Sabtu, 3 Mac 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Operator tambang BCS tewas terendam lumpur

Posted: 03 Mar 2012 06:12 AM PST

Kotabaru (ANTARA News) - Operator alat berat, Syamsul (40), ditemukan tewas di kubangan lumpur sedalam 12 meter bekas tambang batu bara PT Bahari Cakrawala Sebuku di Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

"Hari ini korban ditemukan tewas di dalam lumpur," kata Kapolsek Pulau Sebuku Ajun Komisaris Polisi Sigit Cahyono, kepada ANTARA Sabtu.

Kapolsek mengaku belum bisa meminta keterangan bebrapa orang saksi yang dianggap mengetahui kronologis kejadian yang menyebabkan operator alat berat asal Riau itu tewas.

Kami masih belum bisa meminta keterangan para saksi, karena mereka sedang sibuk mengurus jenazah rekannya," ujar Sigit.

Kejadian itu, ujar dia, terjadi bertepatan saat ada kunjungan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani ke perusahaan BCS di Pulau Sebuku pada Kamis (1/3).

Kehadiran Bupati untuk melantik dua kepala Desa di Kecamatan Pulau Sebuku, dan menghadiri ekspos Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana pelurusan dua Sungai, yakni, Sungai Dungun dan Serakaman.

Syamsul terjebak lumpur sedalam 12 meter, bekas galiang batu bara.

Menurut informasi, terang Sigit, galian yang dipenuhi lumpur tersebut merupakan bekas galian perusahaan kontraktor PT Buma yang sudah lama ditinggalkan.

"Kalau dilihat dari permukaanya, lumpur tersebut sudah mengeras, tetapi ternyata dalamnya masih cukup lembek," terangnya.

Sigit mengemukakan, tim merasa kesulitan dalam melakukan pencarian, karena lumpur yang terlalu dalam.

"Pencarian terpaksa dengan excavator, karena medannya yang sangat sulit," pungkasnya.

PT Bahari Cakrawala Sebuku merupakan salah satu perusahaan batu bara di Kotabaru yang mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B).

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Universitas Bakrie ditargetkan beropersi 2013

Posted: 03 Mar 2012 06:10 AM PST

Bogor (ANTARA News) - PT Bakrieland Development Tbk menargetkan pada 2013 Universitas Bakrie sudah mulai beroperasi di Bogor Nirwana Residence.

"Pembanguan Universitas Bakrie di Bogor Nirwana Residence (BNR) terus digarap, dan pada 2013 nanti, seluruh mahasiswa sudah dapat berkuliah di Bogor," kata Direktur Pemasaran BNR Ujang Sumarna di Bogor, Sabtu.

Ujang mengatakan, pembangunan Universitas Bakrie dilakukan beberapa tahap. Lahan kampus inti yang dibangun berada di atas tanah seluas 25 hektar.

Rencananya, Universitas Bakrie di BNR akan dilengkapi dengan asrama yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang tinggal di luar pulau Jawa.

Sementara itu, Rektor Universitas Bakrie Prof Ir Sofia W Alisjahbana mengatakan, untuk saat ini para mahasiswa sudah melangsungkan perkuliahan di kampus Universitas Bakrie di kawasan Kuningan.

Sofie menyebutkan, jumlah mahasiswa yang ada saat ini sebanyak 1.200 orang. Banyaknya jumlah mahasiswa tersebut sehingga perlu pengembangan universitas di luar daerah.

"Dengan hadirnya Universitas Bakrie di BNR akan menambah saran dan prasarana pendidikan di kampus ini tentunya akan mendukung sistem belajar mengajar mahasiswa," katanya.

Ia mengatakan, secara resmi Universitas Bakrie akan aktif beroperasi tepatnya September 2014, dimana pembangunan gedung akan selesai 2013.

Pembangunan kampus Universitas Bakrie di BNR akan dilengkapi dengan fasilitas belajar mengajar, laboratorium, sarana olah raga, ibadah dan asarama.

"Nantinya kampus ini akan bisa menampung 2.000 orang mahasiswa, seiring dengan pengembangan hingga 2014, daya tampung akan meningkat menjadi 4.000 mahasiswa," katanya.

Terdapat 10 program studi di Universitas Bakrie diantaranya empat jurusan sosial terdiri dari manajemen akutansi, politik serta enam jurusan eksat yakni tekni sipil, lingkungan dan ilmu pangan.

Ia menambahkan, Universitas Bakrie juga menyediakan berbagai macam beasiswa bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Bakrie.

(KR-LR/E001)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan