Sabtu, 9 Mac 2013

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Penjaga Kolam Tewas Mengenaskan di Gubuknya

Posted: 09 Mar 2013 12:31 AM PST

PEKANBARU - Seorang penjaga kolam dan kebun sawit di Kabupaten Kampar, Riau ditemukan tewas mengenaskan di gubuk tempatnya tinggal. Petugas Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Korban diketahui bernama Dedi Rahman (35). Dia sehari-hari bekerja menjaga sebuah kolam serta kebun sawit di Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu.

"Kami tadi mendapat laporan sekitar pukul 08.00 WIB dari pemilik kolam bernama Ridwan. Laporannya ada pembunuhan," kata Kapolsek Siak Hulu, Kompol M Simbiring kepada Okezone di lokasi, Sabtu (9/3/2013).

Melihat kondisi korban yang mengalami luka di perut dan organ dalamnya terburai, polisi menduga Dedi merupakan korban pembunuhan. Petugas juga mengamankan sebilah golok dan besi dari lokasi kejadian, yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.

Kuat dugaan, pelakunya adalah mantan penjaga kolam yang menaruh dendam pribadi terhadap korban. "Kami bersama Polres Kampar saat ini tengah memburu pelakunya. Sejauh ini, kami belum mengetahui motif kasus ini," imbuhnya.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polra Riau di Pekanbaru untuk diautopsi. Sementara itu, warga masih berkerumun di lokasi kejadian.

Berita Selengkapnya Klik di Sini


(ris)

Mapolres OKU Dibakar TNI, Polisi Diminta Koreksi Diri

Posted: 09 Mar 2013 12:05 AM PST

JAKARTA - Pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) dinilai dinilai sebagai dari penembakan terhadap salah satu prajurit TNI oleh anggota Polres OKU pada 27 Januari lalu.

"Polisi harus beritahu pada tentara, kasusnya sudah sampai sini. Jadi orang tidak terobang-ambing. Polri harus mengkoreksi diri dengan cara kerjanya. Pengrusakan dan pembakaran itu hanya reaksi," ungkap Sosiolog Tamrin Amal Tamagola dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2013).

Hingga saat ini, sambung Tamrin, polisi belum memberi tahu proses penyidikan kasus tersebut sampai tahap mana. "Hal itu membuat pembentukan persepsi pada masyarakat, bahwa kasus tersebut di peti es kan," tandasnya.

Pada 27 Januari lalu, seorang anggota Yon Armed 15 melintas di depan pos polisi. Dia pulang dari pesta pernikahan temannya pada pukul 01.30 WIB. Prajurit itu berteriak "polisi gilo" kepada anggota Polri yang sedang berjaga. Polisi pun langsung menembak prajurit tersebut hingga tewas.

Proses hukum kasus tersebut sudah diambil alih Polda Sumatera Selatan namun belum ada titik terang. Tumpukan ketidakpercayaan pada proses penegakan hukum akhirnya pecah dalam bentuk aksi. Saat ini, pimpinan Kodam dan Polda juga tengah mengupayakan langkah-langkah agar insiden tidak meluas.

Berita Selengkapnya Klik di Sini


(ded)

Tiada ulasan:

Catat Komen