terhadap diplomat tersebut. Tetapi lewat kekebalan diplomatik yang dimilikinya, diplomat itu dibebaskan dari penjara.

(faj)

Suriah Tolak Kehadiran Pemantau Asing

Posted: 25 Apr 2012 04:15 AM PDT

DAMASKUS - Pemerintah Suriah menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan akses bagi pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tergabung dalam koalisi "Sahabat Suriah". Sebagian besar dari pemantau itu berasal dari negara anggota Liga Arab dan Barat.

Sikap Suriah itu diperkuat dengan pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Susan Rice yang menyebutkan, salah seorang pemantau dari negaranya tidak diberikan akses untuk menjalankan tugasnya di Suriah.

"Pemerintah Suriah menolak untuk memberikan akses kepada salah seorang pemantau yang berkewarganegaraan AS," ujar Dubes AS Susan Rice, seperti dikutip Euronews, Rabu, (25/4/2012).

Pemerintah Suriah selama ini menganggap koalisi "Sahabat Suriah", ikut memperkeruh suasana dalam negeri Suriah dengan memberikan bantuan serta dukungan terhadap para pemberontak. "Sahabat Suriah" ini dipelopori oleh 14 negara, termasuk di antaranya AS, Inggris dan Prancis.

Penolakan oleh Pemerintah Suriah ini terjadi di tengah desakan utusan khusus PBB untuk Suriah, Kofi Annan, yang meminta agar PBB mempercepat pengiriman ratusan pemantau asing. Mereka akan bertugas untuk memonitor pelaksanaan gencatan senjata di negara itu.

Saat ini diketahui 11 pemantau asing diketahui telah berada di Suriah. Sementara 30 lainnya yang berasal dari Misi Pengawasan PBB di Suriah (UNSMIS), diharapkan akan berada di Suriah pada akhir pekan ini.(rhs)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan