Jumaat, 1 Februari 2013

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


22 tewas akibat serangan bom bunuh diri di Pakistan

Posted: 01 Feb 2013 07:19 PM PST

Islamabad (ANTARA News) - Setidaknya 22 orang tewas dan 40 orang lebih terluka saat seorang pelaku bunuh diri menyasar orang-orang di luar masjid di Distrik Hangu, Pakistan barat laut, Jumat sore (1/2), demikian menurut laporan polisi dan media lokal.

Aparat Kepolisian Distrik, Mian Muhammad Saeed, mengatakan kepada media bahwa seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan jaket peledak di luar sebuah masjid saat orang-orang meninggalkan rumah ibadah usai menunaikan shalat Jumat di daerah Patt Bazar di Hangu, provinsi baratlaut Khyber Pakhtunkhwa.

Laporan-laporan sebelumnya menyatakan, bom dalam serangan itu dipasang pada sepeda motor yang diparkir di luar masjid dan diledakkan menggunakan pengendali jarak jauh namun Aparat Kepolisian Distrik kemudian mengonfismas bahwa kejadian itu adalah serangan bom bunuh diri.

Tim penyelamat mengatakan, sedikitnya 12 orang tewas di tempat sementara 10 lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Distrik Hangu, demikian laporan Xinhua.

Sumber-sumber rumah sakit mengatakan, lebih dari 40 orang terluka dan mendapat perawatan di rumah sakit serta ada enam orang yang terluka berat sehingga harus dipindahkan ke distrik tetangga supaya bisa mendapatkan perawatan intensif.

Sayap analisis Regu Penjinak Bom menyatakan sekitar tujuh sampai delapan kilogram bahan peledak digunakan dalam ledakan itu.

Segera setelah insiden mengerikan itu polisi dan pasukan keamanan lain bergegas ke lokasi dan mengepung daerah tersebut. Semua titik pintu keluar kota diblokir dan daerah sekitar diperiksa.

Belum ada kelompok atau organisasi gerilyawan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengecam insiden tersebut dan memerintahkan penyelidikan cepat atas insiden tersebut. Dia juga meminta rumah sakit memberikan perawatan medis yang tepat kepada orang-orang yang terluka.

(H-AK)

Korban tewas ledakan di Meksiko sudah 32 orang

Posted: 01 Feb 2013 11:31 AM PST

Mexico City (ANTARA News) - Korban tewas akibat ledakan di kantor pusat perusahaan minyak raksasa milik pemerintah Mexico, Pemex, hingga Jumat waktu setempat dilaporkan mencapai 32 orang, bertambah dari 25 orang pada Kamis malam.

Menurut laporan Reuters mengutip pernyataan CEO Pemex Emilio Lozaya, selain menewaskan sedikitnya 32 orang, ledakan itu juga melukai 121 orang.

Tim penyelamat dilaporkan masih terus bekerja mengevakuasi para korban dari puing-puing reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan kuat di basement gedung pencakar langit itu.

Para pejabat belum bisa memastikan berapa banyak orang yang mungkin terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Lozaya mengatakan belum jelas apa yang menjadi penyebab ledakan. Spekulasi mengenai penyebabnya bergulir mulai dari serangan bom, kebocoran gas, hingga ledakan boiler.

Pemex yang menjadi simbol kemandirian Meksiko sering kali mengalami gangguan keamanan, kecelakaan, dan juga inefisiensi serta isu korupsi.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengatakan perombakan perusahaan menjadi prioritas utama, dan investor terus mengikuti seberapa besar perusahaan itu akan menarik modal swasta untuk meningkatkan produksi minyak yang lesu di sebuah negara penghasil minyak terbesar ketujuh dunia itu.

"Kejadian ini berbicara betapa buruknya citra manajemen Pemex, dan itu diinterpretasikan sebagai risiko tambahan di pasar," kata seorang peneliti energi di lembaga think tank Meksiko SIDE, Miriam Grunstein.

(*)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan