Sabtu, 27 Oktober 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Penggal Kepala Bos Kriminal, Wakil Walikota Hadiahi Rp1 M

Posted: 27 Oct 2012 03:02 AM PDT

DAVAO - Wakil Walikota Davao, Filipina, menawarkan uang tunai sebesar USD121 ribu atau sekira Rp1,1 miliar bagi siapapun yang bisa memenggal kepala ketua kelompok kriminal pencuri mobil. Ketua kelompok kriminal itu bernama Ryan Yu.

Wakil Walikota Davao Rodrigo Duterte menawarkan sayembara berhadiah bagi siapapun yang bisa menangkap Ryan Yu dalam keadaan hidup, mereka akan diberikan USD48.400 (Rp464 juta). Namun bila seseorang berhasil membunuhnya, Duterte siap memberikan USD96.800 (Rp929 juta).

Duterte pun akan memberikan dana tambahan senilai USD24.200 (Rp234 juta) bila kepala Yu dipenggal. Duterte meminta agar kepala Yu dimasukkan ke dalam karung berisi es agar tidak bau. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (27/10/2012).

Sayembara heboh itu dikecam keras oleh aktivis HAM dan Komisi Ham Filipina. Menurut Ketua Komisi HAM Filipina Lorreta Rosales, Duterte sudah melangar hukum dengan menetapkan hukuman tanpa proses peradilan.

Rosales mendesak Menteri Dalam Negeri Filipina Mar Roxas untuk menindaklanjuti Duterte. Selain menggelar sayembara kontroversi, Duterte juga dituduh mengoperasikan pasukan khusus yang bertanggung jawab atas kematian dari 200 tersangka kriminal pada 2004 hingga 2009 silam. Meski demikian, Duterte menepis tuduhan itu.

Duterte memang terkenal dalam reputasinya dibidang penangkapan anggota kriminal Filipina dan politik Filipina. Putri Duterte menjabat sebagai walikota di salah satu wilayah Filipina. Sementara itu putranya, Paolo, masih berambisi untuk merebut kursi wakil walikota.

Sayembara pemenggalan Yu juga menjadi bagian dari janji kampanye Duterte beberapa tahun silam. Salah seorang pejabat Filipina menilai, sayembara penangkapan Yu bersifat legal, namun pembunuhan tetaplah tidak dapat dibenarkan.(AUL)

KTT Negara Eks-Soviet Diundur karena Putin Sakit?

Posted: 27 Oct 2012 02:02 AM PDT

MOSKOW - Pertemuan tingkat tinggi (KTT) dari negara pecahan Uni Soviet terpaksa diundur. Menurut laporan, pengunduran waktu itu disebabkan karena Presiden Rusia Vladimir Putin menderita sakit punggung.

KTT Persemakmuran Negara-negara Merdeka (PNM) akan digelar pada 2 November mendatang. Pengunduran waktu pertemuan itu sudah disepakati oleh seluruh presiden di negara yang memisahkan diri dari Soviet pada 1991 silam.

"Tanggal pertemuan itu sudah dikonfirmasi. Pertemuan itu juga sudah disepakati oleh seluruh presiden," ujar juru bicara PNM Vera Yakubovskaya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/10/2012).

Yakubovskaya menolak untuk berkomentar mengenai alasan pengunduran waktu KTT PNM. Sementara itu, Kremlin turut membantah laporan dari salah seorang pejabat Rusia yang menyebutkan bahwa, Putin absen dari kunjungan luar negerinya karena menderita sakit punggung.

Bagi Putin, KTT PNM akan menjadi salah satu prioritas pentingnya. Hal itu diucapkan olehnya usai Putin dilantik menjadi Presiden Rusia untuk priode ketiga.

Salah satu isu yang berkembang di KTT PNM adalah integrasi perekonomian antar negara eks-Soviet. Putin juga sering mengkampanyekan persekutuan Uni Eurasia yang selama ini dipandang sebagai ancaman bagi Georgia. Kazakhstan dan Belarusia juga akan bergabung dalam persemakmuran itu.

Usai dilantik sebagai Presiden Negeri Beruang Merah, presiden yang menggemari olahraga judo itu menggelar pertemuan dengan pemimpin negara eks-Soviet. Mereka pun memuji keberhasilan Putin yang kembali ke kursi presiden, serta membahas rencana KTT PNM, sebelum Putin bertolak ke Belarus dan Eropa.(AUL)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan