Isnin, 11 Julai 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Belum Ada Evakuasi di Gunung Lokon

Posted: 11 Jul 2011 06:16 AM PDT

Sutopo Purwo Nugroho. (ANTARA/Andika Wahyu )

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, belum ada evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar Gunung Lokon, Sulawesi Utara (Sulut), menyusul peningkatan status menjadi awas atau level tertinggi sejak Minggu (10/7) malam.

"Hingga saat ini belum ada evakuasi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada ANTARA News di Jakarta, Senin.

Sutopo mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

"Bupati Tomohon juga telah mengeluarkan pernyataan status tanggap darurat untuk Kota Tomohon," katanya.

Dia juga mengemukakan, kondisi Gunung Lokon hingga Senin sore masih berawan, asap dari kawah terlihat terus- menerus dengan warna kelabu dengan ketinggian sekitar 200 meter dari kawah.

"Kondisi masih kondusif sehingga masyarakat belum ada yang mengungsi. Radius kawasan rawan bencana ditetapkan radius 3,5 km dari puncak Lokon," katanya.

Dia juga menambahkan, BNPB telah melakukan koordinasi dengan kementerian, lembaga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, TNI dan Polri.

"Tim Reaksi Cepat BNPB telah diturunkan untuk memberikan pendampingan kepada Pemda," katanya.

Sutopo juga mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terkait peningkatan aktivitas Gunung Lokon.

Dia menambahkan, untuk kelurahan yang berada di sekitar Gunung Lokon, namun berlokasi di luar Kawasan Rawan Bencana II agar mewaspadai terjadinya hujan abu, pasir, dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu.

"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," katanya.

Dia juga mengatakan, pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lokon di Desa Kakaskasen, Kota Tomohon, Sulawesi Utara serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
(T.W004/A011)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Gunung Lokon Meletus, Penerbangan Diminta Hati-hati

Posted: 11 Jul 2011 06:13 AM PDT

Gunung Lokon, di Woloan, Tomohon, Sulawesi Utara. (ANTARA/Ismar Patrizki)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta semua penerbangan yang melintasi kawasan Manado dan sekitarnya untuk berhati-hati, menyusul meletusnya Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sejak Senin dini hari (11/7) hingga siang sekitar pukul 15.50 WITA.

"Meletusnya Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, mengakibatkan timbulnya abu vulkanik yang mencapai 50.000 feet. Oleh karena itu, dianjurkan agar semua penerbangan yang melewati kawasan ini untuk berhati-hati dan menghindari daerah ini," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Bambang menjelaskan, permintaan hati-hati tersebut tertuang dalam "Notam" (Notice to Airman) yang dikeluarkan Notam Office Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara No. A0920/11.

Notam tersebut menjelaskan zona berbahaya dari letusan gunung tersebut adalah 10 Nautical Mile atau sekitar 18,52 km dari Gunung Lokon.

"Pengaruh debu vulkanik Gunung Lokon pada Ashtam Nomor 0031/11 adalah oranye yang berarti semua penerbangan yang melewati kawasan tersebut harus siaga," katanya.

Gunung Lokon pada Senin (11/7) pagi meletus dua kali, yaitu pada pukul 00.39 WITA dan 00.50 WITA. Saat ini status Gunung Lokon ditingkatkan dari level waspada (III) menjadi awas (IV).

Kepala Pos Pemantauan Gunung Berapi Sulawesi Utara, Farid Ruskanda Bina, mengemukakan bahwa Gunung Lokon kembali meletus pada Senin, 11 Juli 2011, sekitar pukul 15.50 WITA. Letusan besar yang menyemburkan debu vulkanik itu mengeluarkan asap tebal kecokelatan.

Debu vulkanik diperkirakan akan mengenai wilayah utara Gunung Lokon, di sekitar ruas Jalan Tinoor, Warembungan, dan kemungkinan terbawa hingga ke Kota Manado.

Farid belum bisa menjelaskan ketinggian letusan itu karena baru saja terjadi. "Kami tidak bisa menyampaikan berapa besar letusan ini. Kami sudah katakan bahwa letusan ini masuk dalam kategori letusan besar," ujar Farid.

Farid menilai, keputusan untuk menaikkan status Gunung Lokon menjadi level 4 atau tertinggi atau dalam status awas sudah tepat.

Sejak letusan awal pada 5 Juli 2011, getaran di gunung yang juga sempat mengalami letusan freatik pada Februari 2011 itu terus berfluktuasi dengan getaran mencapai 8 milimeter.

"Status ini kami naikkan karena memang letusan besar selanjutnya ditakutkan masih akan terjadi," ujar Farid.

Ia mengimbau kepada para pengendara kendaraan di jalan kawasan Tinoor agar berhati-hati dengan debu vulkanik semburan Gunung Lokon.

"Kami juga akan memberitahukan kepada pemerintah untuk segera memperingatkan dan mengevakuasi masyarakat di sekitar kawasan kaki bukit, terutama untuk yang berada di radius tiga kilometer," ujarnya.

Sejak pagi, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Royke A. Roeroe, pihaknya sudah mengimbau warga untuk menghentikan aktivitas di kawasan kaki Gunung Lokon.
(T.E008/M012)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan