Rabu, 27 Julai 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Mahasiswa UGM Ciptakan Sepatu bagi Penderita Diabetes

Posted: 27 Jul 2011 07:39 AM PDT

Yogyakarta (ANTARA News) - Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menciptakan sepatu bagi penderita diabetes melitus, sehingga memudahkan penderita penyakit kencing manis itu melakukan aktivitas sehari-hari.

"Keempat mahasiswa tersebut yaitu Vivi Leona Amelia, Erlisa Diah Pertiwi, Oktiyanto Ade Saputro, dan Arini Giska Safitri. Mereka membuat terobosan baru dalam pembuatan sepatu bagi penderita diabetes," kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Suhardjo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, banyak penderita diabetes merasa was-was dan takut saat beraktivitas, karena khawatir terkena kerikil atau tersandung di bagian kaki sehingga terjadi luka dan semakin meluas. Hal itu memang wajar karena luka yang timbul pada penderita diabetes sulit untuk sembuh.

"Penderita diabetes memiliki risiko sebesar 29 kali terkena ulkus diabetika. Komplikasi yang berupa luka berbau pada permukaan kulit itu sering terjadi pada pasien penderita diabetes, salah satunya karena penggunaan alas kaki yang tidak tepat yang menyumbangkan 99,9 persen kasus," katanya.

Arini Giska Safitri mengatakan penderita diabetes tidak menyadari jika terjadi luka pada kaki mereka disebabkan penderita mengalami neuropati atau saraf tidak bisa merasakan bahwa terjadi sakit di bagian tersebut.

"Untuk itu, penting bagi penderita diabetes menggunakan alas kaki yang mampu melindungi penderita agar tidak terluka maupun memperlebar luka yang tidak dirasakan pasien," katanya.

Menurut dia, sepatu yang dikembangkannya itu dirancang untuk mencegah terjadinya luka maupun penambahan luka pada kaki penderita diabetes. Sepatu dibuat menggunakan bahan-bahan pilihan kualitas terbaik untuk menurunkan risiko perluasan luka di bagian kaki.

Selain mencegah perluasan luka pada kaki, sepatu itu juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian pada kaki penderita diabetes dalam beraktivitas sehari-hari. Jadi, mereka tidak perlu merasa khawatir terluka saat berjalan kaki.

Ia mengatakan sepatu diabetes dibuat menggunakan bahan-bahan yang dikombinasikan agar mencapai kenyamanan dan kecocokan bagi kondisi kaki penderita diabetes. Bahan dasar sepatu memakai kulit sapi dan kambing kualitas terbaik.

Bahan kulit digunakan karena sesuai dengan kondisi kelembaban kaki penderita. Kaki penderita diabetes sebaiknya tidak terlalu lembab agar tidak menimbulkan bakteri dan infeksi serta bau yang tidak sedap.

Selain bahan kulit, juga ditambahkan merimes (sejenis busa kain) pada bagian dalam untuk mengurangi tingkat gesekan kaki dengan sepatu sehingga meminimalkan terjadinya lecet.

"Sepatu tersebut kami buat sesuai dengan ukuran kaki penderita diabetes. Hal itu yang menjadi salah satu keunggulan produk kami," katanya.(*)

(L.B015*H010/M008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

KBRI KL Minta Pengecualian Waktu Pemutihan

Posted: 27 Jul 2011 07:33 AM PDT

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI KL) secara khusus meminta kepada pemerintah Malaysia untuk diberikan pengecualian waktu pelaksanaan program 6P termasuk pemutihan mengingat jumlah Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) dari Indonesia paling mayoritas.

"Kami segera mengirimkan surat permohonan kepada pihak Malaysia untuk diberikan pengecualian," kata Kepala Bidang Penerangan, Sosial, Budaya (Pensosbud) KBRI KL, Suryana Sastradiredja di Kuala Lumpur, Rabu.

Sebelumnya, kata Suryana, pihak KBRI juga sudah menyampaikan secara lisan kepada kementerian dalam negeri (KDN) Malaysia terkait permohonan pengecualian waktu tersebut.

"Kami sudah ada pembicaraan sebelumnya dan dalam pembicaraan tersebut pihak KDN meminta surat resmi permohonan itu. "Surat permohonan secepatnya akan kami kirim," ungkapnya.

Dalam penjelasan kementerian Dalam Negeri Malaysia bahwa pemerintahnya akan melaksanakan program tersebut mulai 1 Agustus 2011 dan waktu untuk pendaftaran disiapkan dalam dua minggu, sedangkan secara keseluruhan program 6P dicanangkan hingga akhir tahun ini.

Menurut dia, KBRI memperkirakan jumlah para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang masuk dalam program 6P (pendaftaran, Pemutihan, Pengampunan, Pemantauan, Penangkapan dan Pengusiran) untuk PATI sekitar 700 ribu hingga satu juta orang.

"Dengan pola kerja normal, untuk mengurus pembuatan dokumen TKI sebanyak itu maka memerlukan waktu dua tahun," ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, kalaupun mendapatkan tambahan bantuan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan teknologi informasi ataupun segala macam yang dibutuhkan untuk memperlancar program tersebut maka kami berupaya menyelesaikannya dalam enam bulan atau rata-rata melayani 4.000 hingga 6.000 TKI per hari.

"Dengan segala bentuk tambahan tersebut, maka kami bisa melayani pembuatan paspor ataupun surat perjalanan laksana paspor (SPLP) rata-rata 5.000 buku per hari. Itupun dengan bekerja selama tujuh hari per minggu dan 12 jam per hari," ungkapnya.

Sedangkan, saat ini dengan melalui 25 loket dengan SDM sekitar 37 orang (lokal staf) dan tiga orang (home staf), pengurusan dokumen dibatasi 1.200 orang per hari.

Sementara itu, guna memperlancar pengurusan dokumen untuk keperluan pemutihan diperlukan tambahan SDM sekitar 200 orang.

Dibagian lagi, pihak KBRI KL juga terus mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya guna mengantisipasi dimulainya program 6P sehingga dapat melayani permintaan dokumentasi untuk para TKI yang memerlukannya.

"Disamping melayani para PATI yang datang langsung ke KBRI ataupun kantor perwakilan RI di Malaysia, juga akan menyiapkan tempat di sejumlah tempat (menyewa gedung red) yang dipergunakan untuk mempermudah proses pengurusan dokumentasi," kata dia.

Bahkan, lanjut Suryana, kalau perlu dilakukan penghantaran langsung ke tempat para TKI di tempat penampungannya (kongsi) yang jauh dari kota guna mendapatkan pengesahan berupa tanda tangan dari orang yang bersangkutan langsung.(*)
(T.N004/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan