Ahad, 2 Januari 2011

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Iran Tembak Dua Pesawat Mata-mata Barat

Posted: 02 Jan 2011 06:59 PM PST

Teheran (ANTARA News) - Pengawal Revolusi Iran telah menembak jatuh dua pesawat "mata-mata Barat" di Teluk, kata seorang komandan pasukan elit militer sebagaimana dikutip oleh kantor berita Fars, Minggu

"Orang-orang Barat memiliki serangkaian kemampuan yang tidak dapat diabaikan, khususnya satelit, atau contohnya mereka memiliki pesawat mata-mata yang dapat mengambil gambar di beberapa tempat," Amir Ali Hajizadeh, kepala sayap pasukan udara dari Pengawal Revolusi itu, menguraikan, sebagaimana dikutip dari AFP.

Ia menyatakan bahwa pesawat mata-mata itu sebagian besar digunakan di Irak dan Afghanistan, tapi "beberapa pelanggaran terhadap kedaulatan kami" juga telah terjadi.

"Dan kami sejauh ini telah menjatuhkan banyak pesawat mata-mata terdepan mereka. Di Teluk Persia, kami tekah menjatuhkan dua dari pesawat-pesawat (mata-mata) mereka dan ini pertama kali bahwa kami mengatakan itu," kata Hajizateh tanpa memberikan penjelasan khusus kapan tepatnya dua pesawat mata-mata itu ditembak jatuh.

Ia juga berkoar bahwa semua pangkalan "musuh" di kawasan itu dalam jangkauan rudal Iran, merujuk kepada musuh lamanya Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwsa meskipun kapal-kapal induk digelar di wilayah itu, tak lagi ancaman bagi Iran.

"Ada waktu ketika sebuah kapal induk adalah sesuatu untuk bersandar dan ketika mereka mengatakan pada sebuah negara bahwa kapal ini telah bergerak ke arah pantai anda, pemerintah negara itu akan jatuh," kata Hajizadeh.

"Tapi sekarang ini telah menjadi ancaman bagi mereka. Kami mengawasi penuh musuh kami. Kami mencatat apapun perubahan yang terjadi di pantai kami. Ketika mereka bersiap-siaga di kapal perang atau ketika memakai baju pelampung untuk meluncurkan kapal di laut, kami menyadari itu."

Korps Pengawal Revolusi Iran, sasaran serangkaian sanksi AS, dibentuk sebagai pasukan untuk melindungi revolusi Islam 1979 dari ancaman internal dan eksternal.

Washington menjatuhkan sanksi baru terhadap Pengawal Revolusi bulan lalu dalam upaya untuk meningkatkan tekanan pada Teheran karena program nuklirnya yang Teheran katakan sepenuhnya damai, tapi negara-negara besar dunia duga ditujukan untuk membuat bom atom.

AS menerapkan sanksi pada tokoh terkait Pengawal Revolusi yang mencakup bekas menteri energi dan anggota Pengawal Revolusi Parviz Fattah. Departemen Keuangan AS juga memberikan sanksi pada Liner Transport Kish, karena "memberikan bantuan material, termasuk senjata, pada Hizbullah Libanon" atas nama Pengawal Revolusi.

Komandan-komandan Pengawal Revolusi telah berulang kali menyombongkan kemampuan pasukan mereka dan mengirim peringatan pada musuh regional Israel, yang seperti AS, tidak mengesampingkan serangan militer untuk mencegah Iran mendapatkan kemampuan senjata nuklir.

Armada Kelima angkatan laut AS dipangkalkan di Bahrain, hanya di seberang Teluk dari Iran. Para komandan Iran telah berulang kali mengancam untuk merintangi navigasi melalui Selat Hormuz yang strategis, yang menghubungkan Teluk dengan Lautan India, jika negara itu diserang.

Enampuluh persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Militer AS dan Badan Intelijen Pusat-nya secara tetap menggunakan pesawat mata-mata untuk melancarkan serangan rudal di daerah suku Afghanistan dan Pakistan, tapi biasanya tidak mengkorfimasi serangan itu.

Serangan pesawat mata-mata sangat tidak populer di antara rakyat Pakistan, tapi AS menyatakan serangan itu telah menewaskan sejumlah sasaran bernilai tinggi.
(ANT/A024)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Sainz Juara Tahapan Pertama Reli Dakar

Posted: 02 Jan 2011 06:56 PM PST

Cordoba, Argentina (ANTARA News) - Carlos Sainz dari Spanyol membuka awal dari usaha mempertahankan gelar setelah memenangi tahapan pertama kategori mobil Reli Dakar yang berlangsung antara Victoria dan Cordoba, Minggu.

Melaju pada urutan pertama di atas Volkswagen, Sainz tampil tercepat pada tahapan khusus 222 kilometer yang dihiasi badai hujan, dengan membuat catatan dua jam 18 menit 32 detik, unggul satu menit 31 detik di depan pereli dari Prancis, Stephane Peterhansel yang memacu BMW, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pemain dari Qatar, Nasser Al-Attiyah, runner-up tahun lalu setelah Sainz, berada di urutan ketiga dengan pautan waktu dua menit 16 detik dari pimpinan reli dari Spanyol itu.

"Rasanya mirip dengan Reli Inggris Raya. Sekitar 20 kilometer awal kami dihadang hujan," kata Sainz yang berusia 48 tahun.

"Kami tidak bisa melihat apa-apa. Apalagi kipas mobil saya sempat ngadat. Saya amat gembira hari ini sudah berakhir," tambah Sainz, mantan dua kali juara dunia reli.

Pebalap KTM memimpin perlombaan di kategori sepeda motor, ketika pemain dari Portugal Ruben Faria unggul 29 detik di depan penyandang gelar dari Prancis Cyril Despres dan pebalap favorit lainnya Marc Coma dari Spanyol di urutan ketiga dengan pautan satu menit 15 detik.

Sebanyak 140 mobil, 170 sepeda motor, 30 "quadbikes" dan 67 lori mengikuti perlombaan yang mengarungi tahapan 5.000km dari 9.500 km total rute yang dilalui peserta.

Setelah reli akbar ini diadakan 29 kali di Afrika antara 1979 dan 2007, akhirnya acara lomba dialihkan pada 2008 dengan alasan keamanan dan pada 2009 dan 2010 diadakan di Argentina dan Chile.

Tahapan kedua Senin diadakan antara Cordoba dan San Miguel de Tucuman, dan perlombaan berakhir di Buenos Aires pada 15 Januari. 
(ANT/A024)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan