Khamis, 11 April 2013

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


3.969 peserta UN Kubu Raya zikir bersama

Posted: 11 Apr 2013 08:14 AM PDT

Sungai Raya, Kalbar (ANTARA News) - Sebanyak 3.969 pelajar SMA sederajat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menggelar zikir bersama menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN) yang akan dilaksanakan pada 15 April.

"Siswa Kubu Raya yang akan mengikuti UN pada tahun ini sebanyak 3.969 orang. Untuk menghadapi UN tersebut, hari ini kita sengaja menggelar zikir bersama, guna mempersiapkan siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus di Sungai Raya, Kamis.

Frans menyatakan, untuk menghadapi UN tersebut, pihaknya sudah menggelar beberapa kali pelaksanaan uji coba ujian yang juga diperkuat dengan uji coba dari sekolah. Dengan adanya berbagai persiapan tersebut, dia optimistis siswa Kubu Raya bisa menghadapi UN dengan baik dan hasil UN tahun ini dipastikan lebih baik dibanding tahun kemarin.

"Target kita tahun ini Kubu Raya juara nasional untuk pelaksanaan UN. Yang namanya target tentu boleh saja tinggi, karena itu juga akan memacu siswa untuk bisa lebih baik mengerjakan soal ujian," tuturnya.

Dia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah mendistribusikan soal UN pada setiap kecamatan. Ditargetkan pada pagi hari menjelang pelaksanaan UN, soal-soal tersebut sudah sampai di sekolah.

"Untuk menjaga keamanan soal UN, kita bekerja sama dengan pihak kepolisian. Jadi, ketika soal-soal tersebut sampai di setiap kecamatan, langsung kita titipkan di kantor Polsek, demikian dengan pendistribusian di setiap sekolah, kita juga melibatkan rekan-rekan dari kepolisian," kata Frans.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendarwan menyatakan, dalam menghadapi UN dia mengharapkan agar siswa tidak menganggap UN tersebut adalah suatu beban. Karena, menurutnya itu hanya akan menjadi beban bagi siswa dan dapat mempengaruhi emosional dan psikologi siswa.

"Jika siswa bisa menjaga ketenangan sebelum dan saat menghadapi UN, maka dipastikan siswa akan bisa mengerjakan berbagai soal dengan mudah. Karena saya yakin, semua siswa sudah mempersiapkan dirinya dengan baik, tinggal bagaimana orang tua dan guru memberikan penguatan motivasi kepada mereka," kata Muda.

Sekolah diminta tidak tahan nomor UN siswa

Posted: 11 Apr 2013 07:46 AM PDT

Jambi (ANTARA News) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Rifa`i, Kamis, meminta agar pihak sekolah tidak menahan nomor ujian (UN) siswa dengan alasan apapun.

Menurut dia, nomor ujian adalah hak setiap siswa yang akan ikut UN, dan sekolah wajib menyerahkan nomor tersebut.

"Tidak ada alasan untuk menahan nomor ujian siswa, walaupun mereka, misalnya menunggak administrasi (SPP). Sekolah wajib memberikan nomor tersebut," katanya di Jambi.

Dikatakan Rifa`i, nomor ujian yang dikeluarkan oleh panitia ujian nasional sudah berdasarkan pada verifikasi dan dikeluarkan atas nama siswa yang akan ikut.

Dan jika siswa tersebut belum dapat menyelesaikan administrasi atau pembayaran SPP, sekolah tidak boleh menahannya.

Dijelaskan Rifa`i, saat ini seluruh nomor peserta UN telah berada di sekolah masing-masing. Kemungkinan pada Sabtu atau Minggu sebelum tanggal 15 April telah diserahkan kepada siswa peserta.

"Seperti tahun sebelumnya, nomor ujian akan diberikan sekolah kepada siswa satu atau dua hari menjelang UN," katanya.

Dalam UN kali ini, Rifai`i meyakini penggunaan 20 jenis soal berbeda dapat meminimalisir praktik penyebaran kunci jawaban ilegal.

"Penerapan aturan baru ini akan mempersulit oknum manapun untuk membuat kunci jawaban secara ilegal. Sebab setiap kursi akan mendapat setting soal berbeda," katanya.

Rifa`i mengimbau kepada seluruh siswa agar percaya diri dalam menghadapi soal UN supaya tidak tergoda dengan isu-isu kunci jawaban yang beredar. "Jika siswa percaya diri, maka isu-isu kunci jawaban itu tidak dapat mempengarhi mereka," tegasnya. (ANT)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan