Jumaat, 18 Februari 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Benny Wicaksono Ajak Berontak Pada Kapitalisme Global

Posted: 17 Feb 2011 06:49 PM PST

Akhirnya sebuah model budaya yang irasional hadir melalui program televisi, memasuki ruang-ruang suci keluarga Indonesia, meracuni sendi-sendi pemahaman anak-anak bangsa. Dan kita merayakan dengan gegap gempita

Berita Terkait

Surabaya (ANTARA News) - Pegiat "New Media Art" dari Surabaya, Benny Wicaksono, mengajak anak-anak muda Indonesia untuk melakukan pemberontakan pada kapitalisme global dengan cara yang cerdas, intelek, kritis, dan rasional.

Ia mengemukakan hal itu dalam panggung orasi bertajuk "Satu-7-an" yang digelar DBUKU Bibliopolis pada setiap tanggal 17 setiap bulan di Royal Plaza, Surabaya, Kamis.

"Forum-forum seperti ini sangat langka di kota industri seperti Surabaya. Perbincangan yang sifatnya kebudayaan sudah terabaikan, apalagi anak-anak muda cenderung gemar ke mal dengan menghabiskan waktu, uang, dan peluang," tuturnya.

Benny memuji langkah Dbuku Bibliopolis yang hadir sebagai sebuah perpustakaan di mal menjadi sebuah tawaran alternatif dari hal-hal yang sifatnya pragmatis, konsumtif, dan mendorong pemberontakan kebudayaan.

"Ini model pemberontakan anak muda yang meskipun dalam diam, namun sesungguhnya menyajikan sebuah pemberontakan. Ini adalah model suatu agenda sejarah yang memberikan tawaran wilayah alternatif dari kesesakan hal-hal yang sifatnya pragmatis," paparnya.

Menurut dia, gerakan seperti itu penting dilakukan oleh anak muda, karena anak muda di Indonesia kurang memahami nilai dasar dari budaya yang mereka gandrungi saat ini.

"Mereka kurang mengerti bahwa budaya dari luar negeri yang mereka serap sesungguhnya memiliki semangat pemberontakan revolusioner terhadap kondisi sosial di negeri asalnya. Bukan sekedar gaya yang dianggap modern dan keren seperti yang mereka rayakan," ujarnya.

Semestinya, menurut dia, anak-anak muda menyediakan sedikit waktu untuk belajar bagaimana counter culture itu muncul sebagai sebuah bentuk protes yang sangat cerdas dan intelektual.

"Bukan sekedar perayaan dari ungkapan yang sinis. Protes itu pada sejarahnya adalah suatu bentuk perlawanan terhadap tekanan dari pihak-pihak yang berkuasa," katanya, menegaskan.

Ia mencontohkan budaya hip hop yang lahir di Inggris itu berasal dari kaum yang meneriakkan segala caci maki dari tekanan hidup dan perayaan kemiskinan di tengah kemakmuran negeri yang maju.

"Hip-hop kemudian menjadi suatu model pemberontakan yang mendunia. Sebuah budaya perlawanan yang alamiah," katanya.

Dalam pandangannya, bisa jadi budaya "Metal" (melayu total) yang merajalela secara sendu dan mendayu-dayu dalam bentuk penampilan sangar, gahar, penuh anting, dan simbol-simbol pemberontakan tapi melagukan lagu cengeng, mengiba, merupakan pemberontakan model budaya ala Melayu.

"Tapi, pemberontakan semacam itu tanpa melakukan suatu semangat, tanpa membangun suatu apresiasi, hanya larut, tidak cerdas, tidak intelek, tidak kritis, dan tidak rasional," katanya.

Bahkan, model pemberontakan yang tidak rasional itu akhirnya muncul dalam budaya televisi yang hanya bicara soal rating.

"Akhirnya sebuah model budaya yang irasional hadir melalui program televisi, memasuki ruang-ruang suci keluarga Indonesia, meracuni sendi-sendi pemahaman anak-anak bangsa. Dan kita merayakan dengan gegap gempita," katanya.

Ia menegaskan bahwa kondisi itu merupakan konsekuensi dari kapitalisme global yang menyerang dengan teknologi dan  mencaplok sisi-sisi kecerdasan anak muda yang seharusnya diberi informasi yang membangun kepribadian, kecakapan, dan nilai-nilai moral.

"Tidak bisa tidak yang bisa kita lakukan adalah membangun cara berpikir pemberontakan kebudayaan. Membangun model dari cara berpikir alternatif, cerdas, rasional, yang sanggup memberi satu pemahaman baru kepada generasi muda Indonesia. Kita bisa belajar kepada alam dan lingkungan sekitar kita, salah satunya adalah membaca buku," tuturnya.
(E011/C004)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Wayang Orang Indonesia Mendunia

Posted: 17 Feb 2011 03:08 PM PST

Pegelaran wayang orang. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Kesenian wayang orang yang dimainkan oleh kelompok Wayang Orang Indonesia Pusaka mendunia dengan tampil di Opera House di Sidney, Australia, serta dijadwalkan bermain di sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Afrika.

Pemerhati budaya, Jaya Suprana setelah mendampingi beberapa anggota kelompok Wayang Orang Indonesia Pusaka bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden, Jakarta, Kamis sore mengatakan, beberapa negara memang tertarik dengan kesenian wayang orang.

Dia menjelaskan, beberapa negara yang sudah mengundang antara lain Jerman, Prancis, Afrika Selatan, dan Singapura.

Jaya menjelaskan, kelompok wayang orang ini akan bisa memenuhi undangan itu jika mendapatkan dukungan dari pemerintah.

"Yang menjadi keterbatasan memang dalam hal dana," katanya.

Pada saat bertemu presiden, Jaya Suprana juga melaporkan bahwa kelompok wayang orang itu sudah tampil di "Opera House" di Sidney, Australia, pada 18 Desember 2010.

Penampilan kelompok wayang orang itu mendapat sambutan meriah dari warga negara Australia dan warga negara Indonesia yang tinggal di negeri kanguru itu.

Saat itu, kelompok Wayang Orang Indonesia Pusaka menampilkan cerita tentang kepahlawanan Gatot Kaca.

Mereka mampu menarik perhatian warga negara Australia karena menyisipkan penggunaan bahasa Inggris saat tampil.

Wayang Orang Indonesia Pusaka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp110 juta ketika tampil di Sidney.

"Itu kami sumbangkan kepada saudara kita di sekitar Merapi," kata Jaya Suprana.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, pemerintah selalu mendukung misi budaya Indonesia ke luar negeri. Menurut dia, wayang orang adalah seni yang sangat bernilai dan mengandung falsafah hidup yang luar biasa.

"Setiap episode wayang orang itu ada pesan moralnya," kata Jero Wacik.

Saat ini, Jero Wacik sedang mengatur pertemuan antara sejumlah kelompok wayang orang dan presiden. Dia juga mengusahakan agar Wayang Orang Indonesia Pusaka bisa tampil di komplek Istana Kepresidenan.

Kelompok Wayang Orang Indonesia Pusaka sendiri terdiri dari seniman-seniman wayang orang Bharata dan sejumlah pemerhati kesenian lainnya.(*)

(F008/A035)

Editor: Ruslan
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan