Ahad, 7 April 2013

Republika Online

Republika Online


Wuih, Wisata Kepulauan Seribu Dilayani Kapal Canggih

Posted: 07 Apr 2013 01:08 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memberikan kemudahan bagi warganya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu meluncurkan Kapal Operasional Pelayanan Terpadu Keliling (PTK). Kapal yang dilengkapi sejumlah fasilitas canggih ini nantinya akan melayani pengurusan administrasi kependudukan di 11 pulau pemukiman di wilayah tersebut. Untuk tahap awal, kapal ini hanya akan beroperasi satu kali dalam seminggu yakni setiap hari Selasa.  

Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi mengatakan, kapal yang dilengkapi sejumlah fasilitas canggih itu sebagai upaya pihaknya dalam memberikan pelayanan jemput bola kepada warga. Terlebih, letak geografis Kepulauan Seribu terdiri dari berbagai pulau sehingga memerlukan pelayanan khusus.

"Jadi tak cukup dengan mengandalkan pelayanan di kantor-kantor lurah maupun camat. Perlu sarana lebih cepat dan efektif salah satunya dengan kapal pelayanan terpadu keliling ini," ujar Achmad Ludfi, seperti dilansir situs beritajakarta.

Pelayanan kapal PTK ini, kata Ludfi, akan menjangkau 11 pulau pemukiman di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu seperti, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, Pulau Sabira, Pulau Harapan, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Payung, Pulau Pari, Pulau Lancang, dan Pulau Untung Jawa.

"Selama ini pelayanan terpusat di Pulau Pramuka. Warga yang tinggal di pulau-pulau terjauh tentu kesulitan mendapatkan pelayanan. Apalagi cuaca di Pulau Seribu tak menentu. Makanya, dengan kehadiran kapal ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan," katanya. 

Ke depan, kata Ludfi, kapal pelayanan terpadu keliling ini akan beroperasi setiap hari. "Untuk tahap awal, kami memang hanya mengoperasikan seminggu sekali yakni pada setiap hari Selasa. Kapal ini tergolong canggih dan kuat sehingga bisa tetap beroperasi melayani masyarakat meski kondisi cuaca kurang baik," ucapnya. 

Bandara di Taiwan Kini Miliki Rumah Makan Bersertifikat Halal

Posted: 07 Apr 2013 11:20 AM PDT

Senin, 08 April 2013, 01:20 WIB

traveltextonline.com

Restoran halal (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pengelola pelabuhan udara internasional Taoyuan di Taiwan menyediakan satu rumah makan pertama bersertifikat halal bagi penumpang yang menggunakan pintu masuk utama di pulau itu.

Rumah makan tersebut yang berada di Terminal Satu menyediakan makanan halal dengan cita rasa Thailand dan India, kata pengelola bandara itu, Taoyuan International Airport Corporation. Asosiasi Muslim China (CMA) di Taiwan mengeluarkan sertifikat halal untuk rumah makan tersebut.

Wakil Direktur Jenderal Biro Pariwisata Taiwan, Liu Hsi-lin pada acara penyerahan sertifikat halal itu mengatakan kalau langkah ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk menarik lebih banyak turis dari negara-negara Muslim seperti Malaysia, Indonesia dan Singapura.

"Wisatawan Muslim bagian penting dari pasar travel global," kata Liu seperti dikutip kantor berita CNA, Ahad (7/4). Liu menyebut bahwa pemeluk Islam mencapai 20 persen dari total populasi dunia.

Akhir Maret, sebanyak 16 rumah makan lagi di Taiwan diberitakan memperoleh sertifikat halal, yang dikeluarkan Biro Pariwisata bekerja sama dengan CMA, yang berkedudukan di Taipei. Enam belas rumah makan itu berlokasi di Taipei, New Taipei, Taoyoan, Taichung, Tainan, Hualien dan Taitung.

Untuk mendapatkan sertifikat halal di Taiwan, satu restoran harus memenuhi syarat-syarat dalam memilih jenis makanan, cara memasak dan menghidangkan makanan.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Tiada ulasan:

Catat Komen