Ahad, 7 April 2013

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Ibas Mundur dari Sekjen Demokrat?

Posted: 07 Apr 2013 01:07 AM PDT

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, dikabarkan akan mundur dari jabatan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Dia akan melanjutkan studinya untuk menempuh program doktor di luar negeri.

"Mas Ibas ambil program doktor di luar negeri," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok saat dihubungi, Minggu (7/4/2013).

Kemungkinan, lanjut Mubarok, Ibas tidak akan menduduki posisi Sekjen kembali di partai berlambang bintang mercy itu. Sementara untuk kandidat pengganti suami Siti Ruby Aliya Rajasa itu, Mubarok mengatakan belum dibicarakan di internal partainya. "Belum dibicarakan," singkatnya.

Namun yang pasti, sambung Mubarok, pengganti Ibas haruslah sosok yang menguasai administrasi politik. "Dia kuasai administrasi politik, mampu memanage, kayak Marzuki Alie dulu," tuturnya.

Kendati demikian, Mubarok mengatakan, putra bungsu Presiden SBY itu juga akan kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII mewakili lima daerah yaitu Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi di Pemilu 2014 mendatang.

Berita Selengkapnya Klik di Sini


(ugo)

Kasus Sprindik Bocor, Jangan Kaburkan Isu Pemberantasan Korupsi

Posted: 07 Apr 2013 12:49 AM PDT

DEPOK - Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Tohari menilai bocornya sprindik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan terlalu dibesar - besarkan. Sebab, kata dia, tak hanya sprindik, namun sama seperti halnya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga kerap kali beredar di publik.

Ia menegaskan bahwa KPK dan publik tetap harus fokus pada kasus korupsi itu sendiri, bukan memperbesar kasus bocornya sprindik. Bocornya sprindik baginya bukan fenomena baru. "BAP pun beredar dimana-mana. Jangan terkecoh dengan yang fundamental dan prinsipil. Intinya pemberantasan korupsi yang terpenting, jangan justru itu menjadi kabur," ungkapnya dalam acara simulasi Pemilih Pemula yang diselenggarakan CEPP (Center For Election & Political Party) FISIP UI, Depok, Minggu (07/04/2013).

Apalagi, kata dia, sprindik tersebut nyatanya sesuai dengan fakta, bukan sprindik palsu. Nyatanya, lanjut Hajriyanto, Apa yang dituangkan dalam sprindik bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka, memang fakta.

"Bukan sprindik palsu kan, nyatanya betul. Sesuai kenyataan. Jangan terpukau pada hal-hal insidental. Dan kita melupakan faktor intinya yakni pemberantasan korupsi. Jangan terlalu mendewa-dewakan prosedur, tak relevan. Kecuali kalau sprindik itu berbeda dengan apa yang terjadi. Kalau tak benar atau palsu dan digunakan untuk politik, manuver politik, fitnah dan pencemaran alat baik, itu yang salah," tukasnya.

Sebelumnya Komite Etik telah memberikan teguran tertulis kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad terkait kasus bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum. Meski terungkap bahwa pembocor sprindik Anas Urbaningrum adalah sekretaris Abraham Samad, Wiwin Suwandi.

Berita Selengkapnya Klik di Sini


(ahm)

Tiada ulasan:

Catat Komen