Jumaat, 25 Februari 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Posted: 26 Feb 2011 03:20 AM PST

Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Penulis: Egidius Patnistik | Editor: Egidius Patnistik

Sabtu, 26 Februari 2011 | 11:20 WIB

Shutterstock

Tentara Israel di Jalur Gaza

TERKAIT:

GAZA CITY, KOMPAS.com —  Jet-jet tempur Israel mengebom dua kamp latihan milik Jihad Islam di Jalur Gaza, Sabtu (26/2/2011) pagi, kata sumber-sumber Palestina.

Tidak ada korban yang dilaporkan. Jet-jet itu menyerang dua lokasi, yaitu satu di kota Khan Yunis di selatan dan satu lagi di dekat Nusseirat di tengah Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, kata para pejabat keamanan.

Militer Israel sendiri tidak segera memberikan komentar atas laporan tersebut. Serangan udara itu terjadi menyusul ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Gaza pekan ini setelah bentrokan dan serangan roket terhadap kota Israel, Beersheva, yang menimpa rumah, tapi tidak menimbulkan korban.

Itu merupakan serangan roket pertama ke Beersheva sejak Perang Gaza yang menghancurkan tahun 2008-2009, yang mendorong Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan militan Gaza agar tidak "menguji" Israel.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Khadafy seperti Hitler dan Pol Pot

Posted: 26 Feb 2011 02:49 AM PST

NEW YORK, KOMPAS.com — Duta Besar Libya untuk PBB, Abdurrahman Shalgam, yang merupakan salah satu teman lama Kolonel Khadafy, mencela pemimpin Libya itu, Jumat (25/2/2011) malam waktu setempat, dan mendesak dunia untuk menghukum dia.

Shalgam, seorang sekutu Khadafy sejak keduanya masih sebagai pemuda radikal pada akhir tahun 1950-an, membandingkan tindakan Khadafy dengan orang-orang seperti Pol Pot dan Hitler. Shalgam, yang selama ini setia kepada Khadafy, kini mendukung para pengunjuk rasa di Tripoli.

Dalam sebuah pidato yang emosional di Dewan Keamanan PBB di New York, Shalgam berkata, "Muammar Khadafy telah mengatakan kepada rakyat Libya 'saya memerintah kamu atau saya bunuh kamu'." Dia menyampaikan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB, yang sedang mempertimbangkan sebuah rencana Inggris dan Perancis bagi sanksi terhadap rezim Khadafy, "Kami butuh resolusi berani dari Anda."

Di luar ruang sidang, ia kembali memberikan pidato di mana ia memohon agar dunia luar melakukan sesuatu "dalam waktu hitungan jam, bukan lagi hari" untuk menghentikan pertumpahan darah di Libya.

Shalgam mengatakan, Khadafy kini telah kehilangan dukungan dari 90 persen diplomat dan memperkirakan bahwa revolusi akan berlanjut di tengah-timur. "Perbudakan dan pemerintahan oleh orang sudah selesai," katanya.

 

"Dunia Arab akan berubah sama sekali jika Khadafy melarikan diri. Seluruh dunia Arab akan bergerak cepat menuju kebebasan, dan bukan oleh para jenderal. Bukan! Sekarang orang-orang Arab akan melakukannya (sendiri). Seluruh dunia Arab sedang mendukung Libya. Semua mereka yang berada di jalanan mendukung Libya, semuanya. Dalam waktu satu tahun, Anda akan melihat dunia Arab yang lain," kata Shalgam sebagaimana dikutip Telegraph.

Shalgam membela dukungannya bagi Khadafy selama beberapa dekade dan keputusannya untuk tetap menyokong rezim itu pada hari-hari awal ketika tindakan brutal terhadap para demonstran berlangsung. "Saya tidak bisa membayangkan pada awalnya pertumpahan darah para korban," tegasnya.

Dia ingat persahabatan dengan Khadafy bermula atas kekaguman bersama terhadap Gamal Abdel Nasser, presiden Mesir mulai 1956, ketika mereka tumbuh di Libya selatan. "Saya salah satu teman baik terdekatnya, yang bekerja dengan dia sejak awal revolusi," katanya. "Sayangnya, kami mulai revolusi dengan kebebasan, pada akhirnya Anda (Khadafy) membunuh rakyat kami."

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen