Isnin, 11 Julai 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Kanada Akan Boikot Pembicaraan Senjata PBB

Posted: 11 Jul 2011 04:38 PM PDT

Ilustrasi IAEA (npsglobal.org)

Berita Terkait

Video

Ottawa (ANTARA News/Reuters) - Kanada akan memboikot Konferensi PBB mengenai Perlucutan Senjata selama beberapa pekan yang Korea Utara akan pimpin, Menteri Luar Negeri John Baird mengumumkan, Senin.

"Benar-benar absurd untuk mendapati mereka dalam kepemimpinan itu," Baird mengatakan pada pembicaraan melalui telpon. "Rezim itu adalah pengembang besar senjata nuklir dan ketidakpemenuhannya pada kewajiban pelucutan senjatanya melawan prinsip-prinsip fundamental komite ini."

Kepresidenan konferensi yang bermarkas di Jenewa itu bergilir menurut abjad melalui 65 anggotanya. Ia menyatakan Iran adalah negara lainnya yang sebaiknya tidak memimpin konferensi pelucutan senjata itu.

Duta besar Kanada untuk konferensi itu, Marius Grinius, mengatakan pada kelompok itu bulan lalu bahwa konferensi tersebut belum membicarakan apa-apa untuk waktu lama, dan Baird mengakui bahwa langkah Kanada itu simbolis. I mengatakan Kanada akan memulai lagi kehadirannya setelah masa jabatan Korea Utara berakhir pada 19 Agustus.(*)

(Uu.S008)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sudan Selatan Jadi Anggota PBB Pekan Ini

Posted: 11 Jul 2011 04:16 PM PDT

Berita Terkait

Video

PBB (ANTARA News/AFP) - Sudan Selatan, yang mengumumkan kemerdekaannya pada Sabtu lalu, akan menjadi negara anggota ke-193 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pekan ini, demikian kata PBB, Senin.

Dewan Keamanan PBB juga telah mengesahkan sebuah resolusi pada Senin yang mengakhiri Misi PBB untuk Sudan dan menggantinya dengan yang baru, Misi PBB di Republik Sudan Selatan.

Menurut Jurnal PBB, Komisi Ad Hoc Dewan Keamanan mengenai Pengakuan akan mengadakan pertemuan tertutup Senim malam mengenai hak masuk (ke PBB) Sudan Selatan.

Pada Rabu, Dewan Keamanan mempertimbangkan sebuah resolusi yang merekomendasikan pengakuan Sudan Selatan, yang disertai dengan pernyataan singkat oleh ketua Dewan Keamanan, Menteri Urusan Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle.

Juga akan ada pembahasan di mana presiden baru negara itu, Salva Kiir yang bekas pemimpin pemberontak, akan mengambil bagian.

Kamis, Majelis Umum PBB akan bertemu pada pagi hari untuk mengumumkan secara resmi keanggotaan Sudan Selatan.

Meurut resolusi Dewan Keamanan itu, 7.000 tentara dan 900 warga sipil dari misi Sudan akan pergi pada akhir Agustus dan akan dikirim ke misi baru PBB ke Sudan Selatan dan ke pasukan PBB yang ditempatkan di kota Abyei yang diperselisihkan.

Dewan Keamanan dengan suara bulat telah mengesahkan sebuah resolusi pada akhir Juni untuk mengirim 4.200 tentara PBB dari Ethiopia ke Abyei.

Sudan Selatan mendeklarasikan kemerdekaan di hadapan puluhan ribu warganya dan sejumlah pemimpin asing Sabtu setelah hampir 50 tahun perang saudara dengan Sudan (utara) dan jutaan orang tewas.

Masyarakat internasional, dan pada khususnya AS, China, Rusia dan Uni Eropa, cepat mengakui negara terbaru itu. Tapi Sudan (utara), yang akan kehilagan sekitar sepertiga wilayahnya dan tigaperempat cadangan minyaknya, telah lebih dulu mengakuinya. Sudan Selatan, meskipun cadangan minyaknya sangat besar, termasuk di antara negara termiskin di dunia.(*)

(Uu.S008)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan