Jumaat, 18 Februari 2011

Republika Online

Republika Online


Krisis Bahrain: Raja Hamad Tawarkan Dialog

Posted: 19 Feb 2011 06:11 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA - Raja Hamad dari Bahrain telah meminta putra sulungnya, Pangeran Salman, untuk memulai dialog nasional untuk menyelesaikan krisis politik negara Teluk itu. Pangeran, yang sebelumnya meminta pengunjuk rasa untuk mundur dari jalanan, diberi kewenangan  untuk berbicara dengan semua pihak, sebuah pernyataan mengatakan.

Tentara menembaki para demonstran yang tengah melakukan long march ke pusat ibukota Manama pada hari Jumat, melukai paling sedikit 50 orang. Presiden AS Barack Obama telah menelepon Raja Hamad mendesaknya untuk menahan diri.

Bahrain, sekutu dekat Amerika, harus menghormati "hak-hak universal" dari rakyat dan merangkul "reformasi bermakna", katanya.

Banyak pengunjuk rasa di Manama, yang memiliki mayoritas Muslim Syiah tak tak puas, telah menyerukan penggulingan keluarga kerajaan Muslim Sunni. Namun para pemimpin pro-demokrasi dilaporkan telah menunda demonstrasi anti-pemerintah yang dijadwalkan berlangsung hari Sabtu.

Berbicara di televisi negara Bahrain, Pangeran Salman menyatakan penyesalan untuk "hari iyang menyakitkan" dan menyerukan persatuan. "Kami berada di persimpangan jalan," katanya.

"Pemuda akan keluar ke jalanan dan menyatakan tidak memiliki masa depan di negeri ini, sementara yang lain akan keluar untuk mengungkapkan cinta mereka dan loyalitas. Tapi negara ini adalah untuk Anda semua, untuk Syiah dan Sunni," katanya.

Semalam di Manama, suara tembakan masih terdengar. Wartawan BBC Caroline Hawley, di Manama, mengatakan prosesi pemakaman salah satu pengunjuk rasa yang tewas awal pekan ini berubah menjadi ajang lain demonstrasi anti-pemerintah.

Alun-alun di pusat ibukota telah ditutup oleh tentara untuk mencegah demonstrasi lebih besar-besaran. Salah satu pengunjuk rasa, pegawai bank 27 tahun, Ali al-Haji, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa peluru tajam telah digunakan. "Orang-orang mulai berlari ke segala arah dan peluru terbang, aku melihat orang-orang ditembak di kaki, dada dan satu orang mengalami perdarahan dari kepalanya," katanya.

Lebih dari 120 orang dirawat di rumah sakit setelah bentrokan, yang menderita dampak gas air mata, beberapa dengan patah tulang dan satu orang dengan luka tembak di kaki, para pejabat medis mengatakan kepada BBC.

Ulama paling senior Syiah Bahrain, Sheikh Qassem Issa, menggambarkan serangan terhadap para demonstran sebagai "pembantaian" dan mengatakan pemerintah telah menutup pintu untuk berdialog.

Negara-negara Barat telah mendesak Bahrain untuk menahan diri dalam menghadapi pengunjuk rasa dan menyerukan reformasi yang berarti di negara kerajaan itu.

Bahrain adalah rumah bagi Angkatan Laut Armada Kelima AS dan  sekutu utama AS di kawasan itu selain Arab Saudi.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

LIPI: Tak Semua Hasil Penelitian Harus Diungkap

Posted: 19 Feb 2011 05:40 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof Dr Endang Sukara menyatakan tidak semua penelitian harus diungkap kepada publik, karena ada penelitian yang hasilnya merupakan rahasia negara dan ada hanya diberikan kepada otoritas tertentu.

"Tidak semua hasil penelitian harus diungkap ke publik. Karena hasil penelitian jangan sampai meresahkan publik," kata Endang Sukara menanggapi polemik perlunya mengungkap lima merk susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii di Jakarta, Sabtu.

Namun ia menyarankan kepada peneliti pencemaran susu formula tersebut untuk menyerahkan saja hasil penelitiannya kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan membiarkan badan tersebut yang memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan.

Menurut dia pihaknya (LIPI-red) tak punya kewenangan untuk memaksa atau sebaliknya menyampaikan keberatan atas keharusan peneliti mengumumkan sampel penelitiannya, karena riset tersebut bukan hasil penelitian dari peneliti LIPI.

"Yang jelas hasil-hasil riset ilmuwan sebenarnya hanya ditujukan untuk mencari kebenaran ilmiah dan memberi sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan dan masyarakat, bukan untuk niat apapun," katanya sambil mengatakan bahwa LIPI sendiri juga memiliki laboratorium yang mampu mendukung penelitian semacam itu.

Peneliti, tegas dia, memiliki integritas bahwa hasil penelitiannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Namun setiap peneliti memiliki kebijakan sebelum memulai penelitiannya apakah untuk diungkapkan atau tidak, termasuk sampelnya.

"Yang penting adalah manfaat dari hasil penelitiannya. Kadang-kadang kalau hasil penelitiannya hanya akan membuat 'chaos' lebih baik tidak langsung diungkap ke publik, tapi cukup kepada otoritas yang berwenang," katanya.

Menurut dia, kasus ini bisa lebih menyadarkan pemerintah dan masyarakat akan pentingnya penelitian bagi pembentukan kebijakan publik, berhubung selama ini riset-riset yang dilakukan peneliti Indonesia sering diabaikan dan kurang dihargai.

Sebelumnya diberitakan, dosen Institut Pertanian Bogor, Dr  Sri Estuningsih, mengaku bahwa tidak mengira penelitiannya terkait bakteri E Sakazakii dalam susu formula ternyata menjadi polemik.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat, ia juga sudah menyampaikan hasil temuannya itu selain kepada jurnal penelitian, juga kepada perusahaan terkait agar produsen susu tersebut melakukan perbaikan produknya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan