Sabtu, 9 Mac 2013

Republika Online

Republika Online


Perbatasan Korut-Korsel, Satu Tempat Paling Menegangkan se Dunia

Posted: 09 Mar 2013 11:16 PM PST

Minggu, 10 Maret 2013, 14:16 WIB

WIKIMEDIA COMMONS

Menara Pengawas di zona demiliterisasi Korea

REPUBLIKA.CO.ID, Garis Demarkasi Utara dan Selatan Korea adalah salah satu perbatasan paling membuat nerves di Bumi. Meski Perang Korea secara teknis berakhir, Korea Selatan, Korea Utara dan AS masih dalam atmosfer perang.

Saat ini situasi yang terjadi, menurut Business Insider, Sabtu (9/3) kedua pihak terus menjaga perbatasan lewat menara pengawas. Ribuan tentara juga saling berhadapan satu sama lain menunggu perintah 'maju' untuk invasi.

Zona penyangga tersebut diciptakan pada saat gencatan senjata tahun 1953, antara Utara dan Selatan. Hingga kini kawasan itu disebut zona demiliterisasi (DMZ), namun dijumpai kehadiran militer dalam jumlah besar di sana,

Batas itu dipenuhi dengan pagar, ranjau dan tentara di kedua sisi yang sepertinya sama-sama gatal untuk menarik pelatuk.

Jejak Perang Dingin terlihat di sini dan dulu berlangsung panas. Lebih dari 300 Tentara AS dan Korea Utara dan hampir 400 netera Korea Utara terbunuh dalam pertempuran pada 1969. Itu belum termasuk beberapa insiden penyusupan dari Korea Utara yang hanya bisa ditakuti oleh suara tembakan peringatan.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

MU Sodorkan Kontrak Baru kepada Rooney

Posted: 09 Mar 2013 11:15 PM PST

Minggu, 10 Maret 2013, 14:15 WIB

businessinsider.com

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Manchester United sepertinya membaca sinyal kegalauan Wayne Rooney yang dilaporkan mulai tak kerasan tinggal di Old Trafford.

Kabar Rooney mulai gerah lantaran perannya sebagai pencetak gol diambil alih Robin van Persie muncul ke permukaan. Tak sedikit klub yang mulai mendekati ayah satu anak tersebut.

Namun, MU bergerak cepat memagari salah satu bintangnya tersebut, dengan menawarkan kontrak baru sebelum masa baktinya bersama Setan Merah kedaluwarsa pada 2015 mendatang.

"Tidak ada masalah dengan kontrak Rooney. Ketika kontrak itu perlu dibicarakan ulang, tentu itu akan kita lakukan," kata pelatih Alex Ferguson kepada The Mail, Ahad (8/3), jeang laga melawan Chelsea di perempat final Piala FA.

Media-media Inggris banyak memberitakan mengenai spekulasi Rooney kemungkinan akan disingkirkan Fergie setelah penyerang berusia 27 tahun itu tidak menjadi pemain utama di laga krusial Liga Champion melawan Real Madrid, Kamis (7/3) kemarin.

Rooney baru diturunkan pada menit ke-73 saat MU tertinggal 1-2 dari Madrid. Hasil itu membuat MU tersingkir dari kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Ferguson menegaskan Rooney tidak akan meninggalkan Theatre Of Dreams. "Dia akan berada di sini musim depan, Anda dapat mencamkan kata-kata saya itu," ujar pelatih asal Skotlandia itu.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Reuters

Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Tiada ulasan:

Catat Komen