Ahad, 16 Oktober 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Wakatobi gelar "Indonesia International Environmental Film Festival"

Posted: 16 Oct 2011 06:58 AM PDT

ilustrasi anak suku bajo bermain di pesisir pantai Desa Hakatutobu, Pomala, Kab. Kolaka, Sultra (ANTARA/Zabur Karuru)

Berita Terkait

Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, akan menggelar "Indonesia International Environmental Film Festival" di Wakatobi pada 26 - 30 Oktober 2011.

Bupati Wakatobi Hugua di Kendari, Minggu, mengatakan Indonesia International Environmental Film Festival yang akan digelar di lapangan terbuka itu akan dihadiri produser film Indonesia dan internasional.

"Produser film Indonesia yang akan hadir dalam festival itu yakni Garin Nugroho, Mira Lesmana, dan Rizi Reza. Sedangkan produser film internasional adalah Vincent Moon, Dave Arnol, dan Justin Robertson," katanya.

Selain itu, kata dia, juga akan dihadiri sejumlah bintang sinetron nasional terutama pemeran utama film dokumenter Wakatobi berjudul `The Mirror Never Lies`, atau cermin tidak pernah berbohong, Atiqoh Hasiholan dan Reza Rahardian serta Nicholas Saputra.

"Pemeran utama film `The Mirror Never Lies` dihadirkkan pada Indonesia International Environmental Film Festival itu karena film dokumeter itu merupakan salah satu film yang akan diputar dalam festival tersebut," katanya.

Menurut dia, film yang akan diputar dalam festival tersebut sebanyak 24 judul yang terdiri dari 19 judul film nasional dan lima judul film internasional.

"Lima judul film internasional yang akan diputar merupakan hasil karya anak-anak bangsa," katanya.

Ia mengatakan festival tersebut akan digelar di empat lokasi di Wakatobi yakni Pantai Patuno, Lapangan Merdeka Wangi-wangi, Perkampungan Suku Bajo, dan di lokasi pengambil gambar film `The Mirror Never Lies` di Sampela.

"Setiap malam pemutaran fim dalam festival tersebut akan selalu diawali dengan film dokumenter Wakatobi, `The mirror Never lies," katanya.

Menurut dia, film dokumenter yang sudah dikomersialkan itu mengintegrasikan aspek ekologi, edukasi, wisata, dan budaya.

Aspek ekologi, ujarnya, dipresentasikan melalui potret keanekaragaman hayati perairan laut Wakatobi, sedangkan edukasi dan budaya terlihat dari kehidupan masyarakat suku Bajo, terutama dalam memperlakukan alam sesuai tradisi kearifan lokal mereka.

Sementara keindahan terumbu karang dan keanekaragaman biota laut Wakatobi, kata dia, memperkuat pesan aspek wisata bahari Wakatobi.
(ANT-227/N002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Battery Dance pukau pencinta seni di Makassar

Posted: 16 Oct 2011 05:01 AM PDT

Battery Dance Company. (batterydance.com)

Berita Terkait

Makassar (ANTARA News) - Duta budaya asal kota New York, Amerika Serikat, Battery Dance berhasil memukau pencinta seni baik dari Siswa, Mahasiswa dan masyarakat umum saat pentas di gedung Mulo Makassar.

Dalam pentas itu di Makassar, Minggu, sejumlah karya ditampilkan dari 100 karya yang dihasilkan grup ini selama eksis tur di pelbagai negara. Di Indonesia, kelompok ini menggelar program khusus "Dancing to Connect" dengan memberikan pelatihan khusus kepada siswa dan mahasiswa dan sanggar tari.

"Battery Dance hadir di Makassar memberikan pelatihan tari modern kepada 50 orang baik siswa dan Mahasiswa dan Sanggar Tari di Makassar. Program ini bertujuan untuk berbagi budaya dan informasi tarian modern yang dikembangkan kelompok ini," tutur Direktur Yayasan Kesenian Batara Gowa, Andi Muhammad Redo.

Ia mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan seperti Siswa SMK I Seni Somba Opu dan Mahasiswa Seni UNM serta Sanggar Tari Batara Gowa untuk mendorong rasa saling pengertian dan berbagai budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia terutama di kalangan muda.

"Pertukaran budaya dikonsep dalam bentuk tarian modern akan dikembangkan. Selain itu mendukung diplomasi budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat," katanya.

Seorang siswi SMK I Seni Sombu Opu Makassar, Andi Nur Fasca Batari Bintang, usai penampilannya, mengaku kegiatan seperti ini harus terus dilakukan disamping menambah wawasan jenis tarian modern serta dapat dikembangkan.

"Kami sangat bangga atas penampilan tadi, semua orang memberikan tepuk tangan dan memberikan selamat, harusnya kegiatan seperti ini rutin dilakukan," harapnya.

Sebelumnya, Battery Dance tampil di Indonesia mulai 9-17 Oktober dari Jakarta hingga Makassar. Tujuan tur ke indonesia adalah mendukung diplomasi kebudayan milik keduataan besar Amerika Serikat dan mendorong rasa pengertian antara kedua negara ini.

Kelompok Battery Dance besutan Jonathan Hollander sendiri terdiri dari Robin Cantrell, Mira Bai Cook, Bafana Soloman Matea, Sean Scantlebury dan Carmen Nicole Smith, ke limanya merupakan Penari sekaligus pengajar tari kereografer.
(ANT-282/S016)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan