Rabu, 10 Julai 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Mesir makin gawat, pemimpin Ikhwanul diburu

Posted: 10 Jul 2013 09:24 PM PDT

Kairo (ANTARA News) - Mesir mengeluarkan surat penangkapan Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie dalam kaitannya dengan kekerasan maut di Kairo menyusul kemarahan kelompok pro Presiden Mohamed Moursi atas penggulingannya oleh militer.

Badie dan sejumlah pemimpin senior Ikhwanul Muslimin diburu atas dugaan menghasut kekerasan maut hari Senin lalu di luar markas besar Garda Republik di mana pendukung Moursi menuntut pembebasannya.

Moursi saat ini masih ditahan di sebuah tempat yang aman demi keselamatannya, kata juru bicara kementerian luar negeri Badr Abdelatty. "Sampai detik ini dia tidak dikenai tuduhan apa-apa."

Surat perintah penangkapan Badie ini akan mempersulit upaya perdana menteri sementara Hazem al-Beblawi dalam merengkuh kubu Islam politik ketika saat bersamaan dia sedang berupaya membentuk pemerintah sipil sementara.

Mantan menteri keuangan yang berhaluan liberal yang mulai Rabu lalu membentuk kabinetnya, siap menawarkan pos menteri kepada Ikhwanul Muslimin, lapor kantor berita Mesir MENA.

Namun Ikhwanul menolak tawaran ini. "Kami tidak bersepakat dengan para putschists. Kami menolak semua hal yang berasal dari kudeta ini," kata juru bicara Ikhwanul Muslimin Tareq al-Moursi kepada AFP.

Jumat pekan lalu Badie menyampaikan sebuah pidato lantang yang mengutarakan sumpah bahwa para aktivis Ikhwanul akan membanjir jalanan dengan berjuta-juta orang sampai kepresiden Moursi dipulihkan.

Setelah pembantaian hari Senin lalu, Ikhwanul Muslimin menyerukan pemberontakan.

Presiden sementara Adly Mansour telah menyusun jadwal pemilu awal tahun depan, di samping mengangkat Beblawi sebagai perdana menteri dan peraih Nobel Perdamaian Mohamed  ElBaradei sebagai wakil presiden bidang hubungan luar negeri.

Para penentang dan pendukung Moursi sama-sama mengkritik dekrit terbitan Mansour untuk mencampakkan konstitusi yang diusulkan kubu Islam. Ini mengantarkan Mesir kian terbelah.

Ikhwanul telah menyatakan menolak piagam itu karena dekrit itu dianggap dibuat olah para"putchists", dan koalisi juga kini terancam pecah.

Seorang pejabat salah satu partai anggota koalisi Front Pembebasan Nasional (NSF), yang menjadi oposisi utama di bawah kepemimpinan ElBaradei, mengkritik 33 ayat dalam piagam Mansour itu karena dianggap memberikan kekuasaan baru kepada presiden sementara.

"Anda kini seperti seorang munafik. Sepertinya Anda menentang kediktatoran, tapi kediktatoran yang berasal bukan dari kelompok Anda," kata partai tersebut.

Banyak anggota koalisi yang mengkhawatirkan terulangnya kesalahan-kesalahan yang dibuat di masa transisi pimpinan militer silam, yaitu antara setelah masa terdepaknya Hosni Mubarak pada 2011 dan keterpilihan Moursi pada Juni 2012.

Kelompok-kelompok pelindung HAM juga mengutuk penggunaan kekerasan berlebihan terhadap para pendukung Ikhwanul Muslimin hari Senin lalu, dan menyerukan sebuah investigasi yang independen untuk kasus ini, demikian AFP.

Amerika Latin sumpahi Amerika Serikat

Posted: 10 Jul 2013 08:48 PM PDT

Brasilia/Bogota (ANTARA News) - Negara-negara Amerika Latin menuntut Amerikan Serikat untuk lebih terus terang dalam menjawab tuduhan program pemata-mataan AS yang menciptakan gelombang kemarahan di mana-mana sekaligus bakal merusak posisinya di kawasan ini, demikian Reuters.

Kolombia, sekutu militer terdekat Washington di Amerika Latin, bergabung dengan pemerintahan-pemerintahan di kawasan ini yang menuntut jawaban atas data intelijen AS bahwa negeri ini memonitor lalu lintas internet di banyak bagian negara-negara Amerika Latin.

Sebuah surat kabar terkemuka Brazil melaporkan Selasa waktu setempat lalu bahwa Dewan Keamanan Nasional AS (NSA) telah membidik sebagian besar negara Amerika Lagtin dengan program pemata-mataan itu, mengutip dokumen yang dibocorkan Edward Snowden, buronan AS yang mantang kontraktor intelijen AS tersebut.

Di Brazil, yang adalah mitra dagang terbesar AS di Amerika Selatan, para senator yang marah mempertanyakan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Dilma Rousseff ke Washington Oktober mendatang yang diantaranya akan membahas rencana pembelian jet-jet tempur buatan AS berharga miliaran dolar AS.

Salah seorang senator mengatakan bahwa Brazil mesti menawarkan suaka kepada Snowden karena telah memberi informasi yang vital dan pening bagia kemanan nasional Brazil, sedangkan senator lainnya mengatakan Snowden harus diberi status kewarganegaraan Brazil.

Menghadapi pertanyaan-pertanyaan tajam dari Senat, Menteri Luar Negeri Brazil Antonio Patriota menyatakan bahwa kunjungan Rousseff ke Washington belumlah ditentukan.

Patriota mengatakan bahwa Duta Besar AS Thomas Shannon yang dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Brazil Selasa lalu, menjelaskan bahwa Amerika Serikat hanya mengumpulkan metadata dari lalu lintas email, tidak mengakses konten pesan email atau melakukan pengawasan ke teritori Brazil.

Patriota menepis ada perubahan dalam hubungan antara Brazil dan Amerika Serikat, namun mengakui pemerintahnya belum puas atas jawaban AS.

Di tengah memuncaknya kemarahan kawasan ini kepada AS, blok ekonomi Mercosur di Amerika Selatan berencana menyampaikan tanggapan keras pada satu pertemuan di Uruguay Jumat waktu setempat nanti.

"Kami akan sangat tegas...Amerika Serikat harus menunjukkan hormatnya kepada kedaulatan Amerika Latin dan ketika pemata-mataan ini terbukti, maka itu harus dihukum," kata Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timerman dalam wawancara dengan Radio del Plata.

"Yang mengejutkan adalah betapa masifnya pemata-mataan AS itu dan betapa cerobohnya mereka menjaga rahasia itu."

Negara-negara Amerika Latin ingin Amerika Serikat jujur mengatakan apa yang dimauinya di kawasan ini, dan kemudian meminta maaf, kata dia.

Sementara Kolombia menyatakan prihatin atas laporan-laporan mengenai program pengumpulan data tanpa izin oleh AS itu.

Kolombia dianggap sebagai sekutu militer dan diplomatik utama AS di kawasan ini menyusul selama berdekade-dekade terlibat dalam operasi bersama memberantas pemberontak Marxis dan geng penyalur narkotika.

"Dalam upaya menolak aksi-aksi spionase yang melanggar hak-hak privasi manusia selain juga konvensi internasional mengenai telekomunikasi, Kolombia meminta penjelasan dari pemerintah Amerika Serikat melalui duta besarnya di Kolombia," kata Kementerian Luar Negeri Kolombia.

Negara-negara lain di kawasan ini juga menyampaikan bahasa yang tegas mengutuk apa yang mereka sebut pelangagran terhadap kedaulatan mereka dan menginjak-injak hak privasi para individu.

"Chile mengutuk keras praktik mata-mata dari apapun asal, bentuk dan tujuannya," kata pemerintah Chile dalam satu pernyataan tertulis, seraya menambahkan akan mencari verifikasi untuk tuduhan itus. Chile selama ini menjadi sekutu dekat Washington.

Mengutip dokumen-dokumen yang dibocorkan Snowden, koran O Globo mewartakan bahwa program NSA tak saja menyakut militer namun juga rahasia-rahasia perdagangan, termasuk sumber daya minyak dan energi Venezuela dan Meksiko.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan bahwa pemerintah telah mencari klarifikasi atas tuduhan pemata-mataan itu.

"Meksiko menegaskan kembali bahwa hubungan kedua negara dilakukan dengan saling menghormati, dan mematuhi hukum, dan dengan keras mengutuk setiap penyimpangan dari praktik ini," kata sang pejabat.

Pemerintah Brazil menyatakan akan mencari penjelasan tambahan dari Amerika Serikat karena negeri ini tengah menyelidiki dugaan pemata-mataan itu. Kantor Presiden Rousseff menyatakan siapa pun dan perusahan apa pun yang terbukti terlibat di dalamnya akan dikenai sanksi.

Ketika ditanyai apakah Snowden akan dihadirkan untuk menjadi saksi di pengadilan Brazil, Patriota menyatakan tak mengesampingkannya.

Snowden diyakini sedang merundingkan keluarnya dia dari area transit di zona internasional bandara Moskow. Dia telah ditawari suaka di Venezuela, Bolivia dan Nikaragua.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan