Sabtu, 22 Januari 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Aktivitas Gunung Bromo Tetap Dipantau

Posted: 22 Jan 2011 11:03 PM PST

SURABAYA - Kepala Bidang Mitigasi Bencana Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Bandung, Gede Suantika mengatakan, tidak ada pengaruh dalam pengamatan aktivitas Gunung Bromo. Hal itu menyusul dihentikan masa tanggap darurat di Gunung Tersebut.
 
Dia juga mengatakan, penghentian tanggap darurat ini sangat masuk akal. Sebab, erupsi gunung Bromo tidak berbahaya. Gunung tersebut hanya menyemburkan abu, sehingga yang jatuh dipemukiman warga berupa pasir.
 
"Meski Tanggap Darurat dihentikan, kita tetap lakukan pemantauan aktivitas gunung tersebut," kata Gede Suantika, Ketika dihubungi okezone, Minggu (23/01/2011).
 
Menurut Gede, Bromo yang saat ini berstatus siaga itu penetapan penghentian tanggap darurat adalah kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, kemungkinan akan ada perpanjangan melihat situasi dan kondisi lapangan.
 
Saat ini, lanjut Gede, erupsi Gunung Bromo masih berlangusung. Selain semburan abu setinggi 800 meter juga diberengi dengan getaran perut bumi atau gempa tremor dengan amplituda maksimal 36 milimeter.
 
"Pagi sampai siang ini masih mengepulkan semburan asap mulai 600-800 meter ke arah timur dan timur laut atau Lumajang-Probolinggo," katanya.
 
Sebelumnya, sesuai surat nomor 360/25/426.308/2011, Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, berakhir pukul 24.00 WIB, Sabtu (22/1/2011) malam.
(teb)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Atasi Lahar Dingin, Pemerintah Buat Alur Sungai Baru

Posted: 22 Jan 2011 10:28 PM PST

MAGELANG - Pemerintah akan segera membuat aliran sungai baru untuk mengatasi banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, penanganan sementara, sungai akan dibuat dua alur yang pertama mengikuti alur sungai lama dan kedua mengikuti sungai baru.

"Selain itu, pemerintah juga akan membuat jembatan sementara yang diperkirakan akan selesai tiga bulan ke depan," kata Agung saat mengunjungi korban banjir lahar dingin di Magelang, Minggu (23/1/2011).

Material vulkanik di lereng Merapi masuk ke sejumlah Sungai diantaranya Sungai Opak, Sungai Gendol atau Sungai Kuning.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan membantu para korban dengan  pemulihan program ekonomi. Program tersebut diantaranya penanaman salak dengan memanfaatkan lahan bekas erupsi Merapi. "Nanti akan bekerjasama dengan Pemda Magelang," kata Agung.

Prioritas utama pemerintah menurut Agung, adalah membenahi infrastruktur seperti jembatan dan tempat tinggal warga. "Untuk penanganan rumah warga yang rusak berat dan ringan akan ditangani dengan cara ditemapatkan di shelter atau hunian sementara sampai rumah temapt tinggal mereka selesai dibangun," tandas Agung.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif mengatakan, hingga saat ini hunian sementara yang akan dibangun berjumlah 176 unit. "Kebutuhan anggaran untuk hunian sementara belum dihitung," kata Syamsul

Banjir lahar dingin Gunung Merapi terus menerjang Jalan Raya Magelang, Jawa Tengah di kilometer 23. Banjir menutupi jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketebalan material 50 sentimeter. (Ugo)
(M Masrukhin Abduh/Koran SI/lsi)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen