Sabtu, 22 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan Empat Gerilyawan Pakistan

Posted: 22 Jan 2011 08:34 PM PST

Miranshah, Pakistan (ANTARA News) - Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) menewaskan sedikit-dikitnya empat gerilyawan di daerah suku Waziristan Utara Ahad.

"Pesawat tak berawak AS menghantam satu mobil segera setelah kendaraan itu diparkir di luar sebuah rumah. Empat gerilyawan telah tewas dalam serangan itu," kata seorang pejabat intelijen di Miranshah kepada AFP.

Pesawat tak berawak itu meluncurkan beberapa rudal di Datta Khel, sekitar 40 kilometer (25 mil) di barat kota besar Waziristan Utara Miranshah yang sering dijadikan target serangan, kata para pejabat.

Di wilayah Peshawar, sehari sebelumnya, tiga orang termasuk dua prajurit paramiliter tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di distrik suku Pakistan barat laut Orakzai.

Sebuah bom rakitan yang ditanam oleh gerilyawan meledak di kota Ibrahimzai ketika satu patroli rutin tentara paramiliter melewatinya, kata seorang perwira keamanan.

"Dua tentara dan seorang warga sipil tewas dalam ledakan tersebut," kata Abdul Qadir, seorang pejabat pemerintah daerah itu kepada AFP.

Tujuh orang lainnya, seorang tentara dan enam warga sipil, terluka dalam ledakan di dekat pasar di Ibrahimzai itu, ujarnya.

Seorang perwira militer di ibu kota provinsi Peshawar membenarkan insiden tersebut, dan mengatakan korban luka-luka telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Orakzai adalah salah satu dari banyak daerah tak patuh hukum di wilayah suku barat laut Pakistan, yang terdiri tujuh distrik di dekat perbatasan Afghanistan.

Washington mencap sabuk suku semi-otonomi tersebut sebagai pusat Al-Qaeda dan sekutunya yang memerangi Taliban di Afghanistan.

Pakistan melancarkan operasi besar di Orakzai Maret tahun lalu setelah gerilyawan melarikan diri dari serangan di distrik suku di dekat Waziristan Selatan.

Tahun lalu para pejabat militer mengatakan dataran rendah Orakzai telah dibersihkan, namun ancaman gerilyawan tetap bertahan di beberapa kantung bagian atas wilayah tersebut.

Sekitar 4.000 orang telah tewas dalam serangan gerilyawan di Pakistan sejak Juli 2007.
(Uu.H-AK/S004/P003)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Dua Tewas Dalam Kebakaran di Pusat Perbelanjaan Rusia

Posted: 22 Jan 2011 07:15 PM PST

Moskow (ANTARA News) - Kebakaran yang tampaknya dipicu oleh ledakan di sebuah pusat perbelanjaan di kota Ufa di wilayah Urals, Rusia, menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya tiga orang yang lain, kantor-kantor berita Rusia melaporkan, mengutip beberapa pejabat setempat.

"Kami telah menemukan mayat seorang pria di tempat kebakaran itu. Sebelumnya kami telah menemukan mayat seorang wanita," kata pejabat kementerian dalam negeri Maxim Rodionov pada kantor berita Interfax. Ia menambahkan bahwa wanita yang ditemukan tewas itu lahir pada 1993.

Artem Veleyev, jurubicara presiden republik Bashkortostan Rusia, dikutip oleh kantor berita Itar-Tass mengatakan bahwa antara tiga dan lima orang telah terluka.

Rodionov menuturkan ledakan dan kebakaran di sebuah kafe yang terkenal dengan para perokoknya mungkin merupakan asal kebakaran itu, sementara Valeyev menyatakan "sangat tidak mungkin (ledakan) itu adalah aksi teroris".

Pejabat kementerian pelayanan darurat Oleg Zaqueyev mengatakan dua lantai pusat perbelanjaan itu terbakar pada 4.000 kaki persegi (sekitar 1.200 meter persegi).

Lebih dari 70 petugas pemadam kebakaran dan 40 kendaraan telah dikirim ke tempat kejadian bersama dengan sejumlah mobil ambulans, ia menerangkan.

Seorang pekerja di sebuah kafe di samping tempat perbelanjaan itu, Alina Islamova, menjelaskan pada radio Echo of Moscow bahwa evakuasi sulit dilakukan karena pintu masuk utama terbakar.

Dua mobil di luar pintu masuk itu pun terbakar dan meledak, katanya.

Ufa adalah ibukota Bashkortostan, sebuah republik kaya minyak dengan sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Pusat perbelanjaan Eropa di pusat kota itu memuat beberapa restoran, klab malam dan juga sejumlah toko.

Sejumlah saksi sebagaimana dikutip oleh kantor berita RIA-Novosty menceritakan mereka mendengar satu ledakan pada sekitar pukul 12.30 GMT dan kebakaran mulai segera setelah itu.
(Uu.S008/P003)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen