Khamis, 4 Julai 2013

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Dua remaja Indonesia diundang ke Malala Day

Posted: 04 Jul 2013 07:05 AM PDT

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, keduanya diundang atas partisipasi aktifnya dalam mengkampanyekan perluasan akses pendidikan bagi anak-anak.


Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, saat menerima Nurul dan Dina di kediamannya di Jakarta, Kamis ini mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi dua remaja Indonesia itu.

"Semangat Malala harus juga menjadi daya dorong bagi masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan pendidikan bagi semua anak, termasuk anak perempuan," kata Linda.

Peringatan Malala Daya dilangsungkan bertepatan dengan hari ulang tahun ke-16 Malala Yousafzai, gadis asal Pakistan yang ditembak kelompok Taliban di Pakistan dalam usahanya memperjuangkan kesamaan derajat antara pria dan wanita untuk mengemban ilmu di sekolah.

Linda juga sempat menyematkan pin Merah Putih kepada Nurul dan Dina yang akan bertolak ke Amerika Serikat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Indonesia atas terpilihnya kedua remaja tersebut di perayaan Malala Day. "Tolong sampaikan salam saya kepada Malala. Perjuangan Malala mampu menginspirasi banyak orang di Indonesia," ujarnya.

Nurul (16) merupakan Duta Because I Am A Girl (BIAAG) Plan Indonesia, yang mengkampanyekan pemberdayaan anak perempuan di Indonesia. Sementara Dina adalah anak dampingan Plan Indonesia untuk kampanye Learn Without Fear (Balajar tanpa Rasa Takut) melalui kegiatan sepakbola.

Nurul menuturkan bahwa ia dan sejumlah kawan dari seluruh dunia akan berkumpul di peringatan ulang tahun Malala itu. Kesempatan itu akan digunakan untuk menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak perempuan.

"Apa yang dialami Malala menunjukkan bahwa perluasan akses pendidikan bagi anak perempuan di beberapa belahan dunia masih membutuhkan perjuangan," katanya.

Perluasan Akses Pendidikan Dalam kesempatan itu, Menneg PP/PA Linda Gumelar juga menjelaskan mulai 2013-2014, pemerintah memperbesar anggaran bantuan bagi siswa dari keluarga tak mampu sebagai upaya perluasan akses pendidikan bagi anak-anak di tanah air.

"Tahun lalu, penerima program Bantuan Siswa Miskin (BSM) hanya 8,7 juta siswa. Tahun ini, jumlah penerima BSM meningkat menjadi 16,6 juta siswa di seluruh Indonesia," ujarnya. Linda berharap upaya ini bisa menekan kasus anak putus sekolah.

Muhaimin: target 100 kursi DPR bukan mustahil

Posted: 04 Jul 2013 06:50 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan target perolehan 100 kursi DPR RI pada Pemilu 2014 yang dicanangkan partainya bukan target yang mustahil untuk diraih.

"Sungguh target 100 kursi DPR pasti bisa diraih dan kita punya modal menata Indonesia lebih baik," katanya dalam orasi politiknya saat acara pembekalan calon anggota legislatif DPR RI PKB angkatan pertama di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Untuk itu, Muhaimin mengajak segenap kader dan calon legislator yang diusung PKB bekerja keras untuk mewujudkan target tersebut.

"Mari kita kerja keras, perkuat kekuatan basis masing-masing dan perkuat tim sukses," katanya.

Lebih lanjut Muhaimin mengatakan kemenangan PKB sebagai partai yang dilahirkan oleh Nadhlatul Ulama (NU) , bukanlah "mission impossible".

PKB, menurutnya, memiliki mandat sejarah NU untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang memberikan kemaslahatan bagi segenap rakyat, bukan sebagai negara Islam.

"Soekarno tidak akan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa ada campur tangan para kiai Nadhlatul Ulama. Dan PKB sebagai pewaris perjuangan para pendiri NU sebenarnya adalah pemilik sah NKRI, saatnya kita rebut kembali kemenangan demi kemashlahatan rakyat Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi mengatakan segenap kader dan caleg harus mampu meyakinkan rakyat bahwa kemenangan PKB bukan untuk kepentingan partai dan caleg yang diusung partai itu semata.

"Namun, yang akan merasakan kembali adalah rakyat yang memberi amanah kepada PKB," katanya.

Untuk itu, kata Imam, hubungan dengan rakyat yang dibangun PKB beserta calegnya harus merupakan hubungan yang berkesinambungan, bukan sebatas untuk kepentingan pemilu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB Saefullah Maksum mengatakan pembekalan caleg DPR RI kali ini diperuntukkan bagi caleg DPR di luar struktur PKB, baik di tingkat DPP, DPW, ataupun DPC.

"Tahap pertama ini kami peruntukkan bagi kalangan artis, profesional, tokoh atau aktivis LSM atau organisasi, pengusaha, dan sebagainya. Kami ingin caleg dari kalangan eksternal ikut membesarkan dan ikut memiliki PKB," katanya.

Caleg dari kalangan artis yang hadir dalam acara ini di antaranya Krisna Mukti, Arzetti Bilbina, Saed Bajuri, Tommy Kurniawan, Mandala Soji, Tia Afi, dan Debby Rhoma Irama.

(S024/M026)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan