Selasa, 21 Ogos 2012

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Kulon Progo dirikan warung rakyat saingi toko waralaba

Posted: 21 Aug 2012 06:32 PM PDT

Kulon Progo (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan mendirikan 100 warung rakyat dalam waktu tiga bulan kedepan.

"Selama Agustus ini, telah berdiri 40 warung. Tapi kami menargetkan dalam waktu satu bulan kedepan mampu mendirikan 100 warung rakyat," kata Bupati setempat Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan, warung rakyat ini sebagai upaya pemerintah Kulon Progo bersaing dengan toko-toko modern. Warung rakyat berada di setiap desa-desa yang ada di wilayah setempat.

"Kalau daerah atau kabupaten lain berlomba-lomba membuat peraturan daerah tentang letak toko modern harus berjarak 100 meter dari pasar tradisional, tapi Kulon Progo tidak. Kami juga harus bersaing, supaya kami juga mendapatkan keuntungan dan perekonomian masyarakat juga terangkat," kata Hasto.

Warung rakyat, kata Hasto, menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dan barang dagangannya juga sama dengan di toko modern. Harga di warung rakyat juga jauh lebih murah.

"Kami bekerja sama dengan Yayasan Damandiri mendirikan Toserba Posdaya yang akan menyuplai segala kebutuhan yang dijual di warung rakyat. Toserba Posdaya merupakan solusi untuk menaungi usaha-usaha kecil yang semakin tergusur dengan menjamurnya pasar modern atau toko modern di tingkat pedesaan," katanya.

Warung rakyat, kata Hasto, merupakan usaha kelompok 10 kepala keluarga terdiri empat KK sejahtera dan enam kurang sejahtera, yang merupakan salah satu usaha pengentasan kemiskinan.

"Pemerintah Kulon Progo sedang menggalakkan semangat "beli dan bela Kulon Progo" maupun cinta produk Indonesia. Warung rakyat dikelola orang miskin tetapi punya semangat untuk maju, jujur dan menghayati kemiskinan.

(KR-STR)

Ada opor ayam dan sambel goreng hati di Jenewa

Posted: 21 Aug 2012 06:15 PM PDT

London (ANTARA News) - Jamuan ketupat sayur dan opor ayam, sambal goreng hati sapi, aneka sate, serta aneka ragam hidangan nusantara menjadi santapan bagi lebih dari 250 orang Indonesia yang bekerja di berbagai badan dan organisasi internasional, serta di bidang lain dalam acara "open house" di Jenewa.

Khidmatnya suasana Idul Fitri semakin terasa dengan terbangunnya suasana kebersamaan yang penuh dengan rasa kekeluargaan di antara para jamaah dan warga masyarakat Indonesia dalam acara silaturahim setelah Shalat Idul Fitri, kata Sekretaris Tiga PTRI Jenewa, Nanda Avalist, kepada ANTARA London, Rabu.

Kuasa Usaha Ad Interim Perutusan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Duta Besar Edi Yusup, mengatakan perayaan Idul Fitri 1433 H merupakan momentum yang berharga untuk melestarikan nilai kesabaran, keikhlasan, peduli sesama, dan semangat ukhuwah yang telah terpupuk selama ini.

Dubes mengingatkan masyarakat Indonesia di Jenewa agar memanfaatkan momentum Idul Fitri 1433 H untuk senantiasa menjaga tali silaturahim dan hubungan kekeluargaan, kekompakan dan keakraban yang positif.

Dalam acara halal bil halal, Dubes Edi Yusup dan Senny Syahfinar Yusup menjamu para tamu di Wisma Deputi Wakil Tetap RI sebagai ajang silaturahim, dan saling bermaaf-maafan antara staf dan keluarga besar PTRI Jenewa, dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Jenewa dan sekitarnya.

Ekspresi keceriaan dan kegembiraan terpancar di wajah para hadirin sebagai bentuk kebahagiaan dalam merayakan hari kemenangan bersama setelah menjalankan Ibadah Puasa pada bulan suci Ramadan.

Perayaan Idul Fitri 1433 H adalah puncak dari rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung selama Ramadhan di PTRI Jenewa, Shalat Tarawih berjamaah, peringatan Nuzulul Quran, I`tikaf, serta Malam Takbiran menjelang 1 Syawal 1433 H, di bawah koordinasi Kelompok Pengajian Islam "Nurul Iman" --yang berada di bawah asuhan PTRI Jenewa.

(H-ZG)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan