Ahad, 2 September 2012

Republika Online

Republika Online


Inilah 4 Alasan Pentingnya Berhubungan Suami Istri

Posted: 02 Sep 2012 09:07 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Aktivitas seks dengan pasangan bukan hanya bentuk luapan nafsu belaka. Lebih dari itu, berhubungan seks antara pasangan suami istri secara teratur dapat membuat hidup lebih sehat dan bahagia.

Berikut 4 alasan mengapa Anda perlu berhubungan seks:

Seks mencegah flu

Penelitian yang dilakukan di Wilkes University di Wilkes Barre, Pennsylvania menemukan bahwa pasangan yang rajin melakukan hubungan seks satu hingga dua kali seminggu memiliki kadar imunoglobin A atau IgA. Antibodi ini bertugas melindungi tubuh dari infeksi dan cuaca dingin penyebab flu.

Seks membantu turunkan berat badan

Anda sedang berdiet? Sebaiknya tingkatkan aktivitas seks Anda dengan pasangan. The American Journal of Cardiology menyebutkan, aktivitas seks bisa membakar 85 – 250 kalori. Bahkan menurut Harvard Medical School, aktivitas seks ringan sampai sedang sama seperti orang melakukan olahraga yang dapat membakar lemak.

Seks mengurangi risiko kanker prostat

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, semakin sering seorang pria berejakulasi dalam sebulan, maka semakin kecil risiko orang tersebut menderita kanker prostat.

Seks mengurangi tingkat kematian

Tim peneliti Harvard Medical School menyatakan, pria yang melakukan orgasme tiga kali atau lebih dalam seminggu dilaporkan memiliki kesempatan 50 persen lebih rendah dari bahaya kematian. Para peneliti dari State University of New York dan University of Liverpool juga menemukan bahwa baik pria atau wanita yang aktif secara seksual serta jarang menggunakan kondom lebih sedikit mengalami depresi, dan lebih produktif dalam pekerjaan mereka.

Agar Anak Lebih 'Pede', Coba Kiat Ini

Posted: 02 Sep 2012 08:04 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Orangtua mana yang tak senang jika putra-putrinya bisa tampil penuh percaya diri dan tidak pemalu? Nah, berikut ini ada sejumlah kiat agar orangtua mampu ''menolong'' putra-putrinya untuk mengatasi rasa malu tersebut. 

1. Jangan paksakan si kecil untuk bertemu orang baru atau mengalami pengalaman baru. Penelitian menunjukkan, orangtua yang bersikap akrab dan tidak memaksa justru lebih berhasil ketimbang mereka yang bersikap kelewat keras. 

2. Hindari bersikap over-protective. Menyaksikan si kecil tengah ''berjuang'' menghadapi situasi baru memang menyakitkan. Namun jika ia selalu ''diselamatkan'' maka ia tidak akan belajar bagaimana caranya untuk memperoleh rasa percaya diri.

3. Lakukan secara bertahap. Berilah penghargaan saat si kecil berhasil mencapai kemajuan -- sekecil apapun kemajuan tersebut. Dengan cara ini, ia akan memperoleh rasa percaya diri yang dibutuhkan untuk mengatasi rasa malunya. Ketika ia ketakutan saat menghadapi situasi baru, ingatkanlah kesuksesan yang pernah diraihnya. 

4. Bangunlah hubungan persahabatan secara perlahan. Langkah pertama, Anda mungkin bisa mengundang seorang kawan si kecil untuk datang ke rumah Anda. Ada kalanya anak-anak yang pemalu merasa lebih nyaman jika bermain dengan anak-anak yang sedikit lebih muda usianya dibanding dirinya. 

5. Bicaralah kepada guru. Langkah ini penting bagi anak-anak yang telah bersekolah. Sebelum acara sekolah dimulai, ceritakanlah perangai si kecil kepada gurunya. Katakan pada sang guru bahwa sikap diam si kecil bukanlah berarti ia kekurangan minat untuk belajar. Pasalnya, guru kadang mengabaikan anak-anak yang pemalu.

6. Dorong si kecil untuk ikut serta dalam kegiatan baru. Anak pemalu biasanya tidak menyukai situasi sosial yang memiliki aktivitas kelompok, seperti olah raga. Namun mendorong mereka terlibat dalam kegiatan tersebut bermanfaat untuk ''memperkenalkan'' dirinya pada anak-anak lain, sekaligus membuatnya merasa percaya diri. 

7. Agar si anak lebih nyaman, ikutkan ia dalam aktivitas yang sesuai dengan minatnya. Jika ia suka menggambar, misalnya, dorong ia untuk ikut les melukis. 

Namun yang paling penting dari semua itu adalah dukungan Anda sebagai orang yang dipercaya oleh si anak. Ingat, jangan sekali-kali memaksakan kehendak karena bagaimana pun anak-anak adalah manusia yang juga memiliki kepribadian sendiri. 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan