Isnin, 22 Oktober 2012

Republika Online

Republika Online


Gula Juga Baik untuk Kesehatan

Posted: 22 Oct 2012 01:00 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seringkali dikabarkan bahwa gula tidak baik bagi kesehatan, namun dalam beberapa cara gula justru dapat menyehatkan dan memberikan beberapa keuntungan, sebagaimana dilansir dari laman Boldsky.

Gula adalah makanan yang paling cepat untuk memberikan energi tambahan. Gula secara cepat menjadi fruktosa untuk mengirim glukosa ke dalam aliran darah. Banyak atlet menggunakan gula untuk menambahkan energi secara instan. 

Orang yang menderita tekanan darah rendah, disarankan untuk mengkonsumsi cukup gula untuk meningkatkan tekanan darah hingga batas normal. Namun seberapa kadar gula yang harus dikonsumsi harus diperiksa oleh tenaga medis, supaya asupan gula tetap dalam kondisi aman.

Asupan gula juga sangat dibutuhkan untuk orang yang mengalami kekurangan berat badan. Kelebihan kalori di dalam tubuh, yang disebabkan oleh gula, dapat menambahkan bobot tubuh seseorang. Namun bila Anda sudah memiliki cukup lemak, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi gula terutama gula buatan.

Gula merupakan salah satu makanan yang mengandung zat adiktif cukup tinggi, sehingga bahan makanan ini seringkali digunakan oleh para terapis untuk mengatasi kecanduan terhadap alkohol dan rokok.

Gula adalah bahan makanan yang tinggi kalori, oleh sebab itu makanan yang mengandung gula sangat baik untuk menghalau rasa lapar.

Dalam beberapa hal, gula memang baik untuk kesehatan Anda, namun yang harus diingat adalah, terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat menyebabkan obesitas, peyakit jantung, bahkan diabetes. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dan perhatikan konsumsi gula Anda.

Jadi Orangtua Mempermudah Dapat Kerja (2)

Posted: 22 Oct 2012 12:30 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, -- Menjadi orangtua, khususnya seorang ibu, ternyata bisa bisa mengasah kemampuan (skill) dan mempermudah diterima kerja.  

Hal tersebut diungkapkan senior Marketing dari situs pencari kerja terkemuka di Amerika Serikat Snagajob.com, Jill Heinze. Menurutnya ada beberapa skill yang meningkat setelah menjadi orang tua dan itu akan sangat berguna pada saat orang tua terutama si ibu dalam interview kerja. 

Apa saja skill yang meningkat? Berikut paparan lanjutannya, yang dikutip melalui Parents Indonesia.

Skill keempat: Mengembangkan Jaringan

Jika Anda seperti ibu-ibu kebanyakan Anda pasti punya koneksi kuat dengan kelompok orang tua. Anda sudah terbiasa mengatur jadwal anak, membeli kebutuhan keluarga, dan punya nilai lebih dimata orang lain. Menurut Heinze semua kemampuan tersebut adalah bekal dalam membentuk jaringan, kerja sama tim, dan kemampuan berempati dengan sesama dimana hal tersebut sangat positif di lingkungan kerja. Skill tersebut tak hanya berguna di dalam kantor tapi juga berguna untuk membangun jaringan bisnis baru supaya bisa menambah jumlah proyek dan klien.

Skill Kelima: Sabar

Semua orang tahu membesarkan anak membutuhkan kesabaran yang tinggi. Dalam dunia orang tua Anda harus mampu beradaptasi dengan cara pandang orang lain dibandingkan memahami suatu masalah. Skill ini sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja. "Kesabaran dibutuhkan jika Anda bekerja sebagai customer service, retail, dan industri lain dimana banyak berhubungan dengan banyak orang," ujar Heinze.

Skill Keenam: Komitmen

"Menjadi ibu adalah pekerjaan tanpa henti," kata Heinze. "Mungkin Anda sakit atau kurang tidur, tapi Anda akan selalu siap jika harus menyiapkan makanan untuk anak," tambahnya. Hal tersebut menunjukkan kekuatan dan komitemen yang besar seorang ibu. Ternyata hal tersebut juga bisa berguna pada saat bekerja. Contoh; jika Anda punya masalah dengan pekerjaan. Dengan komitemen yang kuat Anda akan sekuat tenaga menyelesaikan masalah tersebut meskipun itu bukanlah hari baik Anda.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan