Selasa, 4 Januari 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


BP3 Trowulan Selidiki Temuan Candi di Mojokerto

Posted: 04 Jan 2011 05:24 AM PST

Selasa, 4 Januari 2011 20:24 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 285 kali

Sidoarjo (ANTARA News) - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, masih menyelidiki temuan dugaan candi di Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto berupa tumpukan batu merah.

Plt BP3 Jawa Timur di Trowulan Aris Sofian, Selasa mengatakan, saat ini BP3 masih melakukan penyelidikan dengan melakukan penggalian di lokasi temuan tersebut.

"Kami masih melakukan penggalian untuk melakukan pembuktian apakah lokasi tersebut berupa candi atau bukan karena melihat ciri - ciri yang ada kami yakin lokasi tersebut bukan candi melainkan pondasi rumah pada zaman Kerajaan Majapahit," katanya.

Ia mengemukakan, kalau pondasi candi biasanya berbentuk segi empat dan pada lokasi yang digali kali ini berupa persegi panjang dengan ukuran dua kali tiga meter.

"Itu merupakan pondasi bagian rumah dan untuk membuktikannya kami akan melakukan penggalian di lokasi tersebut sampai dengan akhir pekan ini," katanya.

Ia mengemukakan, pada akhir pekan ini baru bisa dipastikan apakah lokasi tersebut memang benar - benar merupakan candi atau hanya pondasi rumah zaman Kerajaan Majapahit.

"Setelah diketahui peninggalan tersebut, kami akan melakukan pemeriksaan lokasi lain yang mungkin ditemukan benda peninggalan serupa," katanya.

Ia menyebutkan, di kawasan tersebut juga ada dua lokasi punden yang diduga sebagai tempat peribadatan umat Hindu pada zaman Kerajaan Majapahit.

Saat ditanya tentang adanya guratan lambang berbentuk bintang sudut delapan yang ditemukan di atas bata dirinya mengatakan itu adalah mainan anak yang terbuat dari tanah liat yang dibakar dan sering disebut terakota.

"Guratan lambang tersebut tidak bermakna apapun, selain sebagai penanda bahwa bata tersebut merupakan produk seseorang," katanya.

Selain itu, beberapa temuan lainnya yakni pecahan genting, lampu berbentuk seperti asbak yang terbuat dari tanah liat (celupak), dan juga fragmen jambangan air.

Bila dibandingkan dengan situs yang ditemukan di Kota Trowulan, temuan kali ini diduga kuat berasal dari akhir zaman Kerajaan Majapahit.(*)

(T.A040/I007/R009)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Ikan Mirip Buaya Ditangkap Warga Banjar

Posted: 04 Jan 2011 05:18 AM PST

Banjar (ANTARA News) - Seekor ikan dengan mulut mirip buaya yang berhasil ditangkap warga di sungai Citanduy, Kampung Karang Tengah, Desa Balokang, Kota Banjar, Jawa Barat.

Seorang warga Kampung Karang Tengah yang menangkap ikan tersebut di Sungai Citanduy di blok Kedung Lanang, Ujang Nadi (36), Selasa, mengaku baru pertama melihat ikan tersebut selama kesehariannya menangkap ikan di sungai.

Ikan yang menurut pengakuan warga langka itu, memiliki berat 4 kilogram, panjang sekitar 90 centimeter, tubuh bulat berdiameter 80 centimeter, bersisik, memiliki ekor serta kepala bentuk pipih seperti kepala buaya dengan memiliki gigi cukup tajam.

"Ikan itu masuk dalam perangkap jaring, saya kaget melihat ikan itu yang aneh beda dengan ikan lainnya," katanya setelah menangkap ikan aneh itu langsung pulan ke rumahnya.

Awal ikan itu kata Ujang terjadi sepekan lalu Rabu (29/12) sekitar pukul 05.30 WIB.

Sebelumnya Ujang menyangka ikan yang masuk jaringnya itu sejenis ikan mas besar atau sejenis ikan sungai lainnya, namun ketika dipegang merasakan aneh seperti jenis belut berukuran besar.

Ikan tersebut langsung dibawa ke rumah hingga masyarakat yang mengetahui penangkapan itu berbondong-bondong ingin melihat secara langsung ikan yang ditangkap Ujang.

Sudah sepekan, kata Ujang ikan tersebut disimpan di kaca aquarium agar tetap hidup dan bisa diketahui masyarakat yang masih penasaran ingin melihat ikan aneh tersebut.

Namun sejak awal penangkapan ikan itu, Ujang mengaku tidak mengetahui jenis makanan yang disukai ikan tersebut, karena selama ini diberi ikan kecil maupun daging tidak dimakan.

"Saya pelihara saja di aquarium biar tetap hidup, meskipun saya belum tahu apa makanannya," kata Ujang.(*)

(U.KR-FPM/Y003/R009)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen