Rabu, 2 Januari 2013

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


30,66 persen penduduk Papua miskin

Posted: 02 Jan 2013 06:47 AM PST

Seorang pria suku Dani berjalan bersama babi peliharaannya di kawasan Mulia, Puncak Jaya, Papua, Jumat (16/11). Babi memiliki nilai penting bagi masyarakat Papua terutama untuk kegiatan adat sehingga harga babi pun menjulang tinggi dari Rp1,5 juta sampai Rp30 juta, tergantung ukurannya. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

... masih di kisaran 30,66 persen... "

Berita Terkait

Jayapura (ANTARA News) -Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi paling timur Indonesia itu, hingga posisi September 2012 masih sebesar 30,66 persen dari total jumlah penduduk. Setara dengan 976,37 ribu orang, terbanyak di pedesaan.

"Meski masih di kisaran 30,66 persen tetapi jumlah itu sudah menurun 0,44 persen dibandingkan posisi Bulan Maret yang berada pada kisaran 31,11 persen,"kata Kepala Bidang Sosial BPS Papua, Suntono, di Jayapura, Rabu.

Dia mengatakan, berdasar jumlah penduduk miskin di Papua pada bulan September 2012 bertambah 9,8 ribu orang dibanding dengan penduduk miskin pada Maret 2012 yang berjumlah 966,59 ribu orang.

"Dilihat menurut tipe daerahnya, penduduk miskin terkonsentrasi di daerah perdesaan, dimana pada september 2012 ada sebanyak 928,29 ribu orang (39,39 persen) penduduk miskin hidup di perdesaan sedangkan di perkotaan hanya sebesar 48,08 ribu orang (5,81 persen),"katanya.

Suntono menjelaskan, berdasarkan hasil survei selama tiga belas tahun terakhir (1999-2012) kondisi kesejahteraan masyarakat Papua kian membaik. Tercatat persentase penduduk miskin pada periode tersebut menurun secara signifikan sebesar 23,51 persen, yaitu dari 54,75 persen pada Maret 1999 menjadi 30,66 pada September 2012. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Bandar Udara Internasional Ketaping rawan abrasi

Posted: 02 Jan 2013 06:43 AM PST

Seorang warga melintas di belakang rumah yang terimbas abrasi pantai daerah Pasia Nan Tigo, Padang, Sumbar, Rabu, (11/4). Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumatera Barat, berupaya memperbanyak pembangunan batu pemecah ombak guna menekan dampak abrasi pantai diantaranya di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman Barat. (FOTO ANTARA/Arif Pribadi)

... bandara ini terancam abrasi dalam jangka panjang... "

Berita Terkait

Padang (ANTARA News) - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, Bandara Internasional Minangkabau Ketaping, Padang Pariaman, rawan terkena bencana abrasi dalam jangka panjang karena jaraknya tak jauh dari pantai.

"Jika tak ada langkah antisipasi seperti pembuatan bantu grib di bibir pantai kawasan Ketaping, bandara ini terancam abrasi dalam jangka panjang," kata Prayitno pada acara peresmian gedung pelarian di Padang, Rabu. Gedung ini ditujukan sebagai lokasi aman evakuasi tsunami.

Gedung berlantai empat itu, seluas 7.670 meter per segi yang mampu menampung 5.000 orang untuk evakuas sementara kalau terjadi gelombang tsunami dan dapat didarati helikopter.


Terkait bencana abrasi dan banjir bandang merupakan fenomena alam yang harus mendapatkan perhatian karena potensi cukup tinggi dan ada juga yang menelan korban jiwa, serta kerusakan permukiman.

Kawasan bibir pantai Sumbar cukup panjang mulai dari kawasan Kabupaten Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Tiku Agam sampai ke Sasak Pasaman Barat. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Komen