Isnin, 17 Disember 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


China Tahan 93 Orang Penyebar Gosip Kiamat

Posted: 17 Dec 2012 07:07 AM PST

BEIJING - Pemerintah China menahan 93 orang yang dituduh menyebarkan kabar burung mengenai hari kiamat. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan penangkapan seorang pria yang terpengaruh dengan prediksi kiamat itu.

Ke-93 orang yang ditahan CHina berasal dari tujuh provinsi, termasuk di antaranya adalah Sekte Tuhan Yang Maha Esa. China melaporkan, seluruh anggota sekte kiamat itu menyebarkan selebaran mengenai kabar burung hari kiamat.

"Anggota sekte itu menggunakan metode Suku Maya untuk memprediksikan kiamat. Menurut mereka, matahari dan listrik tidak akan muncul tiga hari, dimulai pada 21 Desember 2012," demikian laporan dari media China, Xinhua, Senin (17/12/2012).

China sudah melakukan pembungkaman terhadap Sekte Tuhan Yang Maha Esa karena sekte tersebut berniat memerangi Partai Komunis China. Mereka pun menyebut Partai Komunis China dengan sebutan "Naga Merah."

Penangkapan itu dilakukan bersamaan dengan penangkapan Min Yingjun. Min adalah pria korban ramalan kiamat di China. Min yang mengalami gangguan mental, menusuk 23 orang bocah sekolah dasar.

Menurut kepolisian China, Min ditangkap atas tuduhan membahayakan keamanan warga. Pria itu diduga mengalami tekanan mental usai mendengar prediksi kiamat yang didasarkan pada kalender Suku Maya.(AUL)

Senjata Kimia Suriah Tetap Jadi Sumber Ancaman

Posted: 17 Dec 2012 06:32 AM PST

ANKARA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) khawatir senjata kimia yang dimiliki oleh Suriah dapat jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab seiring dengan melemahnya posisi rezim Bashar al-Assad di berbagai wilayah di Suriah.  
Minggu lalu kelompok pemberontak Suriah yang dipimpin oleh Front al-Nusra berhasil menguasai markas militer Sheikh Suleiman di dekat Kota Aleppo, Suriah. Markas Sheikh Suleiman diduga sebagai salah satu tempat yang dipakai Pemerintah Suriah untuk menyimpan senjata kimianya, walaupun pihak pemberontak mengaku tidak menemukan senjata kimia di markas tersebut.
 
Front al-Nusra yang memimpin serangan terhadap markas itu sendiri diduga memiliki hubungan dengan kelompok Al-Qaeda yang berbasisi di Irak. Pemerintah AS pun telah memasukkan Front al-Nusra dalam daftar organisasi teroris yang dimilikinya.
 
Jenderal Adnan Silou, Seorang pensiunan pejabat militer Suriah, menyatakan tempat penyimpanan senjata kimia di Suriah biasanya dijaga oleh ribuan tentara pemerintah. Silou sendiri sempat mendapatkan tugas untuk melindungi senjata kimia di negaranya itu.
 
Silou menyatakan dengan semakin tertekannya posisi pasukan pemerintah membuat tempat-tempat penyimpanan senjata kimia di Suriah dapat saja jatuh ke tangan kelompok pemberontak, seperti diberitakan Washington Post, Senin (17/12/2012).
 
"Saya kira kelompok koalisi oposisi ataupun kelompok islam radikal cepat atau lambat dapat merebut senjata kimia yang disimpan pemerintah Suriah," ujar Silou di kediamannya di Turki.
 
Pemerintah AS sendiri telah menyiapkan sebuah skenario apabila senjata kimia Suriah tersebut benar-benar jatuh ke tangan teroris. Skenario yang masih dirahasiakan oleh pemerintah AS itu disebut-sebut memungkinkan militer AS untuk melakukan operasi militer di Suriah dengan dibantu oleh Turki dan Jordania.
 
"Keadaan ini sangat sulit untuk AS karena kita tidak dapat mengontrol apa yang terjadi di Suriah," ujar Jeanne Shaheen, Senator AS dari Partai Demokrat.
(AUL)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan