Rabu, 14 November 2012

Republika Online

Republika Online


BP Migas Bubar, K3S Tetap Produksi Seperti Biasa

Posted: 14 Nov 2012 12:47 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) disikapi para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan hati-hati. Sejumlah KKKS bahkan mengaku masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Sampai sekarang kami belum bisa memberikan komentar," kata Kepala Departemen Hubungan Media Total E&P Indonesia, Kristanto Hartadi pada wartawan, Rabu (14/11). "Masih menunggu perkembangan," lanjutnya.

Sementara itu, Vice President Public and Government Affair Exxon Mobile Indonesia, Erwin Maryoto mengatakan perusahaannya tetap menjamin operasi masih tetap berjalan seperti biasa. "Kami masih menjalankan operasi dengan normal tetap pada safe and reliable," tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Vice President Policy, Government, and Public Affairs Chevron PT Chevron Pacific Indonesia, Yanto Sianipar. Menurutnya Chevron tetap menjalankan operasi sesuai dengan kontrak.

"Kami menghormati komitmen-komitmen kami berdasarkan kontrak tersebut," ujarnya. Ia menuturkan kontrak tersebut sudah berjalan 50 tahun.

Sebelumnya Selasa (13/11) Mahkamah Konstitusi mengumumkan BP Migas inkonstitusional. MK membatalkan sejumlah UU Nomor 22 tahun 2001 yang berisi tentang pendirian BP Migas, kewenangannya, serta fungsinya. 

Dede Yusuf Tunjuk Istri Urus Rekening Dana Kampanye

Posted: 14 Nov 2012 12:41 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dede Yusuf yang diusung oleh Partai Demokrat, Gerindra dan PAN dalam bursa pemilihan Gubernur Jawa Barat menunjuk istrinya, Sendy Yusuf untuk bertanggungjawab mengurus rekening dana kampanye.

"Iya, alasannya supaya irit dong, karena siapa lagi yang saya percaya selain istri saya (untuk mengurus rekening dana kampanye)," kata Dede Yusuf, di Kota Bandung, Rabu.

Rekening kampanye pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana yang dilaporkan ke KPU Jawa Barat, kata Dede, benar atas nama Sendy Yusuf dan perwakilan dari keluarga Lex Laksamana.

Ia mengatakan, uang yang ada di rekening dana kampanye harus dijaga dan harus bisa dipertanggungjawabkan karena dana berasal bukan hanya dari dirinya pribadi, melainkan juga dari para kolega yang menyumbang.

"Karena masalah keuangan itu kan, tentu dari keluarga, teman dan dari pribadi. Semuanya berpartisipasi dan itu harus kita pertanggungjawabkan," katanya.

Menurut dia, sejumlah rekannya di Partai Demokrat juga membuat rekening kampanye untuk menyukseskan pasangan Dede-Laksamana di Pilgub Jabar 2013.

Ditanya alasan mengapa rekening dana kampanye yang dipegang oleh tim pemenangan dan partai harus dipisah, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Yang dari partai kalau mereka bisa menggerakan sendiri, tentu tidak masuk. Dan kenapa harus dipisahkan, pelajaran di mana-mana bahwa rekening itu tidak bisa kontrol maka akan membengkak. Kalau kita kontrol, itu dalam rangka penghematan selain itu juga nanti kan takut ada pertanyaan ini jangan-jangan hasil korupsi," kata dia.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan