Selasa, 4 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Chavez Minta Suami Hillary Jadi Dubes AS ke Venezuela

Posted: 04 Jan 2011 09:10 PM PST

Caracas (ANTARA News) - Presiden Venezuela Hugo Chaves berusaha untuk mengakhiri kebuntuan diplomatik dengan Amerika Serikat pada Selasa dengan mengajukan nama Bill Clinton, aktor Sean Penn atau sutradara Oliver Stone sebagai utusan ke Caracas.

Dalam pidato televisi pada Selasa, presiden Venezuela itu mengatakan ia sudah memiliki solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

"Saya berharap mereka mengajukan nama Oliver Stone. Saya mengajukan kandidat...Sean Penn, atau (ahli bahasa dan filsuf Noam) Chomsky. Kami memiliki banyak teman di sana. (Masih ada) Bill Clinton!" kata Chavez.

Stone mengunjungi Caracas pada Mei untuk pemutaran film dokumenter perdananya "South of the Border," yang memfilmkan pemimpin sayap kiri Amerika Latin. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengagumi Chavez dan tindakan yang dilakukannya setelah berkuasa pada 1999.

Penn sudah terlibat dalam kegiatan kemanusiaan setelah gempa Haiti dan juga pernah memenangkan penghargaan Oscar untuk aktor terbaik dalam film "Mystic River" yang disutradarai Clint Eastwood dan aktivis homoseksual yang dibunuh, Harvey Milk, dalam film "Milk".

Chavez juga menceritakan bagaimana ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton secara singkat di sela-sela upacara pengangkatan Dilma Rousseff pada Sabtu di Brazil.

"Saya berkata kepada Nyonya Clinton, "Apa kabar suami Anda?" katanya. "Namun saya membuat kesalahan karena bahasa Inggris saya sangat jelek dan malah berkata "Bagaimana kabar istri Anda" dan ia (Hillary) tertawa, kemudian saya mengatakan suami."

Saat Obama menjabat pada Januari 2009 yang menjanjikan lebih banyak merangkul musuh, ada harapan mengenai kemungkinan adanya kedekatan hubungan kembali. Chavez mengurangi kata-kata tajamnya atas sang "kaisar" dan menjabat tangan pemimpin baru AS tersebut dalam suatu pertemuan.

Namun dalam beberapa bulan kemudian, Chavez mengatakan Obama mengecewakan dunia dengan mengikuti jalan pendahulunya George W. Bush dalam kebijakan luar negeri dan mengulangi retorikanya bahwa Carasas akan mendobrak lagi.

Terlepas dari perselisihan diplomatik terbaru, beberapa pihak melihat baik Venezuela atau AS berisiko menghancurkan hubungan perdagangan --terutama minyak-- yang penting bagi perekonomian kedua negara.
(KR-DLN/H-AK/A038)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

100 Ribu Lebih Warga Inggris Sudah Masuk Islam

Posted: 04 Jan 2011 09:05 PM PST

Jakarta (ANTARA News) - Jumlah warga Inggris yang masuk Islam mencapai rekor baru yaitu lebih dari 100 ribu orang. Daily Mail melaporkan bahwa perempuan kulit putih adalah yang paling banyak masuk Islam.

Sepuluh tahun lalu jumlah warga Inggris yang masuk Islam 50 ribu orang. Studi mengenai hal itu muncul dalam laporan  Faith Matters, organisasi multi-keyakinan.

Laporan itu mengemukakan para pemeluk baru Islam itu menilai keyakinan mereka cocok dengan kehidupan di Inggris.

"Para mualaf umumnya tak menilai warga Inggris memusuhi Islam," tulis laporan tersebut.

Menurut laporan tersebut, sekitar 5.200 orang jadi mualaf dalam setahun terakhir dan 1.400 orang di antaranya tinggal di London.

Hampir 2/3 mualaf adalah perempuan, 70 persen di antaranya adalah kulit putih dan rata-rata berusia 27 tahun.

Tahun 2001 diperkirakan jumlah muslim di Inggris sekitar 60 ribu orang.  Menurut laporan tersebut hanya segelintir kecil dari mereka yang masuk ke dalam ekstrimisme.

Survei itu dilakukan oleh Kevin Brice, akademisi di Seansea University. Dia menanyai para mualaf tentang aspek negatif budaya di Inggris.

Para mualaf menjawab bahwa dalam pandangan mereka aspek negatif itu adalah  alkohol dan minum-minum, "kurangnya moralitas dan permisif dalam hal seksual" serta "konsumerisme yang tanpa kendali".

Banyak dari para mualaf khawatir prilaku immoral menjadi hal yang normal, seiring masyarakat yang makin tak religius.

Sembilan dari sepuluh perempuan mualaf mengatakan agama mereka kini menuntun mereka berbusana lebih konservatif. Lebih dari setengahnya mulai mengenakan kerudung dan lima persen mengatakan telah mengenakan burqa.

Lebih dari setengah juga mengaku mengalami kesulitan setelah memeluk Islam karena sikap negatif dari keluarga.

Fiyaz Mughal, direkut Faith Matters mengemukakan "Memeluk Islam selama ini di-stigma oleh media dan secara keliru diasosiasikan dengan ideologi-ideologi ekstremis serta praktik-praktik diskriminatif."

Salah seorang yang kini memeluk Islam adalah Lynne Ali, (31),  bekas Disc Jockey.

Pada usia 19, dia menjadi mualaf dan mengaku bahagia bisa menemukan "jalan untuk keluar" dari kehidupan sebelumnya.

"Aku datang ke pesta ulang tahun ke-21 teman lamaku. Saat saya masuk bar, saya mengenakan jilbab sedangkan semua orang berpakaian minim. Mereka mabuk, berkata asal dan menari yang provokatif."

"Untuk pertama kalinya, dengan  sudut pandang orang lain, saya dapat melihat kehidupan saya dulu. Saya tahu pasti saya tak akan kembali ke hal seperti itu."

"Saya sangat bahagia menemukan jalan untuk keluar kabur. Inilah saya yang sebenarnya -- saya bahagia bisa salat lima waktu dan belajar di masjid. Aku kini bukan budak dari masyarakat yang kacau balau."
(A038/A038/BRT)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen