Sabtu, 9 April 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Pengungsi Jepang Tinggal di Hotel Mewah

Posted: 09 Apr 2011 06:03 AM PDT

TOKYO – Warga Jepang yang kehilangan rumah akibat bencana gempa dan tsunami akan dipindahkan ke hotel mewah di Tokyo.
 
Dikutip dari kantor berita Kyodo, Hotel Grand Prince Akasaka memiliki 700 kamar. Kamar-kamar di hotel tersebut diberikan tarif seharga 150 ribu yen atau sekira Rp15 juta pe malam. kamar tersebut akan menjadi rumah sementara bagi 360 orang pengungsi.
 
Layanan kamar akan ditiadakan, namun hotel akan menyediakan makan tiga kali sehari dengan biaya 300 yen atau sekira Rp30 ribu untuk sarapan dan 500 yen atau sekira Rp15 ribu untuk makan siang dan malam. Namun, warga tidak akan dikenakan biaya menginap.
 
Dilansir dari AFP, Sabtu (9/4/2011), hotel 40 lantai tersebut ditutup pada bulan Maret setelah 55 tahun berbisnis. Karena adanya pembongkaran pada Juli, maka mereka yang tinggal di hotel tersebut harus segera pindah.
 
"Saya merasa cemas karena tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi saya bersyukur bisa tidur di kasur sekarang," ujar seorang pengungsi Shoichi Ono yang berasal dari Prefektur Fukushima.
 
Puluhan ribu orang di Jepang berada di tempat penampungan sementara setelah gempa dan tsunami menerjang pada 11 Maret. Ribuan orang juga dipaksa meninggalkan rumah mereka karena adanya ancaman radiasi di sekitar PLTN Daiichi Fukushima.
(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Abaikan Radiasi, Penduduk Fukushima Kembali ke Rumah

Posted: 09 Apr 2011 05:07 AM PDT

TOKYO – Penduduk di sekitar PLTN yang dievakuasi karena ancaman radiasi mengabaikan ancaman radiasi terhadap kesehatan dan kembali ke rumah mereka.
 
Sementara beberapa orang lainnya tidak pernah meninggalkan rumah mereka, menolak untuk melakukan evakuasi dari zona 20 kilometer di sekitar Daiichi ketika PLTN mulai menyemburkan bahan radioaktif berbahaya.
 
Di kota Minamisoma sendiri, sedikitnya 57 orang berada di dalam zona evakuasi sejak PLTN mengalami kerusakan parah setelah terkena gempa dan tsunami.
 
"Jika mereka tidak ingin pergi, kami tidak bisa memaksa mereka. Staf Pemerintah Kota dan pekerja gawat darurat sudah mengunjungi mereka, namun mereka menolak meninggalkan rumah," ujar seorang petugas kota seperti dikutip AFP, Sabtu (9/4/2011).
 
Koran Tokyo Shimbun memberitakan sekira 100 orang diyakini berada di dalam zona 20 kilometer, banyak dari mereka keluar dari pusat evakuasi ke rumah untuk mengambil barang berharga atau barang pribadi mereka.
 
Perintah evakuasi dikeluarkan karena adanya kekhawatiran penduduk akan terkena radiasi sedikitnya 50 microsieverts per jam.
(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen