Rabu, 2 Januari 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Kartunis tersohor Prancis tolak penghargaan tertinggi

Posted: 02 Jan 2013 09:32 PM PST

Jacques Tardi lahir pada 30 AGustus 1946 di Prancis. Karyanya antara lain Adieu,Brindavoine; Adèle Blanc-Sec; Griffu; Ici Même; dan Tueur de cafards. (www.wikipedia.org)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Jacques Tardi, salah satu kartunis tersohor di Prancis, menolak penghargaan tertinggi bagi rakyat sipil dari negara.

Tardi, yang membuat serial "Adele Blanc-Sec", termasuk dalam daftar penerima penghargaan Legion d'Honneur pada 1 Januari lalu.

"Menjadi sangat terikat dengan kebebasan berpikir dan kreativitas, saya tidak mau menerima apa pun, dari pemerintah atau penguasa politik apa pun," katanya seperti dikutip BBC.

"Oleh karena itu, saya menolak medali ini dengan tekad terbesar saya," tambah dia.

Legion d'Honneur adalah penghargaan tertinggi Prancis yang dibuat Napoleon Bonaparte pada 19 Mei 1809 itu. Penghargaan itu diberikan kepada masyarakat Prancis yang berjasa kepada negara dalam bidang apa pun.

Tardi, yang mengaku mendapat inspirasi dari ayah dan kakeknya, mengatakan ia selalu mengolok-olok institusi.

"Adele Blanc-Sec" karya Tardi diangkat ke layar lebar pada tahu 2010 oleh sutradara Luc Besson.

Selain serial itu, Tardi juga terkenal dengan "Nestor Burma," cerita detektif hasil adaptasi novel karya Lo Malet.

(nta)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Clinton keluar dari rumah sakit paska perawatan

Posted: 02 Jan 2013 08:30 PM PST

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, saat berjalan keluar dari pesawat udara seusai mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/9). Kesehatan Clinton sempat terganggu setelah dia jatuh di kediamannya. Dia masih menyisakan persoalan penyerbuan dan pembantaian Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens, beberapa bulan lalu, (FOTO ANTARA/Widodo S Jusuf)

... perkembangan kesehatannya baik dan meyakini dia akan segera pulih... "

Berita Terkait

Washington (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan pembekuan darah dan kini dia masih dalam tahap pemulihan. Saat masih menjadi ibu negara, dia juga pernah mengalami pembekuan darah di kakinya.

"Menteri Hillary telah keluar dari rumah sakit malam ini. Tim medis menerangkan perkembangan kesehatannya baik dan meyakini dia akan segera pulih," kata Asisten Deputi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Philippe Reines, Rabu waktu setempat.

Dalam pernyataan resmi, Minggu, Clinton tidak pernah muncul ke publik sejak 7 Desember karena mengalami pembekuan darah di sekitar telinga kanan yang dipicu gegar otak. Dia harus menjalani perawatan di RS Presbyterian, New York.

Pembekuan darah itu merupakan temuan gangguan kesehatan dia setelah sebelumnya dia disebutkan terkena virus di perut akibat dehidrasi.

Beberapa waktu sebelum itu, dia sempat pingsan sekembalinya ke Amerika Serikat paska berkunjung ke sejumlah tempat di Eropa. Dengan gangguan kesehatan tersebut memaksa Clinton membatalkan sejumlah kunjungan ke Afrika Utara.

Dalam sebuah tayangan di CNN, dia bersama suaminya, Bill Clinton, dan anaknya, Chelsea, memasuki mobil tanpa dibantu siapapun.

Hillary dan keluarga memberikan ucapan terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan perawatan yang baik.

"Rasa syukur menyelimuti setelah ibu saya diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah. Tim medis telah bekerja baik dalam merawatnya," kata Chelsea Clinton di situs jejaring sosial twitter.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Victoria Nulan, mengatakan, selama perawatan Clinton melakukan koordinasi melalui telepon.

Istri Bill Clinton itu sempat bertemu dengan utusan PBB di Suriah dan Perdana Menteri Qatar, Sabtu, sehari sebelum dia dinyatakan menderita pembekuan darah dan memaksanya dirawat di rumah sakit.

Dokter yang merawat Hillary, Lisa Bardack dan Gigi El Bayoumi, mengatakan, Clinton tidak sampai stroke ataupun kerusakan syaraf.

Namun mereka menambahkan meski dia telah diobati tapi bila tidak menjalani perawatan yang benar bisa mengakibatkan ancaman kesehatan yang lebih buruk lagi.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Komen