Ahad, 15 Julai 2012

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Cara mengerem motor yang baik dan benar

Posted: 15 Jul 2012 07:00 PM PDT

Serpong, Tangerang (ANTARA News) - Apa jadinya jika anda mengendarai motor dalam kecepatan tinggi dan ada mobil mendadak berhenti di depan anda atau ada gangguan lainnya. Jika anda tidak menguasai teknik rem yang baik dan benar, maka tak ayal anda dapat menabraknya.

"Umumnya orang meremehkan 'ngerem' maunya ngebut saja, padahal yang paling sulit adalah 'ngerem'," kata Kepala Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu ketika menjadi pembicara dalam pelatihan Forwot Safety Riding di Serpong, Tangerang akhir pekan lalu.

Jusri mengatakan semua produsen motor selalu mengembangkan sistem pengereman agar bekerja maksimal seperti sistem pengereman tromol,cakram hingga yang modern seperti Air Brake System (ABS) dan Brake Assist (BA).

Hal itu karena sistem pengereman adalah faktor yang paling penting untuk sebuah sepeda motor.

"Ada kesalahan kaprah, orang-orang berpikir motor akan langsung berhenti ketika direm. Padahal motor tidak akan berhenti seketika ketika pengendara menekan tuas rem. Jadi fungsi rem bukanlah menghentikan motor tapi menahan laju roda motor," katanya.

Motor tidak bisa langsung berhenti seketika dan kita harus memprediksi titik berhentinya motor dengan laju jalan.

Sistem pengereman yang benar adalah berdasarkan jarak kecepatan sepeda motor.

Jika sepeda motor berada di kecepatan 30 KM, maka pengendara harus menggunakan rem belakang bukan rem depan.

"Dalam kecepatan lambat, rem belakang akan mengunci laju roda secara maksimal, rem belakang lebih dapat mengontrol," katanya.

Sebaliknya jika kecepatan motor tinggi vatau di atas 40 KM ke atas, maka pengendara harus mengkombinasikan rem depan dan belakang dengan komposisi rem depan lebih besar. Jika kecepatan 40-50 KM, maka perbandingannya 60 : 40, rem depan 60 persen dan rem belakang 40 persen.

Jika kecepatan motor 50-70, komposisi rem depan 70 persen dan rem belakang 30 persen. Penggunaan rem depan biasanya digunakan di sirkuit yang membutuhkan kecepatan tinggi.

"Pengeraman yang benar adalah tekan ruas rem - lepas, tekan - lepas, tekan lagi - lepas lagi dan seterusnya hingga motor berhenti. Jangan sampai menekan rem terus karena akan membuat rem terkunci," katanya.

Injak rem sebelum sepeda motor melewati jalanan berlubang atau tikungan. Jika jalanan dalam kondisi licin, pengereman sebaiknya dengan cara halus dan pelan-pelan.

(adm)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Jokowi diminta tak terpengaruh pernyataan Anas Urbaningrum

Posted: 15 Jul 2012 06:26 PM PDT

Jokowi-Basuki (ANTARA/M Agung Rajasa)

....tidak perlu ditanggapi Jokowi secara berlebihan."

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat berharap kepada pasangan Jokowi-Basuki  tidak terpengaruh dengan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Sebelumnya, Anas di Pacitan Jawa Timur, menyebut pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) akan mengalahkan Jokowi-Basuki pada putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta.

"Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang meyakini Foke akan mengalahkan Jokowi dalam putaran kedua pemilukada Jakarta, saya kira tidak perlu ditanggapi Jokowi secara berlebihan," kata Martin Hutabarat di Jakarta, Senin.

Martin menyarankan kepada Jokowi-Basuki untuk tetap fokus dan tidak mengubah cara-cara yang telah dilakukan dalam menyapa masyarakat.

Selain itu, anggota Komisi III DPR RI juga menyarankan agar  tekad Jokowi untuk memberantas korupsi dan menciptakan pemerintahan yang bersih di Jakarta harus terus dikumandangkan.

"Rakyat sudah sangat dongkol terhadap korupsi. Rakyat Jakarta merindukan pemimpin yang serius memberantas korupsi dan memiliki rekam jejak yang bersih," ujar dia.

(zul)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Tiada ulasan:

Catat Ulasan