Isnin, 21 Mac 2011

detikcom

detikcom


Pesawat Kargo Antonov Jatuh di Kongo, 14 Tewas

Posted: 21 Mar 2011 01:26 PM PDT

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

Message has successfully sent

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

PDIP Temukan 300 Buku Ajar yang Cacat Teknis & Fisik Kemendiknas

Posted: 21 Mar 2011 01:06 PM PDT

Selasa, 22/03/2011 03:06 WIB
PDIP Temukan 300 Buku Ajar yang Cacat Teknis & Fisik Kemendiknas 
Febrina Ayu Scottiati - detikNews

Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Dedi Gumelar membeberkan 300 buku pelajaran hasil temuan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan fisik. Ratusan buku tersebut sebagian dinilai tidak penuhi persyaratan oleh Pusat Perbukuan (Pusbuk) Kemendiknas, namun tetap beredar di masyarakat.

"Ya, kita baru menemukan 300 dari 895 buku yang ada yang kita pelajari. Kita baru meneliti tingkat persyaratan teknis dan fisik. Ada yang lolos Posbuk tapi ternyata tidak memenuhi persyaratan teknis dan fisik. Ada juga yang lolos tapi dinyatakan dengan semacam hologram lolos Posbuk tapi tidak ada dalam list Posbuk," kata pria yang akrab dipanggil Miing ini.

Hal itu ia sampaikan dalam sela-sela Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI dengan Kemendiknas, di ruang rapat Komisi X, Gedung DPR, Senayan, Senin (21/3/2011).

Hampir seluruh buku tersebut, lanjut Miing, tidak memenuhi persyaratan teknis sesuai ketentuan lampiran Kemendiknas Nomor 18 Tahun 2010 yang berkaitan dengan susunan buku lengkap. Hal tersebut meliputi halaman pendahulu, isi, penutup, daftar pustaka dan glossary atau daftar istilah.

"Ditemukan juga buku yang tidak memenuhi standar spesifikasi fisik yaitu jumlah halaman kurang dari 48 halaman," imbuh Politisi PDIP ini. Padahal berdasarkan ketentuan UNESCO tentang buku maka buku yang halamannya kurang dari 45 halaman masuk kategori Buklet.

Miing juga menambahkan dari buku temuan tersebut, hampir seluruhnya tidak mencantumkan daftar riwayat hidup dan kompetensi keilmuan penulis sebagai bentuk pertanggungjawaban keilmuan atas materi buku.

"Terdapat buku yang penulisnya tidak mempunyai kompetensi berkaitan dengan isi atau materi buku. Misalnya penulisnya lulusan sastra tapi malah menulis hal lain," tutupnya.

(feb/irw)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen