Rabu, 29 Disember 2010

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Mahfud: Gus Dur Pertaruhkan Jabatan Demi Konstitusi

Posted: 29 Dec 2010 01:25 AM PST

JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai sosok yang tidak kenal kompromi dalam menegakan konstitusi.

"Saya mengingat perjuangan Gus Dur. Bagaimana Gus Dur menegakkan konstitusi. Seorang Gus Dur itu berani mempertaruhkan jabatan asal konstitusi tidak dipermainkan," katanya dalam peringatan 1 tahun wafatnya Gus Dur di Gedung MK, Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Bahkan, lanjut Mahfud, menjelang Gus Dur lengser dari jabatannya sebagai presiden, ada sekelompok orang yang menghubungi Mahfud dan meminta bertemu dengan Gus Dur.

"Mereka meminta agar Gus Dur mengeluarkan Dekrit dan Indonesia menjadi negara Islam, untuk melindungi Gus Dur. Tapi apa jawaban Gus Dur? Saya lebih baik tidak menjadi presiden daripada mengkhianati konstitusi," kata Mahfud menirukan.

Dia menambahkan, saat itu Gus Dur pun menegaskan bahwa Indonesia tetap harus menjaga pluralitas dan menjadi negara agama. "Negara ini dibangun bukan untuk agama. Mereka tidak perlu bela saya kalau hanya meminta itu. Begitu kata Gus Dur," ujar Mahfud.
(ded)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Syarief Hasan "Tantang" Taufiq Kiemas Soal Setgab

Posted: 29 Dec 2010 01:15 AM PST

JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Syarief Hasan "menantang" ucapan Taufiq Kiemas yang mengatakan bahwa Setgab koalisi bertentangan dengan demokrasi.
"Tunjukkan di pasal-pasal mana yang bertentangan dengan UUD. Kalau itu dirasa hanya asumsi, tidak ada yang membenarkan bahwa Setgab itu bertentangan dengan demokrasi," ucapnya.
 
Sebelumnya, Kiemas dalam konferensi pers di Gedung DPR, Selasa 28 Desember kemarin mengatakan, dalam demokrasi tidak dikenal adanya Setgab koalisi.
 
Oleh karenanya jika partai koalisi pemerintahan memahami demokrasi seharusnya tidak ada Setgab koalisi.
 
"Bukan karena PDIP nggak masuk Setgab. Tapi kalau masih mengerti demokrasi Pancasila, ya sebaiknya tidak ada Setgab," ujarnya.
 
Bahkan Kiemas menilai Setgab koalisi bertentangan dengan demokrasi Pancasila. Oleh karena itu, partainya memilih untuk tidak membangun koalisi. Sebab Setgab, menurutnya, hanya melindungi kepentingan mayoritas. Padahal, seperti diketahui bahwa dalam demokrasi yang diutamakan adalah musyawarah untuk kepentingan bersama.
(lsi)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan