Jumaat, 25 Februari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


DK-PBB Bersiap Keluarkan Resolusi Soal Libya

Posted: 25 Feb 2011 08:32 PM PST

Seorang pengunjuk rasa anti pemerintah memegang sebuah poster bergambar pemimpin Libya Muammar Gaddafi di kota Benghazi, Libya (FOTO ANTARA/REUTERS/Asmaa Waguih)

Berita Terkait

PBB, New York (ANTARA News) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) diperkirakan akan segera mengeluarkan resolusi untuk memaksa Pemerintah Libya menghentikan kekerasan terhadap warganya.

Menurut presiden bergilir DK-PBB, Duta Besar Brazil untuk PBB, Maria Luiza Ribeiro Viotti, Jumat, para anggota Dewan Keamanan pada Sabtu (26/2) akan menggelar sidang darurat untuk membahas rancangan resolusi soal Libya.

"Dewan setuju untuk bertemu besok guna segera membahas rancangan resolusi termasuk langkah-langkah spesifik yang ditujukan untuk mengakhiri kekerasan, membantu penyelesaian damai bagi krisis saat ini, memastikan adanya pertanggungjawaban serta dihormatinya keinginan rakyat Libya," kata Viotti, usai sidang Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York.

Menurut jadwal yang dikeluarkan oleh Pusat Media PBB, sidang yang akan membahas rancangan resolusi itu akan berlangsung pada Sabtu pagi.

Selain oleh 15 negara anggota DK-PBB, sidang yang membahas situasi perdamaian dan keamanan di Afrika pada hari Jumat juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.

Dalam kesempatan itu, Ban berbicara soal situasi terakhir mengenai krisis di Libya.

Ia secara khusus meminta Dewan Keamanan segera mempertimbangkan langkah-langkah nyata terhadap pemerintahan Presiden Libya Moamar Gaddafi atas tindakan brutal mereka terhadap para pengunjuk rasa.

Langkah-langkah yang dimaksud Ban bisa berkisar dari pemberian sanksi hingga hukuman bagi pemerintahan Gaddafi.

"Dalam hal ini, kehilangan waktu berarti kehilangan lebih banyak nyawa... Ini saatnya bagi Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan langkah nyata," tegas Ban, sambil mengutip laporan bahwa jumlah korban tewas karena unjuk rasa di Libya dalam beberapa hari terakhir ini telah mencampai lebih dari 1.000 orang.

Pada Jumat, Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang berbasis di Jenewa mengeluarkan resolusi yang mengutuk keras terjadinya kekerasan di Libya.

Melalui resolusi, Dewan HAM yang beranggotakan 47 angggota itu juga memerintahkan adanya penyelidikan internasional terhadap tuduhan kekerasan serta merekomendasikan agar keanggotaan Libya di Dewan HAM ditangguhkan.

Resolusi yang disahkan secara aklamasi dalam sidang di Jenewa itu mendesak Pemerintah Libya memenuhi kewajiban dalam melindungi warganya, segera mengakhiri semua pelanggaran hak asasi manusia, menghentikan serangan apapun terhadap warga sipil, serta menghormati aspirasi dan tuntutan rakyatnya.
(*)

 

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Duka Seorang Ibu di Selandia Baru

Posted: 25 Feb 2011 08:21 PM PST

Dua wanita saling berpelukan di depan bangunan runtuh di pusat kota Christchurch (NTARA/REUTERS/Christchurch Press/John Kirk-Anderson/djo/11)

Mereka berusaha melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan tapi tak ada yang berhasil. Saya kira ia sangat mungkin meninggal akibat kejadian itu,

Berita Terkait

Christchurch (ANTARA News) - Bayinya meninggal karena tertimpa TV yang jatuh akibat gempa yang memporak-porandakan pekan terakhir Februari, dan kini perempuan Selandia Baru itu merasa berat untuk memandang anak-anaknya yang lain, demikian isi satu laporan Sabtu (26/2).

Tracy Harris sedang mencuci piring di rumahnya di Christchurch, sementara bayinya, yang berusia delapan bulan --Jayden, sedang tidur di ruang keluarga, ketika ia jatuh ke lantai oleh guncangan dengan kekuatan 6,3 pada skala Richter pada Selasa (22/2).

Ia mengatakan kepada media Fairfax bahwa ia menemukan Jayden dalam keadaan lemas tapi dengan nafas berat di bawah pesawat televisi, yang telah jatuh menimpanya.

Harris, yang tak bisa menghubungi layanan darurat, meminjam mobil tetangganya untuk membawa bayinya ke rumah sakit. Tapi para dokter tak bisa menyelamatkan bayinya. Perempuan itu mengatakan ia memeluk bayinya, yang sudah tak bernyawa, selama delapan jam.

"Mereka berusaha melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan tapi tak ada yang berhasil. Saya kira ia sangat mungkin meninggal akibat kejadian itu," kata Harris sebagaimana dilaporkan kantor AFP, yang dipantau ANTARA di Jakarta.

Tragedi perorangan tersebut hanya lah satu dari sejumlah peristiwa tragis yang melanda seluruh Christchurch setelah gempa mengguncang. Sedikitnya 123 orang menemuji ajal dan lebih dari 200 orang lagi hilang, termasuk sejumlah mahasiswa Asia.

Pencarian para penyintas di Christchurch cuma bisa menemukan beberapa mayat pada Sabtu, sementara para teknisi mengatakan sepertiga pusat kota yang dihancurkan gempa itu menghadapi kehancuran.

Polisi mengatakan jumlah korban jiwa akibat gempa Selasa telah mencapai 123 dan memperingatkan jumlah tersebut bisa bertambah, sementara lebih dari 200 orang belum ditemukan. Banyak dari mereka dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan di kota terbesar kedua di Selandia Baru itu.

Ratusan ahli pencarian dan pertolongan dari seluruh dunia terus membongkar-bongkar puing setelah penyintas terakhir dikeluarkan dari bawah puing pada Rabu sore.

"Kami belum mendapat berita baik yang kami harapkan," kata walikota Christchurch Bob Parker kepada wartawan.

Beberapa blok perkantoran terlipat seperti tumpukan kartu, seluruh jalan kehilangan bagian depan toko dan katedral bersejarah kehilangan puncak menaranya, akibat guncangan --yang mengikuti gempa yang menghancurkan pada September lalu.

Insinyur teknik sipil Auckland University Jason Ingham mengungkapkan besarnya tugas pembangunan kembali yang dihadapi warga Christchurch, dan mengatakan angket resmi menunjukkan sepertiga bangunan di pusat kota akan dibantah.

"Kami telah mengumpulkan data selama dua hari belakangan dan itu kelihatan seperti sepertiga bangunan," kata Ingham kepada TVNZ.

Polis mengatakan harapan akan keajaiban sempat meningkat pada Sabtu, ketika seorang petugas paramedis melaporkan ia mendengar suara dari bawah reruntuhan, tapi pupus ketika diketahui bahwa itu adalah suara petugas pertolongan.

Para petugas pertolongan telah mengesampingkan kemungkinan untuk menemukan penyintas di katedral bersejarah Christchurch, tempat sebanyak 22 orang diduga tertimbun.

Mereka juga tak percaya ada orang yang masih hidup di bawah gedung CTV, yang ambruk. Bangunan tersebut berisi satu stasiun TV dan sekolah bahasa yang ramai buat pelajar asing, dan tempat sebanyak 120 orang mungkin telah tewas.

Sementara itu Tracy Harris, yang kehilangan bayinya, mengatakan, "Hampir sepanjang waktu, saya cuma berusaha memikirkan yang lain. Setelah saya kehilangan dia di rumah sakit, saya memutuskan bahwa kehilangan dia akan membawa dia kembali."

"Setiap detik yang telah saya lewati bersama dia, sekalipun itu cuma delapan bulan, telah memberi saya kebahagiaan," tambah perempuan tersebut.

Ibu itu mengatakan ia sekarang menghadapi kesulitan untuk memandang dua putrinya, yang masih kecil, karena mereka sangat mirip dengan Jayden.

"Karena anak-anakku kelihatan sangat mirip, sungguh berat untuk berada di dekat kedua anak perempuanku," kata Harris. Ditambahkannya, ia berencana mendirikan satu yayasan buat bayi yang menderita luka di kepala.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen