Ahad, 7 April 2013

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Tanggul Jebol, Pemakaman Terendam Selutut

Posted: 07 Apr 2013 08:02 AM PDT

Tanggul Jebol, Pemakaman Terendam Selutut

Penulis : Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha | Minggu, 7 April 2013 | 15:02 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Puluhan rumah di Desa Tarogong, Kabupaten Garut, terendam banjir akibat tanggul di Sungai Ciojar jebol, dan air sungai meluap saat diguyur hujan deras pada Sabtu (6/4/2013) malam. Bahkan kompleks pemakaman terendam hingga 50 Cm, atau selutut orang dewasa.

Salah seorang pegawai Desa Tarogong, Rahmat mengatakan, kawasan rumah warga yang terendam banjir berada di Kampung Tarogong Kolot. Setelah didata, jumlah rumah yang kebanjiran mencapai 50 kepala keluarga. Lokasi rumah warga tersebut hanya berjarak beberapa meter dari tanggul jebol.

"Saat hujan deras malam tadi, ada tanggul sungai jebol dan air meluap ke permukiman warga di dekatnya. Beruntung tak ada korban jiwa, meski beberapa rumah diketahui tidak bisa dihuni karena masih terendam banjir," terang Rahmat, saat dihubungi pada Minggu (7/4/2013).

Selain merendam puluhan rumah warga, air sungai itu pun merendam beberapa perkantoran pemerintah di Desa Tarogong. Bahkan, lahan yang dijadikan kompleks pemakaman desa pun terendam air setinggi lutut orang dewasa.

"Tingginya semalam mencapai selutut orang dewasa ada, lah. Kalau di rumah yang dekat dengan tanggul ada bagian dinding rumah yang retak-retak, dan tinggi air mencapai satu meteran," ujar Rahmat.

Kini, warga masih sibuk membersihkan sisa-sisa banjir seperti lumpur dan sampah yang berserakan di rumahnya masing-masing. Meski, air banjir telah surut, warga masih khawatir akibat banjir susulan. Terlebih, intensitas hujan masih tinggi terjadi di kawasan Garut dan sekitarnya. Warga pun sebagian ada yang mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri

Rel Tertimbun Longsor, Jalur KA Bandung-Tasik Sempat Terputus

Posted: 07 Apr 2013 07:34 AM PDT

Rel Tertimbun Longsor, Jalur KA Bandung-Tasik Sempat Terputus

Penulis : Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha | Minggu, 7 April 2013 | 14:34 WIB

RONY ARIYANTO NUGROHO

Ilustrasi Longsor. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

GARUT, KOMPAS.com - Tanah longsor menimbun jalur rel kereta api (KA) di Bojongsalam, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Sabtu (7/4/2013) malam sekitar pukul 23.30. Kejadian itu menyebabkan Jalur kereta api dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan sebaliknya terputus.

"Iya, telah terjadi longsor yang menghalangi jalur rel kereta api arah Bandung-Tasik dan sebaliknya," kata Kepala Polisi Resort Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana, kepada Kompas.com, Minggu (7/4/2013).

Menurut Umar, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, tumpukan material longsoran sempat menimbun rel kereta api, dan telah berhasil dievakuasi oleh anggota kepolisian dan warga setempat. Saat ini, jalur kereta telah bisa dilalui kembali setelah sempat terputus mulai Sabtu malam, sampai Minggu siang.

"Sekarang jalur rel sudah kembali normal dan telah dibuka kembali untuk dilintasi kereta api," ujar Umar. Kejadian serupa pernah terjadi di lintasan rel sekitar Stasiun Bumi Waluya, Malangbong, Garut. Jalur rel yang masih satu arah ini tertimbun material longsoran tebing di sampingnya. Kondisi tanah di sekitar jalur rel kawasan Garut, memang diketahui memiliki struktur tanah yang labil dan rawan longsor.

Editor :

Egidius Patnistik

Tiada ulasan:

Catat Komen