Selasa, 4 Januari 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Sultan HB X Kukuhkan Yogyakarta Kota Republik

Posted: 04 Jan 2011 05:29 AM PST

Yogyakarta  (ANTARA News) - Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengukuhkan Yogyakarta sebagai Kota Republik bertepatan dengan tanggal kepindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Saat melakukan pengukuhan Yogyakarta sebagai Kota Republik tersebut, Sri Sultan HB X didampingi oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam (PA) IX, Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, Bupati Bantul, Sri Suryawidati, Bupati Sleman, Sri Purnomo, dan Wakil Bupati Gunungkidul, Badingah.

"Saya selaku Gubernur DIY akan mengeluarkan surat keputusan, yaitu setiap 4 Januar diperingati sebagai Yogyakarta Kota Republik, dan wajib bagi masyarakat untuk memperingatinya," kata Sri Sultan HB X saat mengukuhkan Yogyakarta Kota Republik di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Yogyakarta, Selasa.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung hal tersebut sebagai kekuatan untuk terus membangun kebersamaan dan memberikan kontribusi terhadap masa depan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pidato singkat Sultan HB X di hadapan ribuan masyarakat Yogyakarta yang baru saja melakukan kirab budaya sebagai prosesi awal sebelum pengukuhan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah.

Koordinator panitia bersama kirab budaya, Widihasto, mengatakan bahwa pengukuhan Yogyakarta Kota Republik tersebut memiliki sejumlah makna, diantaranya adalah menjaga nilai+nilai patriotisme bangsa, peneguhan sikap politik masyarakat Yogyakarta berdasarkan Amanat 5 September 1949.

Selain itu, ia berharap, melalui pengukuhan tersebut, Yogyakarta tetap menjadi kita yang terbuka untuk seluruh budaya nusantara, dimana modernisasi dapat bersanding secara harmonis dengan tradisi.

"Semoga semangat pengukuhan Yogyakarta Kota Republik ini meresap ke seluruh masyarakat Yogyakarta," katanya.

Dalam acara pengukuhan tersebut juga ditampilkan pertunjukan wayang revolusi yang menceritakan sejarah perpindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta.

Hip hop keistimewaan Yogyakarta menutup seluruh rangkaian acara pengukuhan tersebut.
(T.E013/P003)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Roy: Demokrat Hormati Aspirasi Masyarakat Yogyakarta

Posted: 04 Jan 2011 05:21 AM PST

Yogyakarta (ANTARA News) - Partai Demokrat menghormati aspirasi yang berkembang di kalangan warga Yogyakarta terkait polemik penyelesaian Rancangan Undang-undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, kata anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo.

"Kami akan mengawal proses pembahasan Rancangan Undang-undang Keistmewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar tidak dibumbui dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Kita saling melakukan dialog," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia di sela "stadium generale" (kuliah umum) memperingati "Yogyakarta Kota Republik" di Universitas Gadjah Mada (UGM), dirinya sangat menghormati bagaimana aspirasi yang berkembang di Yogyakarta. Tugasnya selaku wakil rakyat daerah ini, baru berawal ketika RUUK DIY sudah dibahas di Komisi II DPR.

"Dalam memandang berbagai persoalan, saya bersama dengan Partai Demokrat terus mengedepankan sikap demokratis. Dalam kaitannya dengan RUUK DIY, Partai Demokrat memiliki sikap yang harus dimaklumi sebagai partai yang mengamankan kebijakan pemerintah," katanya.

Ia mengatakan pemerintah itu tidak boleh dipisah-pisah, yakni pemimpinnya presiden dan pembantu presiden salah satunya adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

"Beliau mempunyai satu program atau langkah terkait RUUK DIY yang harus dihormati, sedangkan wakil rakyat yang nanti akan memperjuangkan sesuai dengan aspirasi rakyat, apa kata rakyat, itu yang akan kita perjuangkan," katanya.

Menurut dia, dirinya sempat memiliki kekhawatiran jika persoalan RUUK DIY justru akan dibawa seperti halnya kasus Bank Century yang tidak kunjung selesai.

Oleh karena itu, selaku wakil rakyat dirinya tetap akan terus mengawal perjalanan RUUK DIY bersama dengan rakyat.

"Saya khawatir jika nanti RUUK DIY justru akan dibuat seperti Century. Oleh karena itu, kita amankan RUUK DIY sesuai dengan aspirasi rakyat Yogyakarta," katanya.(*)

(U.B015/M008/R009)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen