Jumaat, 28 Januari 2011

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Diplomat Prancis Kagumi Lukisan Ketut Budiana

Posted: 28 Jan 2011 08:23 PM PST

karya-karya seni Ketut Budiana memiliki nilai seni yang tinggi sejajar dengan karya-karya seniman mancanegara

Berita Terkait

Denpasar (ANTARA News) - Konsul Prancis di Bali Raphael Devianne mengaku kagum pada karya-karya pelukis I Ketut Budiana yang sedang dipamerkan di Bentara Budaya Bali (BBB), Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar.

"Saya sangat kagum terhadap karya-karya seni Ketut Budiana karena memiliki nilai seni yang tinggi sejajar dengan karya-karya seniman mancanegara," ujar Raphael Devianne saat membuka pameran itu bersama Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar I Wayan Rai S, Jumat malam (28/1).

Pameran yang menampilkan 60 karya kanvas itu juga disaksikan puluhan pecinta seni dari mancanegara yang kebetulan berlibur di Pulau Dewata, disamping seniman lukis dan masyarakat setempat.

Didampingi I Wayan Rai S dan diantar I Ketut Budiana, Raphael Devianne  mengamati satu persatu karya seni yang dipajang dengan mengusung tema "Fantastic World".

Rai sendiri menyebutkan kreasi seni pensiunan guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Batubulan, Kabupaten Gianyar, itu memiliki ciri khas dan unik sehingga mudah sekali dibedakan dari karya-karya seniman andal lainnya.

"Prestasi yang demikian itu hendaknya tetap dipupuk dan dipertahankan, serta ditularkan kepada seniman-seniman muda yang kreatif dengan harapan seniman Bali tetap mampu meningkatkan mutu seni lukis," harap Rai.

Pameran selama dua minggu yang menyuguhkan 60 lukisan itu adalah untuk menyambut usia Ketut Budiana yang ke-60.

Budiana yang sukses menggelar pameran di sejumlah negara itu berkreasi dengan menggunakan kertas khusus dari Jepang, kertas istimewa dari Eropa dan kertas buatan sendiri yang berasal dari pelapah pisang.

"Ketiga jenis kertas itu diolah sedemikian rupa menjadi bahan untuk menghasilkan sebuah karya seni, yang kini banyak menjadi koleksi museum di Jepang," paparnya.

Menurut berbagai kalangan Budiana mampu mencipta karya-karya yang mencerminkan wakil hakikat ketimuran modern.

Ini artinya karya kanvas goresan Budiana diangkat dari tradisi Bali ke atas kanvas telah melampaui batas hingga menjadi renungan filsafati modern. Ia adalah salah seorang dari sekian banyak seniman Pulau Dewata yang mampu meneruskan tradisi seni religius Bali.(*)

I006/M026

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Awas. Indonesia Dibidik Jaringan Narkoba

Posted: 28 Jan 2011 08:12 PM PST

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamati peralatan clandestine laboratory narkotika jenis sabu di ruko perumahan Duta Square, Jelambar, Jakarta Barat, Selasa (25/1). (ANTARA/Fanny Octavianus)

Peredaran narkoba memprihatinkan karena dua persen dari jumlah penduduk Indonesia sudah mengenal bahkan menggunakan barang haram tersebut

Berita Terkait

Kendari (ANTARA News) - Kepala Badan Narkotik Nasional Komjen Pol Gories Mere mengingatkan semua elemen bangsa untuk lebih peka pada kampanye pemberantasan narkoba karena jaringan narkotika internasional  menjadikan Indonesia menjadi pasar potensial mereka.

"Peredaran narkoba memprihatinkan karena dua persen dari jumlah penduduk Indonesia sudah mengenal bahkan menggunakan barang haram tersebut," kata Gories Mere di Kendari, Sabtu.

Jaringan pasar narkoba, menurut Gories, mendunia bukan hanya di negara-negara Asia Tenggara, tapi juga kawasan lain.

Menurutnya, hroin dipasok dari Amerika, kokain dari Amerika Selatan, shabu-shabu dari Asia Tenggara dan ganja bersumber dari 170 negara, termasuk Indonesia.

Yang lebih memprihatinkan, narkoba jenis shabu-shabu itu sudah bida diproduksi di dalam negeri Indonesia, kata Gories.

BNN dan aparat terkait berhasil membongkar sejumlah pabrik narkoba yakni pada 2002 di Tangerang, kemudian pada 2003 di Bogor, 2005 di Celedug, 2007 di Batam dan 2010 di Depok, Jawa Barat.

Gories mengimbau orangtua mengawasi putra-putrinya dari ancaman narkoba karena jaringan sudah merambah anak sekolah.(*)

S032/R007

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan