Rabu, 29 Disember 2010

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


KPK Segera Proses Tokoh Korupsi Damkar

Posted: 29 Dec 2010 08:07 PM PST

KPK Segera Proses Tokoh Korupsi Damkar

Kamis, 30 Desember 2010 | 04:07 WIB

KOMPAS/ALIF ICHWAN

Mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (30/7 ). Hari Sabarno dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah daerah pada tahun 2003-2004.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memproses tokoh besar di balik kasus-kasus korupsi pengadaan pemadam kebakaran (damkar) di berbagai daerah.

"Soal damkar, benggolannya, tokohnya, kami segera proses. Istilahnya big fish-nya yang akan kami proses," kata Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Bibit Samad Riyanto, dalam konfrensi pers akhir tahun 2010 di Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Menurut dia, KPK cukup lelah selama ini menangani kasus-kasus korupsi pengadaan damkar yang terjadi di beberapa daerah.

Karena itu, di tahun 2011, Bibit mengatakan KPK akan menyelesaikan akar permasalah dari kasus pengadaan damkar selama ini. "Di 2011 kami matangkan supaya tidak ada tunggakan".

Sebelumnya diketahui bahwa KPK telah menyeret beberapa mantan gubernur dan pejabat eselon I terkait penyimpangan dalam  pengadaan pemadam kebakaran, salah satunya bekas Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah.

KPK pun telah menetapkan mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno menjadi tersangka dalam  skandal korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di 22 daerah.

Kasus dugaan korupsi damkar ini berawal dari radiogram Departemen Dalam Negeri bernomor 27/1496/Otda/ tanggal 13 Desember 2002 yang diteken oleh Dirjen Otonomi Daerah Oentarto Sindung Mawardi.

Surat itu meminta beberapa kepala daerah agar membeli damkar pada rekanan yang telah ditentukan, yakni PT Istana Sarana Raya milik Hengky Samuel Daud. Hengky sudah meninggal saat menjalani proses persidangan.

ANT

Sumber :

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Demokrat Tak Akan Halangi

Posted: 29 Dec 2010 11:45 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Demokrat tidak akan menahan partai yang sudah merasa tidak nyaman lagi bergabung dalam Sekretariat Gabungan Partai Koalisi. Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah mengatakan, meskipun koalisi hanya merupakan hasil kesepakatan-kesepakatan tidak tertulis, setiap partai yang tergabung di dalamnya, harusnya patuh terhadap komitmen bersama.

Kalau ada partai yang tidak nyaman di koalisi, tidak mampu kita menahannya.

-- Jafar Hafsah

"Kalau ada partai yang tidak at home (nyaman) di koalisi, tidak mampu kita menahannya," kata Jafar dalam jumpa pers Fraksi Partai Demokrat di gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Pernyataan Jafar tersebut terkait dengan sikap sejumlah partai koalisi yang tampak tidak menghargai lagi keberadaan Setgab. Terkait sikap anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menyatakan keinginan membentuk konsolidasi partai tengah dalam koalisi.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Saan Mustafa menambahkan, bergabung dalam koalisi merupakan suatu komitmen yang utuh. Jika bergabung dalam pemerintahan eksekutif, partai tersebut juga harus bergabung dalam koalisi legislatif. "Bukan dipilah-pilah. Kalau ada yang mengatakan saya hanya koalisi di eksekutif saja, itu perlu dipertanyakan," katanya.

Untuk menghindari partai yang memilah-milah dalam berkoalisi itulah, lanjut Saan, dibutuhkan Setgab. "Fungsinya menyamakan persepsi, pandangan, jangan sampai kebijakan pemerintah bangunan koalisi ketika masuk parlemen dimentahkan kembali oleh parpol koalisi," ungkapnya.

Saan juga memperingatkan agar setiap anggota fraksi mampu menyamakan sikap dengan sikap fraksinya. Sehingga tidak ada anggota fraksi yang menimbulkan polemik karena menyampaikan pendapat berseberangan dengan keputusan fraksinya.

Hal tersebut, kata Jafar, menjadi masalah tersendiri dalam koalisi. "Fraksinya tidak mensosialisasikan dengan baik pada tingkat implementasi," imbuh Jafar.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan