Sabtu, 9 April 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Belasan Orang Keracunan Tempe

Posted: 09 Apr 2011 07:42 AM PDT

Makanan Olahan

Belasan Orang Keracunan Tempe

K4-11 | Nasru Alam Aziz | Sabtu, 9 April 2011 | 14:42 WIB

shutterstock

Tempe, terbuat dari kedelai mengandung isoflavon yang baik untuk kesehatan kulit.

TERKAIT:

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com - Sebanyak 17 warga Dusun Sangen, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, dilarikan ke RSUD Wonosari karena mengalami gejala keracunan setelah menyantap tempe manding (Catharanthus roseus), Jumat (8/4/2011) malam. Delapan orang di antaranya, hingga Sabtu (9/4/2011) masih menjalani perawatan intensif, karena kondisinya masih lemah.

Salah satu korban, Ny. Ribut (31) menceritakan, peristiwa itu bermula saat seluruh anggota keluarganya dan sejumlah tetangga makan di rumahnya dengan menu sayur bayam dengan lauk tempe manding. Kurang dari sejam satu persatu mengeluhkan pusing yang disertai mual dan muntah.

Ny. Ribut menambahkan, tempe lamtoro tersebut diperoleh dari salah satu pedagang sayuran di desanya dan dimasak dengan cara dibacem. Dugaan sementara kemungkinan tempe tersebut mengandung racun. "Kami tidak menyangka makanan tersebut membawa seluruh keluarga kami ke rumah sakit," katanya.

Delapan korban yang kini masih dirawat di rumah sakit adalah Ny Satijem (60), Ny Satinah (50), Ny Ribut (31), Ny Tutik (29), Fajaryanto (19), Gadis Novi Luvita (15), Fitri (12), dan dan Indro (9).

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Sri Harto mengemukakan, guna memastikan penyebab keracunan, Dinas Kesehatan akan memeriksa sisa tempe manding, berikut sayur yang disantap para korban. "Sisa makanan akan kami kirim ke laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan," ujarnya.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Petani Maroko Magang di Gunungkidul

Posted: 09 Apr 2011 02:40 AM PDT

Pertanian

Petani Maroko Magang di Gunungkidul

K4-11 | Nasru Alam Aziz | Sabtu, 9 April 2011 | 09:40 WIB

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com - Sebanyak lima orang petani dan penyuluh pertanian dari Maroko, sebuah negara di barat laut Afrika, mengikuti program magang sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Gunungkidul dipilih karena kondisi lahannya mirip dengan Maroko.

Deputi Direktur Kerja Sama Teknis Kementerian Luar Negeri Daryanto Harsono menjelaskan, program magang bertujuan meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi pertanian, sekaligus menganalisa masalah-masalah yang timbul.

"Kelima orang yang dikirim oleh Kementerian Pertanian Maroko itu akan belajar bercocok tanam padi dan palawija, terutama jagung dan ubi kayu," kata Daryanto, saat mendampingi peserta di Kecamatan Playen, Gunungkidul, Sabtu (9/4/2011).

Mereka akan belajar langsung tentang pola budidaya palawija pada sejumlah kelompok tani di Pulutan, Kecamatan Playen, serta penggarapan tanaman padi lahan kering di Kecamatan Tanjungsari dan Semin.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen