Khamis, 17 Februari 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Aparat Mengamuk, 4 Demonstran Bahrain Tewas

Posted: 17 Feb 2011 07:46 AM PST

MANAMA - Patroli militer yang dilengkapi tank mengepung Ibukota Bahrain, Manama. Sementara pihak kepolisian mulai melakukan tindakan represif ke arah pengunjuk rasa, yang mengakibatkan empat orang dilaporkan tewas.


Beberapa jam setelah penyergapan yang dilakukan di Pearl Square, pihak militer mengumumkan bahwa bagian kunci dari ibukota saat ini dalam kendali mereka. Militer pun mengeluarkan pernyataan segala bentuk berkumpulnya massa dilarang.

Untuk kali pertama tank-tank dan pos militer dikerahkan untuk mengatasi aksi protes. Sementara patroli militer pun mulai diberlakukan. Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warganya untuk menjauhi jalanan.


Polisi Bahrain sendiri menyerbu para pengunjuk rasa pada Kamis dini hari tanpa ada peringatan sedikitpun. Menurut seorang pengunjuk rasa Mahmoud Mansouri, polisi mengepung tempat para pengunjuk rasa memusatkan aksinya di Pearl Square.


Mansouri menyatakan polisi terus menyerang mereka, meskipun mereka telah berteriak melakukan aksi protes dengan damai. 

"Mereka (polisi) menyerang usai media meninggalkan kami. Mereka tahu apa yang dilakukan dan juga menyerang perempuan serta anak-anak," ungkap Mansouri seperti dikutip Associated Press, Kamis (17/2/2011).


Usai melakukan penyerangan, polisi dan pihak militer melakukan pembersihan di sekitar lokasi massa anti-pemerintah di Pearl Square. 

Mereka juga membersihkan slogan-slogan anti-pemerintah yang dibawa oleh pengunjuk rasa, serta selongsong peluru gas air mata yang sempat ditembakan ke arah massa anti-pemerintah.  

(faj)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ulama Yaman Himbau Persatuan Rakyatnya

Posted: 17 Feb 2011 04:06 AM PST

SANAA - Para ulama di Yaman menghimbau pemerintah untuk menjaga kesatuan rakyat. Ulama meminta agar pemerintah dapat menjaga persatuan guna perpecahan di negaranya.


Kelompok ulama yang memiliki pengaruh ini menginginkan adanya transisi pemerintah, yang melihat adanya kalangan oposisi juga turut masuk dalam kabinet. Mereka sekaligus diadakannya pemilihan umum dalam waktu enam bulan ke depan. Demikian diberitakan Al Jazeera, Kamis (17/2/2011).


Menurut para ulama, transisi pemerintah yang damai memungkinkan terjadinya perubahan yang tidak disertai dengan pertumpahan darah. Mereka tidak menginginkan apa yang terjadi di Tunisia dan Mesir juga terjadi di Yaman.


Himbauan ulama ini dikeluarkan ditengah kerusuhan baru yang terjadi antara kelompk pro dan anti-pemerintahan di Sanaa. Dalam kerusuhan itu, lima orang diketahui terluka dalam aksi kekerasan. 

Saat itu pihak kelompok anti-pemerintah dikejar oleh kelompok pro-pemerintah yang menggunakan tongkat kayu dan belati.


Selain di Sanaa, aksi protes juga terjadi di Kota Taiz. Sebelumnya pada hari Rabu 16 Februari, dua pengunjuk rasa ditemukan tewas saat berdemo menentang kekuasaan Presiden Ali Abdullah Saleh.


Akibat rangkaian kerusuhan ini, Presiden Ali membatalkan rencana kunjungan ke Amerika Serikat (AS) yang harusnya dilakukan bulan ini. 

(faj)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen