Sabtu, 1 Oktober 2011

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Sriwijaya FC tidak masuk jadwal verifikasi AFC

Posted: 01 Oct 2011 07:47 PM PDT

Sriwijaya FC Sumatera Selatan (ANTARANews/Ardika)

Berita Terkait

Palembang (ANTARA News) - Sriwijaya Football Club tidak masuk dalam jadwal kunjungan tim verifikasi Asian Football Confederation (AFC) selama berada di Indonesia, 30 September-1 Oktober 2001, kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid.

"Tidak ada pemberitahuan dari PSSI, artinya Sriwijaya FC tidak diverifikasi oleh AFC," ujar Faisal.

Dia menjelaskan, berdasarkan rilis jadwal kunjungan verifikasi kepada tim-tim yang akan berlaga di Liga Super level I- 2011-2012, diketahui pada Jumat (30/9), AFC mengunjungi Medan untuk meninjau PSMS, dan Banda Aceh melihat Persiraja.

Kemudian pada Sabtu (1/10), wakil AFC ke markas PSPS di Pekanbaru, Riau, dan PS Semen Padang, di Padang, Sumatera Barat.

"Kami berpikir positif saja dengan SFC tidak mengunjungi lagi, artinya sudah tidak perlu diverifikasi. Pihak AFC memang telah beberapa kali ke Palembang, mengingat keikutsertaan SFC pada ajang Liga Champions Asia dan AFC Cup beberapa tahun lalu. Jadi, mungkin merasa tidak perlu lagi" ujar dia pula.

Berkaitan dengan kelengkapan berkas verifikasi, Faisal menyatakan, telah diserahkan kepada PSSI setelah hasil penilaian yang pertama.

"Pada verifikasi yang pertama memang masih ada yang belum lengkap, sehingga SFC dinyatakan tidak lolos, tapi kini semua sudah dilengkapi," kata dia.

Dia pun optimistis, pada akhirnya SFC akan lolos verifikasi dan menjadi peserta ajang liga profesional di Indonesia.

Dia menambahkan, agenda verifikasi yang dilakukan AFC berkaitan dengan makin dekat jadwal kompetisi Liga Super akan mulai bergulir 15 Oktober 2011.

"Musim ini liga profesional diikuti oleh 24 tim yang terdiri atas tim berlaga di Liga Super Indonesia musim lalu sebanyak 14 tim, tim promosi empat 4 tim, dan tim ditunjuk langsung oleh PSSI enam tim," kata dia.

Direktur Teknik PT SOM, Hendri Zainuddin mengatakan, tidak mau ikut serta dalam pro dan kontra mengenai format kompetisi tersebut.

"Kami tidak mau memusingkan lagi mengenai PSSI, saat ini kami fokus untuk menyiapkan tim mengikuti kompetisi," ujar Hendri.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Personel gabungan ditambah ke lokasi pesawat Cassa

Posted: 01 Oct 2011 07:43 PM PDT

Rapat Koordinat Personel TNI, Polri dan Basarnas melakukan rapat untuk mengetahui titik koordinat lokasi jatuhnya pesawat Cassa 212-200 PK-TLF, di Desa Lau Damang, Dusun Tusam Pinter, Kabupaten Langkat, Sumut, Kamis (29/9). (FOTO ANTARA/Irsan Mulyadi)

Berita Terkait

Langkat, Sumut (ANTARA News) - Personel gabungan baik dari SAR, 100 Reider, Brimob dan Paskas, terus ditambah untuk melakukan evakuasi, ke lokasi jatuhnya pesawat Cassa 212-200, di pegunungan Hulu Sekelam Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

"Pagi ini ada tiga penurunan pasukan gabungan untuk membantu tugas evakuasi di lapangan," kata Kepala Bagian Operasional Polres Langkat Kompol Suyadi di Bahorok, Minggu.

Penambahan tim evakuasi dilakukan untuk memperlancar dan mempercepat proses evakuasi dilapangan, sehingga kekuatan akan semakin bertambah, dan sudah tiga gelombang pasukan gabungan yang diturunkan di lokasi sekarang ini menggunakan helikopter TNI AD, katanya.

"Mudah-mudahan nantinya cepat selesai, sehingga evakuasi terhadap para korban jatuhnya pesawat milik Nusantara Buana Air, dapat secepatnya dilakukan," kata Suyadi.

Ketika ditanyakan, apakah evakuasi akan juga dilaksanakan melalui jalan darat, Suyadi menegaskan hingga sekarang ini belum ada tanda- tanda untuk melakukan evakuasi melalui jalan darat.

Karena medannya sangat sulit, terjal, curam, sehingga dikhawatirkan tidak akan cepat dapat dilakukan, sehingga pilihan evakuasi tetap akan dilakukan melalui udara, katanya.

Saat sekarang ini disampaikannya juga bahwa tim gabungan yang diterjunkan, Sabtu (1/10), serta yang diterjunkan Minggu (2/10), sudah melakukan aktifitasnya untuk membuat landasan helivat.

"Mari kita tunggu saja kabar dari mereka, mudah-mudahan secepatnya selesai pembuatan helivat tersebut, sehingga korban dapat dievakuasi," kata Suyadi.

Sementara itu Kepala Wilayah kecamatan Bahorok Sekula Singarimbun menjelaskan bahwa keluarga korban pesawat Cassa 212 milik perusahaan penerbangan Nusantara Buana Air, masih menunggu evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan yang sudah diterjunkan di lapangan.

"Mudah-mudahan kendala yang berarti dilapangan tidak ada, terutama hujan maupun cuaca ekstrim, sehingga evakuasi dapat dilakukan segera mungkin," katanya.
(ANT/218)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan